
Esok harinya keadaan tiya sudah pulih benar dan dia sudah bisa beraktifitas seperti semula,rencana nya hari ini mereka akan mulai merenovasi cafe.
Tiya hanya mendengarkan masukkandari rekan-rekan nya saja karena semua yang dia mau sudah di realisasikan oleh design yuri dan juga sakti.
Orderan cake dan snack box nya masih di banjiri pesanan bahkan melebihi orderan yang sudah-sudah,relasi rendra atau reza masih terus membanjiri pesanan snack box.
"yakin udah sehat banget.."tanya sella
"iya udah baikan kok,,nanti mau jalan jam berapa? Tanya balik tiya sambil mengecek orderan cake yang mulai masuk lagi bahkan tiya memberikan kuota perhari hanya menerima 100 box untuk cake dan brownis, sisanya kalau pelanggan mau di ke esokkan harinya.
Karena tiya tidak mau mengecewakan pelanggan yang tiya takutkan ketika karyawan nya lelah rasa cake akan berubah. Apalagi pelanggan nya kebanyakan dari kalangan atas semua, yang sudah pasti komplainan nya lebih sadis jika mereka tidak puas.tapi selama hampir 2 minggu ini tidak ada komplainan untuk rasa hanya untuk waktu saja 3kali ada komplainan.
"tiya,,nanti gue sama reza jalan duluan ya karena mau ke toko material,,oh ya nanti Lo jalan sama sella atau mau sakti jemput Lo? Ucap yuri sambil mengecek barang apa saja yang mereka mau beli.
"hmmmm,gak usah merepotkan sakti biarlah dia selesai bekerja baru bergabung dengan kita saja,,"sahut tiya sedangkan sella sedang sibuk mempacking cake yang akan segera di ambil karena yang pesan teman nya sella sendiri.
__ADS_1
"tadi rendra hubungi ponsel Lo tapi gak di angkat, coba Lo telpon dia,,takutnya dia pikir Lo masih sakit.."info sella sedangkan matanya masih sibuk dengan packingan cake.
"iya nanti gue telpon rendra,,apa gak terlalu berlebihan kalau gue selalu hubungi dia.."sahut tiya dengan melangkahkan kakinya dia mengambil ponsel yang dia tinggalkan di kamar. Apa harus seperti ini,,aku merasa seperti aura saja,yang di manja..gerutu tiya
"gue jalan yaaaa,,,teriak yuri yang di pelototi sella karena yuri teriak di telinga sella. Yuri sangat puas dan tertawa sampai terbahak-bahak, sella melemparkan yuri dengan sendal jepitnya. Karyawan yang melihat tingkah keduanya ikut tertawa,ada saja tingkah lucu mereka berdua.
"wahai calon ibu dari anak-anakku,,calon imam mu mau menjemput rejeki dulu ya.."canda reza yang membuat tiya terbahak-bahak bahkan yuri sampai bergidik ngeri dengernya. "dalam banget yaaa ,za.. Kek sumur tua.hahahahaha "ledek yuri
"hust..jalan sana yang ada gak akan ada habisnya nanti di sambung lagi.."seru tiya lalu yuri dan reza pun berangkat, sella tidak akan cemburu karena yuri dan reza sahabatan dari kecil bahkan semua rahasia reza,yuri sangat hapal.
Tring..tring..ada pesan masuk di ponsel tiya "kalau belum pulih istirahatlah,janganlah memaksa kan diri untuk melakukan sesuatu yang menguras tenaga dan pikiran mu.."perintah rendra, begitu banyaknya pesan dari rendra yang membuat tiya memijit pelipis nya saking pusing baca nya.
"saking saja aku cinta,,kalau tidak sudah aku acak-acak rumahnya,,gerutu rendra.
mengapa sulit untukku bisa miliki hati mu Bahkan selama ini hadirku tak berharga untuk mu ... Sebait lirik lagu sedang rendra dengarkan , dia terkekeh geli ternyata hampir mirip dengan kisah nya.
__ADS_1
Sakti masuk keruangan rendra memberikan laporan untuk di tanda tangani rendra karena sebentar lagi akan ada klien penting. "apa semua sudah siap? Tanya rendra "sudah saya siapkan semua,dan semoga kali ini keberuntungan berpihak kepada kita ya,,"harapan sakti rendra hanya mengamini saja dan mulai memeriksa laporan yang sakti berikan kepada nya, dengan segera rendra menanda tangani nya.
"kamu mau ke cafe kapan, apa nanti bisa saya ikut? Tanya rendra "selesai kerjaan dan kemungkinan malam,bos,,"sahut sakti sambil menatap bos nya yang seperti sedang gelisah. "apakah seorang tiya yang sedang bos pikirkan? Tebak sakti "yahh,,dia susah sekali di tebak isi hatinya, apa dia,masih ragu dengan kejujuran ku. Apa masih kurang perhatianku kepadanya,,"curhat rendra dengan mengusap wajahnya dengan kasar.
"sabar bos semua butuh proses,dan apalagi tiya pernah kecewa dan trauma dengan pernikahan nya yang gagal. Tidak semudah itu bisa menerima orang baru di hatinya, apa lagi dia juga memikirkan perasaan anaknya. Itu curhat dia ke kita waktu bos kabur keluar negeri,,"jelas sakti yang membuat rendra mendelikan mata nya kesal.
"hahahaahaha maaf bos kalau tersinggung tapi benarkan.."ledek sakti yang langsung di lempar keningnya pakai pulpen.sakti pun berlari meninggalkan ruangan rendra, karena sebentar lagi meeting akan di mulai.
Sepeninggalan sakti, rendra kembali memeriksa laporan nya dengan cepat karena 15 menit lagi meeting akan di mulai. Rendra mengirim pesan singkat untuk mengingatkan tiya makan siang, dan memberitahukan kalau dia akan meeting sampai sore. "jangan lupa kamu juga makan siang dan semoga sukses ya.."jawaban chat dari tiya, walau singkat membuat seorang bos berbunga-bunga bahkan keluar dari ruangan nya dia tersenyum-senyum, yang membuat sakti malu rendra masuk keruang meeting dengan senyum yang gak jelas.
"apa orang jatuh cinta akan menjadi sinting,, tapi aku jatuh cinta masih waras.."bisik sakti di telinga rendra yang membuat rendra menekuk muka nya.
"aku masih waras cuma lagi bahagia,emang salah ya..jarang-jarang dia kasih semangat ke aku.."sungut rendra yang langsung membuka meeting nya. Klien nya seorang wanita cantik, deby terus memperhatikan rendra dengan kagum bahkan wanita ini seperti tidak mau lepas mata nya menatap wajah tampan rendra.
"apa ada yang salah dengan penampilan saya ,nona deby sehingga anda tak lepas memperhatikan saya. Fokuslah nona karena ini kerja sama pertama kita,,"tegas rendra membuat deby memerah wajahnya karena malu, sedangkan deby gak menyangka kalau rendra akan seprontal itu mengucapkannya.
__ADS_1
"lihat saja , kamu akan jatuh cinta kepadaku rendra. Aku tak peduli apa kamu sudah beristri atau sudah mempunyai kekasih. Apa yang aku mau akan selalu aku dapatkan.."gumam deby sambil mengepalkan tangan nya.
Sakti melihat tingkah laku klien nya merasa aneh, sepertinya kerjasama ini akan membuat masalah baru percintaan rendra. "gue yakin ini cewe suka sama si bos,, haduuh bisa gak aman nih"bathin sakti