
pertemuan Tiya dan Kiki mengobati kerinduan mereka yang bertahun-tahun berpisah, dulu Tiya selalu cemburu jika Kiki dekat dengan wanita lain.
apa itu cemburu karna cinta monyet nya, karna saat itu masih SMP.
mereka bertukar resep kue serta makanan, saling menyambungkan ide-ide mereka. bahkan sampai lupa hari sudah menjelang sore.
"kapan-kapan gue kenalin Lo sama aura ya? sekarang gue mau balik dulu,gak enak yang lain udah nungguin gue.."tutur tiya
"mana nomor ponsel Lo? pinta Kiki
Tiya mengeluarkan ponsel nya lalu di berikan ke kiki untuk memasukan nomor ponsel Kiki duluan, Kiki mengambil nya lalu mengetik nomor nya dan tidak lupa menelpon balik ke ponsel nya sendiri.
"ini ponsel mu,, nanti malam aku hubungin kamu.."ujar Kiki
"Tante, Reza sering-sering mampir ya,, selalu ada cake terbaru loh.."seru Kiki
"siap,,sekalian kita sharing ya soal cafe.."Reza menepuk bahu Kiki tanda permisi dan lain kali akan datang lagi.
"makasih untuk buah tangan nya.."seru mamih sakti
Kiki melambaikan tangan nya , pas mobil yang di tumpangi Tiya berlalu dari hadapan nya.
ada seberkas senyum terlihat dari wajah Kiki, teman lama yang selalu ada di hati nya.
bahkan almarhum calon istrinya dulu hampir mirip sifat nya dengan Tiya, sehingga Kiki jatuh hati dan bisa melupakan Tiya.
"Tiya sepertinya sudah dekat dengan Kiki ya.."tanya bunda
"sudah Bun dari kita TK, tinggal di asrama TNI karena ayah aku dan ayah Kiki sama-sama bertugas di tempat yang sama bun..jelas Tiya, yang membuat bunda dan yang lain nya paham.
"undang lah dia kerumah jika ada waktu senggang,kenalkan ke ayah juga ."ujar bunda
"baik Bun, nanti Tiya hubungi Kiki ya Bun? tutur tiya
ada senyum tipis di wajah Tiya, degub jantung nya berdetak ketika menyebut nama Kiki.
"ahh hanya perasaan biasa saja karna baru bertemu.."bathin Tiya.
sampai di rumah bunda mereka sudah dapat protes keras dari aura dan ayah Bambang.
bunda memberi kode dan melirik ke arah Tiya, tanpa menjawab ayah Bambang menarik istri nya untuk masuk ke kamar. guna menceritakan kejadian apa, yang membuat Tiya senyum-senyum sendirian.
__ADS_1
"ayah kira, gara-gara Rendra, Tiya jadi aneh.. oh jadi habis bertemu teman lamanya..!! apa jangan-jangan dulu Tiya ada rasa sama teman nya itu Bun.."ujar ayah Bambang
"bisa jadi,yah.. dari tadi Tiya bahagia banget bahkan dia lupa akan sakit hati nya.."sahut bunda
"bagus kalau begitu, Ndak usah repot-repot lagi. untuk menghibur Tiya.."timpal ayah.
lalu bunda membersihkan diri, setelah membersihkan diri. bunda langsung keluar kamar menuju dapur untuk mempersiapkan makan malam.
sedang sibuk di dapur meracik makanan tiba-tiba di kagetkan oleh teriakan Tiya
"bundaaaaaaaa, Kiki mau Bun. besok ke sini untuk makan malam"teriak Tiya sambil memeluk bunda saking bahagia nya .
"kita masak apa ya Bun, untuk besok. biar tiya yang masak ya Bun.."Tiya terus berceloteh
bunda hanya geleng-geleng kepala saja, dia yakin kalau anak ini sedang jatuh cinta.
