Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 14


__ADS_3

Sean memeluk erat Laura dan membawanya ke tempat dimana tidak ada seorangpun yang dapat melihat mereka, dia melepaskan pelukannya dan menatap lekat-lekat wajah yang entah kapan Sean sangat merindukannya.


"Kau disini rupanya? Kau tahu, aku seperti gila ketika aku tidak menemukanmu di manapun."


Sorot matanya tajam memandang mata tosca yang sedikit berair ketika merasakan kerinduan di hatinya tapi Laura menepisnya dan tidak mau mengakuinya.


"Aku..aku di tolong oleh lori dia menemukanku di tepi pantai setelah badai waktu itu." Ucap Laura.


Senyum merekah di wajah Sean, dia menatap Laura, tanpa menunggu lama dia mengecup perlahan bibirnya memujanya dan menjelajahinya dengan lembut. Laura terhanyut dalam dekapan Sean yang menciumnya dengan lembut tanpa kekasaran sedikitpun, dia membalas ciuman sean dengan memeluknya.


Sean mengangkat tubuh Laura ke tepi pantai, di sana begitu sepi di bawah batu karang dia menurunkan Laura dan mulai mendekapnya erat, suara nyanyian hewan malam terdengar menutupi setiap desahan dan erangan dari mulut mereka berdua.


Sean menjelajahi setiap lekukan ditubuh Laura dan memujanya, Laura memekik ketika Sean berada di sana, tempat yang begitu sensitif bagi Laura, dengan sekali hentakan sean kini berada di dalam diri Laura, menggerakkan tubuhnya dengan tempo yang lembut membuat Laura menggerakkan tubuhnya dengan liar, "Sstt, diamlah sayang suara manismu akan mengganggu hewan di dalam hutan." Ucap Sean sambil tersenyum.


Laura tidak memperdulikan kata-kata Sean, dia sudah hanyut dalam gairah sean dan ketika Laura memeluk erat sean, akhirnya Sean menggerak-gerakkan tubuhnya dengan keras dengan tempo cepat, suara desahan mereka mengalahkan suara hewan malam, sehingga Sean dengan ahlinya kembali membawa Laura hanyut dalam pelepasannya bersamanya.


Rembulan malam menyinari kedua insan itu, Laura mendekap erat tubuh Sean dan bersandar di dada bidangnya.


"Sean? Kau merobek bajuku lagi?" Tanya Laura menatap bajunya yang sudah robek menjauh dan jatuh di atas tanah dengan mengenaskan.


"Bagaimana aku bisa pulang dengan keadaan seperti ini?" Ucap laura.


Sean tertawa dan mengecup kening Laura, jangan salahkan aku, aku begitu merindukanmu laura, aku tidak memikirkan apapun selain aku ingin berada di dalam dirimu begitu kasar, hanya itu yang aku inginkan.


Laura mencubit perut Sean, dan menyembunyikan wajahnya mendengar kata-kata vulgar Sean, apalagi sekarang dia sama sekali tidak mengenakan apapun hanya baju Sean yang menutupi bagian sensitif Laura.


"Aku akan kembali membawamu ke kapal bersamaku Laura, kau menyukainya atau tidak, aku tetap akan membawamu." Ucap Sean egois.

__ADS_1


"Terserah padamu Sean, walaupun aku berlari dan menjauh darimu kau masih bisa menemukanku." kata Laura mendekatkan tubuhnya ke Sean Karena angin laut mulai bertiup kencang dan dia merasa kedinginan.


"Kemarilah." Ucap Sean memeluk Laura agar angin tidak menerpa tubuhnya.


"Aku harus pulang Sean, lori akan mencariku." Sean memeluk erat Laura dan mengecup kepalanya.


"Baiklah sayang, mereka akhirnya bangun, Laura mengenakan baju Sean yang kebesaran, sedangkan Sean hanya mengenakan celana panjangnya yang cepat-cepat di kenakannya dengan bertelanjang dada dia menggendong Laura dan berjalan menyusuri hutan menuju rumah lori.


~


Napasnya begitu berat, terdengar geraman marah dari dalam hutan yang memandang mereka sejak tadi, wajah Edmund membingkai dengan tatapan tajam.


