
dari siang sampai sore mereka menghabiskan waktu di taman belakang sambil browsing mencari tempat untuk usaha nya sella.
sella hanya kekantor sebentar untuk menyerahkan dokumen yang tertinggal.
Tiya sibuk mencari lowongan pekerjaan lewat online begitu dengan yuri mereka coba menghubungi teman-teman kampus nya.
"sepertinya kita harus hadapin semua deh,yur? ngapain kita menghindari mereka?"sambil memikirkan bagaimana caranya Tiya bisa baik-baik saja dengan Rendra dan hanya berhubungan layaknya bos dan karyawan.
"Lo yakin bisa? gue liat ibu nya benci banget deh? ujar Yuri
"biar ajalah yur sambil tunggu kerjaan baru kita tetap masuk aja,, lupakan masalah hati, yang penting masalah perut itu yang utama"terang Tiya
"gue ikut aja" seru sella, tapi sepertinya gue akan berhenti aja.mau coba usaha kedai kopi ajalah".
Yuri menajamkan mata nya "kok jadi Lo yang resign bukan Tiya?
"heeemmm, gue gak sanggup sama Ade nya bos" lirih sella
"kenapa? tanya Tiya
"jadi gue di minta pak bos untuk menemani Ade nya cari apartemen, awal nya gue bermasalah karena nabrak dia waktu di lobby. sepertinya si Reza mau balas dendam sama gue maka nya sengaja banget ngerjain gue, minta apartemen yang sebelah rumah gue. mana ada kek gitu yang ada juga kompleks perumahan bukan apartment"cerita sella sampai panjang lebar.
Tiya dan yuri hanya menyimak sella bercerita.
sella lalu menghela nafas dan menopang dagu nya dengan tangan nya. Tiya dan Yuri saling berpandangan kembali menatap teman nya.
"sella coba deh Lo anggap itu hanya kuman yang lewat, Lo harus bisa hadapin dong" masa cuma cowo kek gitu Lo udah patah semangat" seru Tiya
"bukan patah semangat tapi kan gue bukan babu nya yang di suruh sana sini, harus ambil ini itu padahal kan yang dia suruh itu ada di depan mata nya"gerutu sella
" terus Lo mau menyerah begitu aja,, hah? gak Lo lawan, biasa nya Lo selalu lawan yang Lo gak suka"Yuri memberikan semangat teman nya.
Dikantor, sella akhirnya masuk kerja juga dia begitu semangat karena di dukung Yuri dan Tiya.
sella merapihkan berkas-berkasnya,menata satu persatu karena agak sedikit berantakan. sella duduk di bawah meja sambil membaca satu persatu judul laporannya, karena kemarin waktu dia mengantar Reza belum sempat merapihkan nya.
"ini semua gara-gara pria itu. awas aja kalau sampai aku di salahkan sama pak bos,aku pasti akan membuat perhitungan dengannya" gerutu sella dengan bibir cemberut.
__ADS_1
dari kejauhan Adi berlari-lari kecil menghampiri sella yang masih menyusun berkas.
"sella, ada apa sampai berantakan begini?
apa Lo gak tau kalau sudah di tunggu pak Rendra?"ujar Adi,ikut jongkok membantu sella menata berkas laporan nya.
"diamlah, ini bukan salah gue. ini gara-gara manusia aneh jadi kerjaan gue berantakan begini"tukas sella. kedatangan Adi hanya membuat sella merasa kesal.
Adi menghela nafas panjang,dan kembali berdiri lalu hendak meninggalkan sella yang masih sibuk di lantai.
"sebaiknya cepat di beresin dan segera keruangan pak Rendra, dia sudah menunggu Lo? tutur Adi hanya sekedar mengingatkan sella.
"iya nanti gue keruangan bos"dengus sella dengan kesal.
sella dengan langkah cepat langsung masuk keruangan Rendra tanpa mengetuk pintu lagi karena dia lihat pintu sudah terbuka.
"permisi pak, bapak panggil saya" sapa sella
"duduk sell,, " pinta Rendra
sella pun duduk di sofa, sambil menunggu perintah bos nya. sella melirik kanan kiri karena dia takut kalau ada Reza.
sella semakin geram karena melihat Reza sedang tersenyum menatap nya. Reza seperti sedang meledek sella dan Reza membisikkan di telinga sella.
"nona sella apa kemarin bisa tidur ,setelah mencoba mencium saya"tutur Reza.
"jaga ucapan mu, awas saja kalau kau sampai memberitahu soal kejadian yang gak di sengaja waktu itu" ancam sella dengan sarkas.
"tenanglah sayang,aku tidak akan memberitahukan siapa-siapa, tapi dengan satu syarat? terang Reza
"apa? geram sella
"jadilah pacar bohongan ku" bisik Reza
"jangan mimpi sahut sella
"maaf pak rendra apa masih lama? karena saya harus merapikan berkas pak, waktu 2 hari berantakan gara-gara saya membantu orang gak jelas"ucap sella sambil melirik ke arah Reza.
__ADS_1
"ini kamu bawa" perintah Rendra. "itu kamu cek ulang lagi ya, kamu bisa kembali keruangan mu" seru Rendra
dengan cepat sella mengambil berkas itu lalu tergesa-gesa keluar dari ruangan bos nya.
segala cacian dan umpatan keluar dari mulut sella untuk Reza.
pandangan Reza menatap salah satu ruangan,yang dia yakin itu ruangan sella.
Reza terus mengedarkan pandangannya sampai mata nya tertuju dengan seorang gadis yang duduk di lantai sedang membereskan dokumen.
entah perasaan apa yang di rasakan Reza ketika melihat sella, ada rasa ingin tahu yang berlebihan. dan Reza selalu ingin bertemu dengan sella, jika si wanita ini marah ada rasa bahagia di hati Reza jika melihat sella cemberut.
"apa yang kamu kerjakan, nona sella? apa sudah kehabisan kursi hingga kamu duduk di lantai? tanya Reza
"bukan urusan mu" sahut sella
sella agak sedikit terkejut melihat kedatangan Reza di ruangannya tapi sella coba bersikap biasa saja.
dada sella berdegup kencang,, "kenapa dada gue,apa ksna serangan jantung" lirih sella
lalu dia menarik nafas dalam-dalam, Kembali fokus dengan berkas nya lagi, sementara Reza terus saja memperhatikan sella.
"nona sella, apa sudah punya pacar? tanya Reza sambil menatap sella
"gak ada tapi saya sudah punya anak" sahut sella sambil menatap Reza,karena sella mau tau reaksi Reza
"wow,, belum punya pacar tapi sudah punya anak? ucap Reza
"iya,kenapa masalah buat tuan Reza"jawab sella
"gak ada hanya penasaran saja" sahut Reza
"sebaik nya kamu pergi gak usah ganggu aku"usir sella
"aku mau temanin kamu sampai selesai bekerja karena aku butuh kamu untuk temanin membeli apartemen kemarin" terang nya.
sella hanya menarik napas dalam-dalam dan kembali menatap berkas, dia mencoba menganggap Reza gak ada di depan nya tapi tetap aja membuat sella gelisah gak karuan.
__ADS_1
"Yaa Tuhan kenapa sih harus ada manusia ini"lirih sella
sambi melirik ke arah Reza yang sedang sibuk dengan ponsel nya.i