Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 18. HASIL SIDANG


__ADS_3

Makan malam sudah siap tiya dan aura pun mulai menyantap makanan nya dalam diam,mereka dengan pikiran masing-masing. Tiya sedang berpikir besok hasil nya seperti apa.. beda dengan aura dia merasa papa nya gak sayang sama dia.


Selesai dengan makan malam tiya pun beristirahat karna besok dia harus mempersiapkan diri.


Bos:((semangat besok menjanda))


Me :eleh boss luknut


Bos:((apa pun hasil nya tetap lapang dada))


Me : makasih bos


Tiya pun menyimpan ponsel nya di atas nakas tapi selang beberapa menit ada telpon masuk. Tiya liat ternyata ibu nya


Ibu : Assalammualaikum nak

__ADS_1


Me : waalaikum salam bu


Ibu : besok gimana nak apa sudah siap?


Me : maksud ibu( ibu tau dari mana,, sedangkan aku gak cerita apa pun karna pasti mereka kecewa)


Ibu : ibu sudah tau nak,jangan lupa sholat dan berdoa semoga besok di beri kemudahan


Me: Aamiin bu .. Makasih bu


Hiks..hiks.. Hiks.. Tiya pun menangis karna orang tua nya akhir nya tau tentang kondisi rumah tangga nya.


Yaa Allah mudahkan jalan hamba Mu ini" doa tiya


Akhir nya tiya pun tertidur pulas semua beban hari ini seperti menguap begitu saja. Semoga bangun di pagi hari akan lebih baik lagi.

__ADS_1


Pagi pun tiba, tiya sudah siap tapi sebelumnya dia harus kekantor dulu untuk menyerahkan berkas dan menjemput yuri untuk menemani nya di pengadilan nanti ,walau ada clara tapi tiya ingin yuri ada di samping nya. Itulah mereka berdua saking akrab nya,sampai bunda yuri pun akan datang juga di persidangan tiya juga.


Diruang sidang tanpa tegang karna semua sudah menunggu hasil keputusan hakim. Tiya nampak gugup sambil sekali-kali dia menarik nafas, dan yuri terus memegang tangan tiya seolah memberi semangat dan memberi kode kalau semua akan baik-baik saja. Sampai lah hakim pada keputusan nya gugatan tiya di terima dan sekarang mereka sah bukan suami istri lagi. Sujud syukur dan pelukan dari orang-orang terkasih pun tiya dapatkan, memberikan semangat untuk kedepan nya bahwa masih ada mereka yang akan membantu tiya kalau ada masalah atau ke susahan.


Tiya sangat berterima kasih ternyata orang lain lebih perduli di banding saudara kandung sendiri, mereka berjalan beriringan keluar dari ruang sidang.


Terlihat andi menatap sinis tatapan mencemooh tapi tiya gak perduli,tiya berjalan sambil di peluk bunda nya yuri.


"perempuan munafik,,sok jual mahal padahal murahan" itu ucapan yang terlontar dari mantan mertua nya


"dasar ibu bejad,gak tau terima kasih semua cacian dari mantan mertua nya tiya anggap angin lalu.


"selamat ya bu semoga menantu yang sekarang bisa memberikan materi yang lebih dari menantu yang dulu" ucap tiya ke bu narsih


"ciih gak sudi saya punya menantu kayak kamu kalau bukan karna bapak mu maksa untuk nikahin kamu"sarkas bu narsih

__ADS_1


"selamat ya mas kamu bisa nikahkan pacar kamu sekarang secara resmi, jangan selalu bikin dosa dari jaman dulu sampai hari ini stoplah berbuat zinah" bisik tiya di bahu suami nya tapi masih di dengar oleh yuri.


Andi hanya mengepal kedua tangan nya,ingin marah tapi andi masih ingin mengejar tiya dengan cara nya .


__ADS_2