Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap

Wanita Yang Tak Pernah Di Anggap
BAB 43. Hinaan


__ADS_3

Setelah kejadian di mall tadi membuat Rendi berpikir apa mungkin Tiya bukan lah jodohnya. Bertahun-tahun mengejarnya tapi semakin menjauh


Dikamar rendi hanya merenung tidak ada semangat sama sekali, apa sesakit ini. Rendi melihat galery di ponsel nya banyak di penuhi foto-foto tiya dari waktu kuliah sampai sekarang yang dia ambil secara diam-diam.


"apa aku harus belajar melupakan nya"


"semakin aku lupa semakin sakit dada ini"


Sementara dirumah ayahnya Tiya sudah berkumpul semua keluarga besar nya, gak lupa eva selalu menyindir tiya dengan kata-kata pedas nya.


Eva masih menanggap tiya yang merebut suami nya tanpa dia sadar kalau dia sendiri yang tidak mau introspeksi diri.


"masih punya muka Lo datang kesini? Tanya eva tanpa basa-basi


"jangan bilang ini semua makanan Lo beli dari uang hasil morotin suami gue?


"jadi perempuan tau diri kalau gak laku ya jangan suami saudara Lo embat juga"tuduh eva


Sambil menunjuk-nunjuk muka tiya tanpa eva sadari kalau semua keponakan nya melihat tingkah laku nya yang membuat aura menangis.

__ADS_1


"sabar Ra kan emang wa'eva mulut nya jahat kita udah sering di maki dia"ucap dillah sambil mengelus pundak sepupunya itu.


"tapi kan mama aku gak seperti itu, mama kerja buat aku dan gak pernah mau dekat dengan laki-laki"terang aura sambil terisak tangis nya sangat memilukan.


Sakit yang aura rasakan melihat mama nya di hina


Tiya mengepalkan kedua tangan nya dan berdiri lalu meninggalkan dapur, dia langsung mencari anak nya


"salma di mana aura nak? Tanya tiya sambil mata nya mencari-cari keberadaan anak nya


"ada sama dillah tante di teras depan"ucap salma


Samar-samar tiya mendengar percakapan anak nya dengan keponakan nya.


Deg... Sakit itu yang tiya rasakan, anak nya ternyata mendengar ibu nya di hina.


"maafkan mama nak kamu harus mendengar yang seharusnya tidak untuk kamu dengar" tiya memeluk aura dan mencium kening nya


"kita pulang mah? Ajak aura

__ADS_1


"tapi kita pamit dulu ya, dengan kakek dan nenek? Ajak tiya


"aku tunggu disini aja mah"aura enggan bergerak sama sekali karena dia sudah malas bertemu dengan uwa nya itu.


Eh anak mama gak boleh seperti ini"ucap tiya


sambil membisikan di telinga anak nya" sesakit apa pun kita di sakiti sama orang jangan dibalas biar Tuhan yang akan balas semua nya,tetaplah tersenyum biar orang yang membenci kita menganggap kita baik-baik saja dan tidak bisa di sentuh dengan kejahatan"terang tiya ke anak nya


Aura akhirnya ikut masuk kedalam untuk berpamitan dengan kakek nenek nya.


Ayah tiya curiga dengan anak dan cucunya tiba-tiba berpamitan padahal baru 1jam tiba dirumah nya.


"gak yah, tiya lupa hari ini ada klien penting yah? Nanti aura dan tiya pasti main lagi kesini"bohong tiya


Ibu nya tau kalau tiya sudah berbohong karena tadi icha adiknya tiya memberi tahu kalau tadi tiya di dapur di maki-maki eva.


Ibu nya memeluk aura dan menciumnya, besok nenek yang main kerumah kamu sama dillah dan salma ya?


Kamu baik-baik jaga mama kamu,, jangan lupa sholat dan berdoa"ucap sang nenek dengan meneteskan air mata lalu langsung di usap nya agar suami nya tidak melihat.

__ADS_1


__ADS_2