Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 9


__ADS_3

Sean menatap ke arah Laura baru kali ini perasaan aneh berkecamuk didadanya, Dia adalah pria yang hidup di lautan, berlabuh dari satu negara ke negara lainnya, dia biasa menghabiskan waktu bersama wanita-wanita dan pergi begitu saja tanpa perasaan apapun, namun perasaan bersalah kini hinggap di kepalanya, dia ingin menghibur Laura, ingin memeluknya dan mengatakan semua akan baik-baik saja, hal itu sudah berputar di kepalanya.


Laura menangis dan tidur menyamping dengan selimut menutupi tubuhnya, Sean sudah mengenakan pakaiannya, dia menatap Laura dan mengacak-acak rambutnya yang panjang, dia merasa serba salah, Sean mengetahui dia adalah pria pertama bagi Laura.


Gadis itu kini menangis sesenggukan, Sean menghampirinya lalu duduk di tepi tempat tidur. Air matanya jatuh membasahi wajah cantiknya. Seketika matanya melebar menatap Sean yang mendekatinya, "Menjauh dariku ! Jangan menyentuhku, kau brengsek, perompak kasar, aku membencimu."


Laura kembali menangis, menutup matanya dia tidak mau menatap Sean yang masih duduk di sampingnya. Sein tidak memperdulikan kata-kata kasarnya, dia menyentak Laura hingga terbangun dari tidurnya, dia lalu memeluknya lembut meskipun Laura mendorongnya sekuat tenaga.


"Jangan menolakku Laura, meskipun kau menghunuskan pedang di leherku aku akan tetap datang untukmu, dan bercinta denganmu, suka atau tidak, kau harus menerima diriku, aku akan datang lagi." Dia menatap mata tosca yang sudah tergenang dengan air mata lalu mengecup bibir Laura lembut.


~


Kapalnya tersembunyi dibawah jurang yang curam, dia bersama awak-awak kapalnya sedang menyusun rencana, perasaan Sean sedang buruk, dia sama sekali tidak berkonsentrasi terhadap pembicaraan yang berlangsung.


"Bagaimana menurutmu kapten?" tanya rembo sambil melebarkan peta. Sean duduk dengan menopang tangan di dagunya.


"Lanjutkan saja, aku harus pergi."


Sean keluar dan duduk di geladak atas memandangi lautan yang terhampar luas di hadapannya, matanya menerawang tetapi kepalanya masih merekam jelas wajah cantik Laura yang menangis sesenggukan di tempat tidurnya.


"Kau seperti memikirkan sesuatu? ada apa kapten? seorang wanita?" tebak Albert yang memainkan pisau lipatnya, dia adalah wakil kapten ketika Sean tidak berada di kapal. Dia mengedarkan pandangannya, lalu menatap Albert.


"Aku pergi sebentar Al." Dia lalu meninggalkan kapal dan hendak menemui laura.


Rumah di dekat pantai itu di datangi oleh banyak orang, wajahnya memerah menangis tersedu-sedu, laura terisak memanggil-manggil ibunya, Sean menatap dari kejauhan, dia memandang kain yang tertutup, dan Laura menangis di sebelahnya. Ibunya meninggal dunia, mayatnya ditemukan di kamar tidurnya, Laura yang hendak membangunkan ibunya pagi itu tidak bersuara sedikitpun, hingga dia membuka paksa pintu kamarnya dan mendapati ibunya terbaring dan tidak bernyawa lagi.


Hati Laura begitu sakit, pagi tadi kesuciannya telah terenggut oleh perompak kasar itu dan ibunya meninggalkannya diwaktu itu juga, dia terisak, menangis memanggil-manggil ibunya, beberapa temannya menemani Laura dan menenangkannya.

__ADS_1


Kesunyian begitu terasa, lampu yang berpendar hanya menerangi kamar ibunya, Laura sedang tertidur membaringkan tubuhnya dan memeluk baju-baju ibunya. Suara langkah kaki mendekati Laura, badannya melayang diudara, Sean mengangkat tubuhnya ke kamar Laura dan membaringkannya.


Wajahnya begitu pucat, tubuhnya sangat lemah karena seringnya menangis. Sean duduk di tepi tempat tidur dan menghapus air matanya.


Laura membuka matanya yang berat, seketika wajah pria yang dibencinya berada di hadapannya. Dia lalu terduduk ketakutan, tubuhnya bergeser menjauh. "Pergi ! jangan mendekatiku."


Sean menarik tubuh Laura hingga membentur tubuhnya, "Aku sudah katakan padamu Laura, aku tidak perduli kau suka atau tidak, aku akan datang lagi dan bercinta denganmu."


