
selesai meeting ternyata Deby menghampiri Rendra menawarkan makan malam bersama bentuk rasa terima kasihnya.
"maaf nona Deby, saya tidak bisa karena ada acara hari ini.di lain waktu jika saya tidak ada janji akan menerima tawaran anda.."tolak Rendra secara halus.
"yaah sayang banget ya,,padahal saya yakin mas Rendra pasti tidak sibuk banget secara kan ada asisten"Manja Deby sambil melirik ke arah sakti yang langsung memalingkan mukanya.
"maaf bos kita sudah di tunggu klien di restoran yang sudah di sepakati,bahkan mereka sudah sampai. gak baik membuat mereka menunggu.."alasan sakti agar membuat Deby pergi
"saya permisi nona Deby.."tegas Rendra yang langsung meninggalkan Deby sendiri.
Deby menghentakkan high heels nya berkali-kali ke lantai
"enak aja mau ngabaikan seorang Deby.."gerutunya yang di ikuti assisten nya juga keluar dari ruangan meeting kantor Rendra.
Rendra dan sakti bergegas pergi karena kalau tidak menghindari wanita seperti Deby akan memaksakan diri.
"jam berapa janjian sama Tiya dan lainnya.."tanya Rendra
"jam 7 sih bos.."sahut sakti yang matanya fokus ke jalan
"sebaiknya bos jaga jarak dengan Bu Deby, seperti nya dia suka dengan bos.."jelas sakti.. maaf ya bos kalau saya bicara seperti itu.."
"aku tahu itu kok.."sahut Rendra
di perjalanan Rendra memejamkan matanya, sakti sesekali meliriknya.
sampai di cafe sakti segera memarkirkan mobil nya, lalu membangun kan Rendra.
"bos sudah sampai, itu Tiya juga baru sampai dengan sella.."tunjuk sakti sambil membangun kan Rendra
"oh,aku ketiduran ya.."jawab Rendra
lalu sakti membukakan pintu untuk Rendra,lalu mereka masuk kedalam cafe yang nampak bagian depan ruangan pertama sudah selesai di renovasi.
"wah..bagus banget.."Tiya dan sella terkagum hasil design Reza dan Yuri
"kereen banget, pengunjung cafe aku yakin pasti suka.."seru Rendra
"ruang VIP juga sudah selesai kok kak.."info Reza ke Rendra
semua melangkahkan kaki melihat bagian ruangan VIP
"ish ini seperti cafe mahal ya..keren banget.."kagum Tiya
Tiya gak sadar tangannya sudah bertautan di dengan jari Rendra.
Yuri dan yang lain nya melihat hanya senyum-senyum saja tidak berani meledek takut Tiya sensitif.
"kamu suka.."tanya Rendra
"ehem suka banget, keren loh.."sahut Tiya
__ADS_1
"aku yang pilihkan warna nya.."ucap Rendra langsung wajah nya di tatap oleh Tiya.
"makasih dan sangat elegan.."ucap Tiya
"hanya tinggal bagian belakang ya.. kemungkinan besok sudah di mulai pembuatan kolam nya dulu.."terang Yuri
"semangat.."seru sella
"ya sudah sekarang kita makan malam dulu ya..kalian mau makan dimana? tanya sakti
"aku ikutan aja..kebetulan udah lapar banget.."timpal Yuri yang dapat toyoran dari Reza
"lapar Mulu,, tadi Lo udah ngemil banyak cumiii.."ledek Reza
"lah design juga butuh asupan makanan..emang mau liatin gambar aja..sama tukang yang kerja udah kenyang gitu.."sahut Yuri
"sudah..sudah kalau tadi kalian berdua akur gak sih.."tanya sakti
"ngga.."jawab Reza dan Yuri berbarengan
"gue sih yakin mereka berdua dari tadi debat terus.."bisik sella ke telinga sakti
"ya sudah yuu,, jalan."ajak Rendra
mereka mengikuti Rendra keluar dari cafe, dan masuk ke dalam mobil yang sudah di atur tadi di dalam.
sakti,Yuri, Tiya dan Rendra. sedangkan Reza dengan sella
Tiya hanya diam saja , sesekali dia melirik Rendra yang sibuk membuka gadget nya untuk menjawab email.
ada rasa kesal Tiya yang merasa di cuekin oleh Rendra
tapi dia gak bisa protes karena dia bukan siapa-siapa.
sampai di resto sakti langsung memesan table untuk 6 orang
rendra menggenggam tangan Tiya masuk kedalam begitu juga dengan yang lainnya,mereka mengikuti Langkah Rendra dan sakti.
