Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 40. TAMU TAK DI UNDANG


__ADS_3

Di perjalanan yuri saling pandang dengan Tiya seolah minta penjelasan, Tiya hanya menggedikan bahunya memberi tanda kalau dia juga gak tau.


"maaf pak Rendra dan pak sakti mau saya antar kemana ya? Tanya yuri


"kalian berdua mau kemana? Tanya balik Rendra


"mau kerumah saya pak"ucap yuri


"ya sudah saya juga mau kerumah kamu"dengan cuek nya rendra menjawab


Sakti hanya mengikuti saja karena dia juga memang sedang mendekati yuri.


(( bunda bisa salah paham nih bathin yuri))


"rumah kamu masih jauh gak? Tanya sakti


"gak kok pak sebentar lagi sampai,2 belokan lagi kita sudah sampai pak"tutur yuri


"kita beli makanan dulu boleh, saya lapar banget nanti kita makan sama-sama dirumah kamu aja? Tawar sakti


"makan dirumah saja pak,pasti bunda sudah masak banyak" sindir yuri sambil melirik mata nya ke tiya.


sampailah mereka dirumah yuri

__ADS_1


"mari turun pak dan maaf rumah nya hanya sederhana saja tapi bisa membuat orang nyaman kok"canda yuri


"iya lihat wajah kamu aja saya sudah nyaman kok"canda sakti sambil terkekeh


"pak sakti doyan nggombal juga ya,saya pikir bapak orang nya dingin kek kang es cincau"sela tiya seraya berjalan mendahului rendra


"Assalammualaikum bunda"teriak tiya


"eh anak bunda sudah lapar ya,makanya cepat sampai. Hahhaaaa" bunda yuri selalu bercanda kalau bertemu tiya


Dengan melipat tangan di dadanya yuri pun mulai jengah melihat bunda nya dengan tiya


"terus aja lupa sama anak kandung nya" rengek yuri


"maka nya kalau pulang bawa cowo pasti bunda sayang"jawab bunda


"tapi bund? Belum yuri memberi tahu


Bundanya sudah melihat rendra dan sakti yang kebetulan baru masuk keruang tamu


"ada tamu toh"mata bunda melirik ke arah yuri dan tiya


"kok gak ada yang kasih tau bunda kan bunda bisa siap-siap" ujar bunda

__ADS_1


((tamu gak di undang aja bunda heboh banget apa lagi itu tamu undangan spesial bisa ke salon dulu kali si bunda.. Bathin tiya))


Yuri dan tiya memasang bola matah malas nya langsung duduk di meja makan.


"udah deh bunda to the poin aja, tamu nya di ajak makan aja


Gak usah pake di introgasi yang ada besok anak bunda yang bakal di interview ulang"teriak yuri


Bunda mempersilahkan sakti dan rendra masuk keruang makan,bunda dengan cepat menyiapkan makanan tidak lama bunda pun memanggil ayah yuri untuk bergabung.


"Loh nak sakti sama siapa? Mana papamu, papa mu tuh ya janji aja mau datang main catur kerumah om dan sampai sekarang malah gak ada kabar? Ayah yuri tiba-tiba bertanya tanpa titik koma


Sakti sempat bingung tapi kemudian


"om bambang? Ya ampun om jadi ini yuri om,, yang dulu suka timpukin sakti pakai sendal kalau lagi ngambek"terang sakti


"jadi ini sakti anak nya mba ayu? Sela bunda yuri


"iya tante, pantes tadi sakti liat tante seperti gak asing ya" tutur sakti


Ehemm jadi reunian masa kecil nih"sahut tiya


Apa udah lupa sama lapar nya"ujar yuri

__ADS_1


Nanti lagi lah bun dan yah cerita nya,kita udah lapar banget dan belum lagi anter nyonyah pulang malah ke malaman kasian kan aura udah nunggu ayam kecap nya"terang yuri


Mari kita makan semua"ajak ayah yuri


__ADS_2