"Cih, seorang perompak laura? Aku tidak tahu kau memiliki kekasih begitu rendah." Ucapnya sambil menatap mereka berdua dari jarak jauh. Matanya berkilat tajam penuh keinginan dan kemarahan.


~


"Baiklah, besok aku akan menjemputmu kau harus siap-siap dan berpamitan dengan temanmu itu." Ucap Sean.


Sebelum pergi dia mengecup bibir Laura dan segera kembali ke kapalnya.


Laura berjalan perlahan, tubuhnya penuh dengan pasir sehabis bercinta bersama sean di pantai tadi. "Seorang perompak laura eh?" Suara berat itu mengagetkan Laura, dia berbalik dan melihat Edmund keluar dari dalam hutan, matanya menjelajahi tubuh Laura yang hanya mengenakan kemeja Sean tanpa ada yang menutupi kakinya.


"Sepertinya kau bersenang-senang." ucapnya dengan tatapan merendahkan. Laura mundur beberapa langkah dan segera berbalik tapi tangan Edmund menariknya keras hingga Laura terjatuh di tanah, Edmund membawanya ke dalam hutan, dia menarik paksa Laura yang meronta padanya, tangan kasarnya membuat liontin Laura terhempas jauh, dia menjulang di atas tubuh Laura dan mencoba menciumnya tetapi suara langkah kaki dari dalam hutan menghentikannya.


Laura mendorong Edmund dan segera berlari ke rumah lori dengan mengetuk keras di pintunya. Lori membukanya dengan begitu terkejut melihat kondisi Laura yang tubuhnya di penuhi dengan pasir dan dedaunan.


"Ada apa sayang? Ada yang mengejarmu?" Tanyanya sambil memegang dadanya dan mengintip dari pintu luar.

__ADS_1


"Lori, tolong aku, jika ada yang mencariku katakan padanya aku belum pulang please lori !!" Isak Laura.


"Baiklah sayang, cepatlah masuk dan sembunyi."


Suara ketukan terdengar dari pintu lori, dia segera membukanya dan menatap Edmund yang mengedarkan pandangannya ke ruangan lori.


"Ada apa sir? Ngomong-ngomong dimana Laura? Dia belum pulang sejak tadi pagi." Ucap lori dengan acting yang sempurna.


Mata Edmund menatapnya, mencari kebohongan di wajah lori.


"Beritahu aku jika dia sudah pulang, besok aku akan datang lagi !" Ucap Edmund kemudian tanpa berkata-kata lagi dia akhirnya pergi dari rumah lori.


Lori berlari-lari menemui Laura dan mengambil handuk untuk membersihkan tubuh Laura dari pasir.


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang?" Tanyanya.


Setelah Laura merasa aman dan tenang, dengan ragu dan menunduk Laura menceritakan semuanya kepada lori di desa mana dia tinggal, pertemuannya dengan Sean dan Edmund, serta bagaimana Sean menculiknya dan menjadikan laura tempat menghangatkan tempat tidur Sean setiap malam di atas lautan dan akhirnya berakhir di desa kaali.


Lori menelan ludahnya, mendengar cerita laura membuat dadanya naik turun, "Se.. setiap malam?" ucapnya, ia seakan mendengarkan sebuah cerita romantis yang membuat aliran darahnya berdesir.


"Oh Laura sayang kau harus bertahan, tapi....apakah kau mencintai perompak bernama Sean itu?" Tanyanya.


"Aku tidak yakin dengan perasaanku lori, saat aku tidak melihatnya aku merindukannya tetapi ketika aku bersamanya sering kali ada keinginan untuk lari darinya." Ucap Laura terasa pedih.


"Jangan terburu-buru sayang, kau harus yakin dengan perasaanmu, sekarang kau harus mandi dan bersihkan dirimu sayang." Ucap lori kepadanya.


Laura berendam di air hangat, tubuhnya terasa lengket dan pegal, dia mencoba menenangkan dirinya, ketakutannya terhadap Edmund membuatnya merinding, dia akhirnya keluar dari bak mandi dan mengenakan pakaiannya dan berbaring di atas tempat tidurnya, mencoba menutup matanya yang tidak ngantuk.

__ADS_1


__ADS_2