"mas Rendra,, hai gak nyangka kita bertemu di sini, apa ini nama nya jodoh.."sapa Deby
Tiya langsung melepaskan tangan Rendra dan berjalan beriringan dengan Reza.
"nona Deby..oh mohon maaf saya dengan teman-teman saya" sahut Rendra yang masih di dengar oleh Tiya
auto kesel banget Tiya mendengarkan penuturan Rendra.
sakti menepuk jidat nya,, "mampus kali ini si bos bakalan kelar deh hidupnya,kenapa harus jawab teman"lirih sakti yang di dengar oleh Yuri
"iya biar mati aja sekalian.."bisik Yuri di telinga sakti
"kek nya kita salah resto .."ucap Reza yang kesal lihat kakaknya
__ADS_1
"ayo pindah, selera lapar gue tiba-tiba menguap begitu aja, lihat orang bodoh.."sinis Reza yang ingin melangkah keluar langsung di tahan oleh Tiya.
Tiya menggelengkan kepala nya tanda untuk jangan pergi
"ayo kita duduk dan pesan makanan.."ajak Tiya yang menyembunyikan rasa cemburunya lewat senyum manis
"Lo gak lagi baik-baik aja kan.."bisik sella
"akhirnya aku tahu siapa lelaki itu, yang gak bisa menjaga sikap.."bisik Tiya
sementara rendra gak sadar kalau sudah di sindir adik nya
malah ke asikan bicara dengan Deby.
dia melupakan pesan sakti sewaktu di mobil tadi, bahkan dia lupa ada Tiya yang sudah lepas dari genggaman nya.
seolah Rendra terpesona dengan seorang wanita yang di hadapannya.
mereka asik berbicara sambil berdiri,bahkan lupa kalau yang lain sudah menunggunya untuk makan.
"itu orang punya otak gak sih,dia yang ngajak makan malah asik sama cewe gatal.."sinis Reza
"dasar gak punya sikap..kalau ada lelaki yang benar-benar serius sama Lo nih, langsung gue minta itu cowo melamar Lo. gak usah Lo tunggu dia.."tunjuk Reza dengan dagu nya ke Tiya.
"sudah jangan emosi lebih baik kita makan saja.."ucap Tiya dengan tenang.
"mba panggil sakti dia memanggil pelayan
"tolong di bungkus saja.."nanti saya tunggu di lobby.."perintah sakti yang juga kesal dengan Rendra
"kalian pulang dengan Reza dulu, makanan nanti aku kirim kerumah.."perintah sakti
Tiya terpaku dengan sakti dan Reza yang sangat peduli dengan hati nya.
"nanti beli roti ya..buat ganjel perut.."seru sella
"iya tenang saja.."jawab Reza
mereka meninggalkan Rendra tanpa pamit lagi
tinggallah sakti sendiri yang menunggu makanan.
makanan selesai di bungkus, sakti menghampiri Rendra
"bos mau pulang bareng apa gimana ? tanya sakti
"loh kan belum pesan makanan.."jawab Rendra
"yang Lain sudah pulang jadi saya juga mau pulang bos.."ucap sakti sinis
Rendra langsung kelabakan pas melihat kebelakang sudah gak ada Tiya dan lain nya. rasa takut menyelimuti hati nya
__ADS_1
"sudah terlambat bos,,lebih baik jauhi teman saya.."ucap sakti yang menepuk bahu Rendra dan melangkah pergi meninggalkan Rendra yang terpaku menatap sakti pergi.