Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 53. kepo


__ADS_3

tiba-tiba Tiya mengajukan cuti begitu juga dengan Yuri, mereka berinisiatif selama cuti coba mencari pekerjaan di tempat lain.


Tiya mengindari hinaan dari ibu nya Rendra, takut di dengar anaknya. karena dia benar-benar menutup hati untuk pria mana pun biarlah dia menunggu aura sampai dewasa dan bisa menerima keadaan ibu nya.


soal jodoh Tiya tidak akan menolak kalau memang Allah memberikan jodoh dan keluarganya bisa menerima keadaan dia dan anak nya, Tiya akan menerimanya.


"kalian yakin mau cuti? kenapa barengan sih kalau gue ikut cuti juga pasti di tolak"gerutu sella


"gue lagi pengen tenangin diri,sell"ucap Tiya dan kalau Yuri memang udah dari 2 bulan lalu ngajuin karena bunda mau ajak Yuri pulang kampung dulu".


"nanti setelah kalian, gue juga besok akan ngajuin cuti"tuturnya sella


Tiya hanya diam aja tampak sedang berpikir, apa ini terbaik untuk nya atau dia pengecut lari menghindar dari Rendra.


"huuuuuu biarlah"lirih tiya tatapan nya bertemu dengan mata rendra yang juga sedang menatapnya, dengan cepat dia membuang muka nya.


sella nampak bingung harus bicara apa agar tiya mau berbicara dengan rendra, karna bos nya sudah meminta tolong kepada nya.


Sambil menggaruk kepala belakang nya "harus bagaimana lah pusing kalau masalah hati" gerutu sella dan gak sadar sudah menabrak reza adik nya rendra.


"aduh mas kalau jalan liat orang, ini jidat bukan tembok"gerutu sella


Reza berdiri dengan memicingkan mata nya karena yang salah justru sella, tanpa orang liat reza tersenyum tipis


"lucu ini cewe? Gumamnya


Tidak lama sella berpapasan dengan Yuri, baru mau sella bertanya Yuri memberi kode lewat tangan nya. menandakan sella untuk diam,Yuri sudah tau pasti akan di berondong pertanyaan yang gak berfaedah.


"Sella di panggil pak Rendra" ujar temannya


"ada apa lagi ini, mau di kuliti juga si Tiya gak mau cerita.


ampun nasib.. nasib"gumam sella


tok..tok..tok


masuk" ujar Rendra lalu melirik siapa yang masuk, Rendra langsung berdiri menunjuk sella untuk duduk di sofa.


Reza terus menatap sella dari atas sampai bawah dan sella merasa ada yang salah sama baju nya pun,melirik penampilan nya sekilas lewat kaca yang ada di sofa.


"gak ada yang aneh, mungkin dia yang aneh" lirih nya.


"sella saya panggil kamu untuk tolong bantu adik saya cari apartemen karena sakti sedang sibuk jadi saya percaya kan kamu? terang Rendra

__ADS_1


"baik pak, kapan pak dan adik bapak laki-laki atau perempuan? tanya sella


"oh maaf kenalkan ini adik saya,Reza namanya"seru Rendra


mata sella langsung membola dan mulutnya langsung menganga. "sempurna sekali hari ini, mampus dah gue"gumam sella


Reza tertawa dalam hati, dia tau sella pasti sedang menggerutu kesal.


"ya sudah pak kira-kira mau di area mana? tanya sella dengan sopan


"kalau bisa dekat rumah kamu aja"jawab Reza dengan santai nya


"eh mana bisa begitu"ujar sella


"bisalah apa yang gak bisa"balas Reza


"eitt tidak semudah itu Ferguso" gerutu sella


kalian lanjutkan aja di jalan debat nya" usir Rendra karena melihat berdua berdebat bikin sakit kepala nya.


"mau di mana aja terserah yang penting aman" ucap Rendra


sambil berdiri kembali ke meja kerja nya.


"kemana main hayoo..hayoo aja" seru sella sambil menghentakkan sepatu nya saking kesal nya.


"cari ikan di pasar " kesal Reza,, udah tau mau cari apartemen"gerutu nya.


"saya ambil tas dulu dan ijin sama atasan saya pak" pamit sella


"gak perlu minta ijin tadi kan sudah di ijinkan kakak saya? tutur Reza


sella hanya menganggukkan kepala nya dan masuk keruangan untuk mengambil tas, lalu bergegas pergi.


Yuri dan Tiya hanya saling memandang saja, aneh biasa nya sella akan berceloteh gak jelas kalau habis dari ruangan bosnya itu.


tapi kali ini itu anak diam aja, Tiya dan Yuri langsung tertawa seolah mereka punya telepati dan tau yang mereka sedang pikirkan.


"Tiya nanti gue nginep ya? seru Yuri


"ok" jawab Tiya singkat


"kita makan soto dulu ya atau makan dirumah Lo aja? tanya Yuri

__ADS_1


"makan dirumah aja lah,males mampir-mampir!" jawab sella


"ya sudahlah,, nanti beli cemilan dekat rumah Lo aja" ujar Yuri sambil membereskan meja nya. karena besok mereka berdua sudah cuti kerja.


"kamu jadi cuti? tiba-tiba sakti sudah ada di depan meja Yuri


"yang kamu liat dan tau aja pak? masa cuti gak jadi kan sayang banget loh"seru nya


Tiya juga? tanya sakti lagi


"oh iya pak sakti saya sedang ada urusan yang harus saya selesaikan? terang Tiya


sakti menjadi kepo lalu beranjak ke meja Tiya


"urusan apa Bu?? selidik sakti


"urusan dengan mantan yang belum selesai"bisik Tiya sambil terkekeh geli.


"kok bisa? pikir sakti sambil trus bertanya


"ya bisa nama nya hidup masa gak ada masalah sih om"sela Yuri karena gemes liat sakti seperti ibu-ibu


"iya juga ya" sambil menopang dagu nya dan melihat Tiya yang sedang membereskan meja nya.


"kalian sudah mau pulang?


"iya om" jawab Yuri dan Tiya bersamaan


"gak nunggu sella, biasa nya pulang bertiga" ucap sakti


"sella aja gak tau pergi kemana"jawab Yuri lalu berdiri dan mengajak tiya untuk segera keluar dari kantor.


"tunggu dong,, kejar sakti


"boleh ikut gak" teriak sakti


Yuri mendekati sakti dan berbisik


"diam-diam aja jangan suka ngikutin kita nanti jadi kang gosip beneran,hahaahaa"


"boleh kan kita berteman" ucap sakti


"boleh aja pak sakti, bebas kok semoga kita jadi besti"seru Yuri

__ADS_1


Tiya hanya menggelengkan kepala nya, sepertinya sakti nyaman dengan Yuri,Tiya dan sella.


__ADS_2