Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 66


__ADS_3

pagi yang luar biasa semua orderan harus terjun langsung karena yang order minta jam 11 sudah siap, sedangkan sebelumnya yang order bilang jam 1 siang.


Tiya dengan cekatan membagi kesana kesini dari setelah sholat subuh dia sudah membuat adonan pastel, lemper ,risoles dan puding.


puding sudah siap karena sebelum tidur, Dewi sudah membuat nya jadi hanya 3 kue yang harus siap. sedangkan si order minta nambah satu kue lagi yaitu kue pisang dengan cekatan uti di bantu Mbak sus membuat nya, soal rasa Jangan di tanya sangat lezat sekali.


jam begitu dengan cepat nya, sella sudah mulai mempacking kue-kue tersebut kedalam box kecil.


untuk sarapan hari ini mereka hanya mengganjal dengan kue-kue yang ada di depan mereka, gak lupa teh panas jadi pengisi dahaga mereka.


tok..tok jam 11 sudah ada yang mengetuk pintu ternyata sopir yang mau ambil pesanan Snack box


"tunggu sebentar pak , sedang di packing dulu. sekitar 10 menit lagi selesai" ucap Yuri mempersilahkan sopir tersebut untuk duduk dan menikmati teh beserta kudapan nya.


"apa sudah siap? seru Yuri


"ini mbak yang di saya sudah tinggal angkat saja" ujar uti


"bentar tinggal 20 box lagi yang belum di masukkan kalo sisa nya sudah tinggal di bawa saja" teriak sella yang terlihat keteteran untuk memasukan kue-kue.


dan akhirnya selesai semua nya, Yuri berpikir mungkin kalau ada orderan partai besar lebih baik ambil karyawan serabutan saja untuk membantu, biar semua gak terburu-buru.


"ayoo kita makan dulu, saya sudah order makanan jadi gak usah masak makan siang ya? nanti habis istirahat baru lanjut buat cake hanya 20 box saja ya" seru Tiya


"iya Bu, kita sudah lapar juga hahhahahaaha " ucap mbak sus


ponsel Tiya berdering , dilihat ternyata ayah nya yang telpon


ayah : assalamualaikum Tiya, jadi datang nak?


Tiya. : jadi dong, yah. nanti di tunggu saja sebentar lagi baru


jalan yah.


ayah : ya sudah ayah tutup telpon nya, hati-hati


Tiya melanjutkan makan siang nya , dan segera mandi karena sudah di tunggu ayah nya.


"Yuri, jadi ikut apa nunggu nanti ketemu di apartemen? tanya Tiya


"gue ikut ajalah, biar sekalian barengan aja. iya gak, sell? jawab Yuri dan bertanya ke sella juga.

__ADS_1


"gue ikutan saja lah" ujar sella


mereka pun mengendarai mobil menuju rumah orang tua Tiya, dan gak lupa Tiya membawa makanan kesukaan ayah dan ibu nya.


sampai di depan rumah ternyata ayahnya sudah menunggu nya di teras rumah.


"assalamualaikum yah,.. "sapa tiya


" apa kabar Bun..Tiya memberi salam dan mencium tangan orang tua nya dengan takzim


begitu pun dengan sella dan Yuri mereka mengikuti Tiya dari belakang.


ayah menerima oleh-oleh dari Tiya dengan senang hati karena anak nya selalu membawa kesukaan nya.


"kita makan bareng ya? ajak ibu nya Tiya


"aduh Tante tadi sebelum berangkat kita sudah makan" tolak Yuri dan sella secara halus.


"iya, yah Bu kita gak bisa lama-lama ada urusan juga di luar, doain saja biar Tiya bisa sukses " pinta Tiya ke ayah dan ibu nya


"baru juga sampai sudah mau pulang saja nak" ujar ibu Tiya dengan wajah sedih nya.


