Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 60


__ADS_3

mereka berangkat berempat tapi sebelumnya tujuan utama belanja bahan kue dan kebetulan dapat info dari Reza, ada toko khusus bahan kue yang harga nya lumayan murah.


habis belanja rencananya mereka akan kerumah bunda Yuri dulu untuk memberikan sample cake ke ayah Bambang.


sampai di toko kue, Tiya gak tanggung-tanggung membeli banyak bahan karena biar gak bolak-balik lagi.


dan lumayan dikasih harga grosir untuk selanjutnya Tiya hanya cukup membeli lewat pesan antar saja.


seusai belanja langsung menuju rumah Yuri, karena kangen juga dengan anaknya sudah beberapa hari gak bertemu.


"mamaaaaa "teriak aura melihat mama nya baru turun dari mobil, seketika kaki nya berhenti karena ada seorang lelaki turun juga dari mobil.


"itu calon papa nya putri.."bisik Tiya di telinga anaknya


"Yang bener mah,, yaaahh aku gak punya teman lagi deh" seketika aura murung.


"hus,, gak gitu juga" sahut Tiya


mereka bergandengan berjalan masuk ke dalam, ternyata bunda sudah menunggunya dan banyak makanan yang di buat bunda.


"wuih makaaaan neh"seru sella


"iya bunda tau aja kalau anak-anaknya lapar" sela Yuri sambil mencium bunda nya.


"gak ada yang peluk ayah nih" ujar ayah sambil cemberut


mereka bertiga langsung memeluk ayah Bambang berbarengan sambil teriak" Teletubbies"


hahahahahahah mereka langsung tertawa


"ayah masih kenal kan dengan bocah yang kalau Dateng cuma mau nyontek PR" bisik Yuri ke ayah nya


"si Reza anak orang kaya itu" sahut ayah nya


"tuh bocah nya " tunjuk Yuri dengan dagu nya


" apa kabar om? sapa Reza sambil mencium tangan ayah Yuri


"baik ,bocah makin ganteng aja kamu" sahut ayah


"doain ya, om. semoga sella mau sama saya om" terang Reza


Yuri dan Tiya langsung menepuk jidat nya, gak nyangka dengan ucapan Reza.


"kalau mau sama anak om harus bisa sayang sama cucu om juga" tutur ayah yang menunjuk ke arah putri


kaget yang Reza rasakan karena omongan sella benar kalau dia punya seorang anak.

__ADS_1


"kenapa mau mundur? ledek sella dengan tersenyum sinis


"ya gak lah ternyata cantik anak nya dari pada ibu nya" sahut Reza.


"muka anak nya sella seperti muka Shinta sangat mirip" bathin Reza.


"kita makan dulu, bunda sudah masak banyak" ajak bunda


"cumi itu beneran anak sella"bisik Reza


sedangkan Yuri hanya menganggukkan kepalanya saja


"dia mirip Shinta mantan gue yang gak jadi tunangan sama kakak gue" terang Reza


"masa sih" sahut Yuri


"iya nanti gue kasih lihat fotonya" tukas Reza sambil mengambil piring dari tangan bunda.


mereka makan dengan tenang tanpa ada yang rebutan, kadang sesekali Reza mencuri pandang ke sella, sella hanya tertunduk saja.


"itu anak masih aja liatin gue, jadi malu kan"bathin sella ada rasa yang gak biasa di hati sella.


ayoo dong nambah" pinta ayah


"pada diam aja, lagi pada sariawan. biasa nya rame di meja makan" selidik bunda


"kue aja kelabakan,, apa lagi resto "cebik sella


"kita abis ini mau lihat-lihat tempat yang strategis,yah".


ada rencana mau buka kedai kopi sama cake" terang Yuri


"ayah coba dulu kue nya, karena kan ayah juri kita nih" seru sella


"kesinikan Bun, ayah mau coba"pinta ayah


bunda ikut mencicipi juga, jangan ditanya ayah langsung


"wah ini kue luar biasa, enak ya Bun" puji ayah


"iya baru kali ini bunda bisa makan kue seenak ini loh,nanti bunda bantu promosi ke teman-teman bunda ya!" terang bunda


"Alhamdulillah kalau enak" lega rasa hati Tiya, gak sia-sia


bakat Tiya menurun dari ayah nya karena ayah nya gemar memasak tidak di dengan ibunya, ibu hanya bisa mengoreksi rasa saja. kakak-kakaknya pun semua pintar memasak dan membuat cake, Eva sering terima orderan dari karyawan bank di bulan puasa.


sesuai itu mereka berkumpul diruang tamu, Tiya terus memeluk anaknya.

__ADS_1


"ini sampai kapan nginap disini,gak mau pulang gitu" tanya Tiya ke aura


"nanti saja kalau kalian sudah Ndak sibuk" sahut ayah dengan kesal


ayah gak mau kalau cucunya dibawa pulang, pasti akan ada drama lagi.


"iya ayah, maaf Tiya titip anak-anak ya" ucap Tiya sambil mengusap punggung ayah Bambang.


"kita langsung jalan ya Bun,,"pamit Yuri sambil memeluk bunda


"hati-hati kabari kalau ada apa-apa, besok bunda akan kerumah ya untuk lihat kamu buat kue" terang bunda


mereka melanjutkan perjalanan mencari tempat yang strategis untuk memulai usaha.


banyak tempat yang di tawarkan Reza, tapi di tolak karena gak sesuai budget mereka.


ada dekat perkantoran tapi harga nya sangat mahal dan minta nya tahunan, Tiya coba bernego terus karena tempatnya benar-benar nyaman.


sudah ada ide design juga dari Yuri, tempat ini bisa di buat sesantai mungkin.


bisa di buat taman untuk keluarga yang mau duduk santai dengan keluarga bisa di buat saung.


nego cukup alot, sampai yang punya tempat minta waktu beberapa hari untuk berbicara dengan suami nya.


Tiya menyanggupi bayar langsung 2 tahun kalau bisa turun harga nya.


sang punya tempat langsung minta waktu 2 hari lagi,nanti ketemuan di toko ini lagi.


"ya sudah mbak nanti 2 hari lagi saya hubungi mbak ya, saya bicara dengan suami dulu semoga bisa ya mbak" terang nya


"baik kalau begitu, jangan lupa kabarin ya Bu" pamit Tiya dengan sopan.


mereka langsung masuk ke dalam mobil, karena semua yang di cari sudah mereka dapatkan.


"kita tinggal cari design interior nya" ujar Reza


"gak usah kan ada Yuri, ngapain mahal-mahal bayar orang lagi" sahut sella


"nanti sampai rumah kalian tuangkan aja ide nya mau seperti apa, gue tinggal gambar aja sama cari bahan-bahan nya" info Yuri.


"bagus ya kalau didalam ruangan kita buat saung dan taman berikut kolam ikan jadi mereka berasa makan di daerah-daerah, bila perlu ada sedikit sawah yang kita tanam" ide Tiya


"bagian dalam utama tetap seperti cafe mewah, ada tempat untuk meeting dan ruang VIP. sedangkan yang tadi Tiya bilang bagian dalam belakang kita buat seperti pedesaan" terang Reza sambil fokus ke jalan matanya.


"wuih udah gak sabar banget ya,, semoga mau yang punya tempat menyewakan ke kita" seru sella


mereka sudah gak sabar ingin segera mewujudkan cita-cita mereka dengan ide-ide baru nya.

__ADS_1


"untuk harga nanti kita akan sesuaikan, murah tapi untuk rasa gak murahan ya" pinta Tiya


__ADS_2