"kayak nya ada yang dapat lotre nih.."sindir Reza
"Sok tahu.."sahut Tiya
"nah itu senyum-senyum, gue takut ketularan sakit.."bisik Reza yang langsung berlarian masuk ke ruang tamu.
"dasar,Reza gilaaaa.."teriak Tiya
mereka mempersiapkan makan malam dengan rapih bahkan bunda untuk masak tidak mau di bantu oleh art.
lebih senang memasak dan menyajikan sendiri kalau untuk suaminya.
"mamih kemana? tanya Tiya
"dengan aura di taman belakang,mungkin sedang asik jadi lupa bantu kita.."canda bunda
Tiya melangkahkan kaki nya keluar dari dapur menuju halaman belakang yang sangat indah, karena banyak sekali bunga dan pepohonan yang di tanam.
ada pohon mangga,pohon jambu,belimbing, sayur-sayuran yang sangat hijau,tomat, cabe
mata Tiya di manjakan dengan kelebatan buah-buahan yang ada di halaman belakang.
ada kolam ikan juga,,"pantes saja bunda gak mau di ajak ke pasar..boleh ambil dari kebun.."bathin Tiya
"mamih betah tinggal disini loh, jadi malas pulang. mau apa-apa tinggal petik saja.."ucapan mamih mengagetkan Tiya ternyata mamih dan aura sudah ada di belakang Tiya.
__ADS_1
"iya mih,, besok apa perlu kita tambahkan sayuran yang lainnya.."tanya Tiya
"boleh,,yu. besok pagi kita cari di tukang jual pohonan bibit untuk sayuran nya.."tutur mamih
lalu mereka bertiga masuk kedalam menunju Meja makan tapi sebelumnya mereka mencuci tangan dahulu.
di meja makan sudah nampak Reza,ayah dan bunda. lalu Tiya, mamih dan aura pun ikut bergabung dan duduk di antara mereka.
"wah..pasti masakan mbak yu sangat lezat nih..apa lagi hasil kebun ya? jadi masih ada rasa manis-manis nya.."tutur mamih
"iya ,semanis orang yang sedang jatuh cinta.."timpal Reza
yang di balas dengan pelototan mata Tiya, sedangkan yang lain hanya tertawa saja.
"mih, besok aku mau balik dulu ke Jakarta. kata Yuri ada yang penting..apa mamih mau ikut pulang atau masih mau di sini. nanti hari Jumat rencana nya pasukan barongsai mau merapat ke sini semua.."terang Reza
"kamu sama saja seperti sakti,nyuruh mamih pulang terus..selama calon besan belum mengusir mamih. ya..mamih masih mau disini lah.."Rajuk mamih sakti
bunda hanya terkekeh saja, karna bunda senang ada teman seumuran dengan nya bisa berbagi hobi.
"besan mau pindah kesini pun kita dengan tangan terbuka loh.."tutur ayah Bambang
"bagaimana kalau besok anak-anak datang kita minta mereka untuk bertunangan saja.."ide mamih
"saya sih setuju saja,tapi sebelumnya kita tanya ke Yuri dan sakti terdahulu ya? "sahut bunda dengan senyuman
yaahh yang ada banyak banget alesan mereka.."jawab mamih lesu
"kita tunggu saja nanti mbak.."ucap bunda sambil mengusap lengan mamih sakti
tak terasa malam pun makin larut, Tiya dan aura sudah tertidur selepas sholat isya. mereka tidak mengikut berbincang tadi.
akhirnya penghuni rumah pun sepi karena sudah terlelap.
sedangkan tengah malam begini, Rendra masih berkutat dengan pekerjaannya.
dengan cara seperti ini dia belajar melupakan Tiya, tapi dia juga masih terus mencari dimana Tiya pergi.
Rendra ingin meminta maaf dan tidak akan mengulangi nya lagi.
sedangkan Rendra saat ini masih di dekati oleh Deby, bahkan Rendra tidak pernah menolak ajakan Deby.
__ADS_1
itu yang membuat sakti mengunci mulutnya dengan rapat.