Tiya mengusap punggung ibu nya dan memeluknya dengan sayang.


gak sampai 20 menit di rumah orang tuanya, Tiya dan Yuri serta sella berpamitan karena harus melihat apartment Yang akan Tiya cicil.


untuk sementara waktu Tiya akan tinggal di apartemen dulu sampai benar-benar merasa aman dari kakak nya yang kadangkala datang memakinya.


malu yang Tiya rasakan, gak enak di lihat tetangga atau pun karyawan nya. kadang mereka sudah tau Tiya seperti apa dan tidak pernah mengganggu apa lagi Tiya sangat sopan.


tetap saja Tiya merasa malu karena kita gak tahu hati orang.


sampai di apartemen yang di tuju, mereka langsung menghubungi bagian properti untuk menanyakan apa saja yang harus di lengkapi jika menyewa atau mau mencicil apartment tersebut.


ternyata di lobby sudah ada Reza yang menunggu


"gimana udah cocok sama tempat nya? kita cari tempat ngopi yuuk, sambil nunggu sakti.."ajak Reza


yang lain hanya mengikuti saja, karena memang lebih enak mereka bicara sambil meminum kopi.


sampai di cafe mereka langsung memesan es kopi dan juga cemilan untuk menemani kopi.

__ADS_1


"ini bahan yang akan gue beli untuk isi cafe dan juga ruang meeting, harga nya sudah sangat murah dan jangan tanya kualitas nya sangat bagus" tutur Reza


"berarti untuk bagian depan dan ruang VIP atau meeting sudah oke ya.."ujar Yuri


"bagian belakang urusan sakti dan Yuri.."sela Tiya sambil meminum kopi nya


mereka berbincang-bincang sampai jam 7 malam sambil menunggu sakti datang, Reza memesan makan malam.


selang berapa menit datanglah sakti dengan teman nya, sakti memperkenalkan teman nya kepada Yuri, sella dan Tiya. kalau untuk Reza sudah mengenal baik karena itu adalah seorang designer interior yang cukup di kenal keluarganya.


sambil makan malam, Yuri dan sakti memberikan design yang sudah di buat oleh Yuri. konsep nya kurang lebih sudah di pahami oleh teman nya sakti.


"ya sudah kapan bisa lihat tempat nya , biar bisa mengukur dan memperhitungkan berapa budget nya" ujar rekan sakti


"malam ini mau lihat juga boleh, tapi lebih baik nya siang biar terlihat jelas" tutur Reza


"besok siang atau pagi mau melihat nya pak? tanya Tiya


"biar kita sesuaikan waktunya dan kebetulan besok orderan kita gak ambil banyak juga" sela Yuri.


"siang, boleh sebelum jam makan siang.." jawab teman sakti


"baik lah nanti sekitar jam 10an kita sudah ada di sana ya pak" tutur tiya dengan sopan.


tidak lama kemudian teman sakti mengundurkan diri untuk pamit duluan, sedangkan yang lain masih betah berbincang-bincang.


Tiya pamit ke toilet, sekilas Tiya melihat seperti Rendra tapi Tiya tepis bayangan itu.


"mungkin hanya perasaanku saja.."bathin Tiya lalu kembali bergabung dengan yang lainnya


"balik yuu,, udah cape banget nih,,"ucap sella


"tumben udah ngajak pulang aja.." tanya Yuri


"badan gue rada gak enak nih, apa kecapean ya" tukas sella


yang keningnya di pegang oleh Reza agak hangat badan nya.


"ini pakai jaket dan mobil biar aku yang bawa saja.."ujar Reza


"gak usah, za. biar gue aja.." jawab Tiya

__ADS_1


"Lo bisa ikutin kita dari belakang.."sela Yuri yang langsung berdiri untuk membawa sella masuk ke dalam mobil.


mereka pun pulang dan di iringi dari belakang oleh sakti, Reza dan ada satu mobil lagi yaitu mobil Rendra.


__ADS_2