Entah mengapa Sean selalu mengatakan kata-kata kasarnya pada Laura, setelah itu dia akan mengutuk dirinya sendiri, dia tidak ingin wanita itu terluka, tetapi sekali lagi dia yang membuat Laura menderita dan terluka.


Sean lalu menyerang bibir Laura yang lemah, melumatnya hingga membengkak, Laura mengambil napas dalam-dalam, ketika Sean melonggarkan ciumannya.


Tangannya mulai menjelajahi tubuh Laura lalu dengan sekali tarikan keras pakaian yang dikenakan Laura robek tidak berbentuk lagi, Sean mencium tubuh Laura hingga dia mendesah hebat. Napasnya keras tidak beraturan.


Laura mengerang, sekali hentakan keras dari Sean dia dapat memiliki tubuh Laura sekali lagi dan mereka menyatu dengan panas, Sean Bergerak-gerak kasar ketika menghujam Laura hingga Laura berteriak kencang ketika klimaks menghujamnya, hingga malam sangat larut Sean akhirnya menghentikan percintaannya dengan laura, setelah beberapa posisi yang dilakukannya ketika bercinta dengan laura, beberapa kali Laura dibuat seperti jatuh ditepi jurang ketika dia mendapatkan pelepasannya.


Laura tertidur pulas, dia tidak mengetahui rencana Sean, malam itu juga sean berencana membawa Laura ke kapalnya, dia akan membawanya mengarungi lautan.


Laura merasa tubuhnya melayang-layang, dekapan hangat seseorang membuatnya tenang, sesekali Sean mengecup keningnya, setelah sampai di kapal, Sean membaringkan Laura di tempat tidurnya lalu menyelimutinya.


Sean keluar dari kabinnya setelah meninggalkan Laura terhenyak dalam tidur pulasnya.


"Seorang wanita Sean?? kau ingin membawanya?" tanya albert terkekeh. Sean membiarkan rambutnya yang panjang sebahu tertiup angin malam.


"Aku akan membawanya, dia milikku sekarang, beritahu awak kapal lainnya jangan pernah berbicara apalagi menyentuh milikku."


Albert tersenyum. "Apa yang menjadi milikmu tidak mungkin kami sentuh Sean, kau tahu itu dengan jelas."

__ADS_1


"Jadi, gadis itu menginginkan ikut denganmu?" tanya albert, Sean menatapnya datar.


"Aku merenggut kesuciannya pagi ini, jadi tentu saja dia membenciku, bahkan mengutukku tapi sekarang dia sudah menjadi milikku dia menyukainya atau tidak, itu sudah menjadi takdirnya karena bertemu denganku." Sein menyandarkan tubuhnya sesekali matanya melirik pintu kapal.


~


Suasana riuh sedang berlangsung di kapal pesiar mewah itu, mereka tidak berhenti berpesta merayakan pertunangan Edmund dan Rosalie wanita yang berasal dari swedia, Rambut coklatnya tertata rapi, Edmund mengenakan jas hitam panjang, dia bersandar di salah satu dinding kapal, matanya menerawang mencari-cari seseorang, beberapa pelayan wanita sedang melewatinya, mata Edmund tidak berhenti memandang pelayan-pelayan itu, dia sedang mencari seseorang.


"Mr.Edmund? mau berdansa denganku?"


Rosalie mendatangi Edmund dengan senyum memikat lalu menawarkan minuman padanya.


Edmund menatap Rosalie, kemudian menilainya. Cantik, mata coklat yang dalam, rambut pirang berombak dengan bibir tipis, dada dengan ukuran biasa saja. Tetapi entah mengapa Edmund tidak menginginkan wanita itu menyentuhnya, dia sedang malas melakukan apapun.


"Lady Rosalie, sebaiknya kau pulang ke Swedia, aku sama sekali tidak tertarik menikah saat ini, jadi ! sebaiknya hentikan lelucon ini." Kata Edmund sambil menyesap minumannya, wajah Rosalie memerah, genangan air di matanya mulai merebak, bibir tipisnya mengerucut.


"Aku...aku akan melaporkanmu kepada ibuku, kau tidak sopan Mr Edmund, kau pikir wanita cantik sepertiku bisa kau dapatkan di manapun? aku..aku..akan laporkan ke nenekmu."Dia mengeluarkan saputangannya dan menangis dengan sesenggukan berlari memeluk ibunya.


Edmund memutar matanya, dia sama sekali tidak perduli, dia berjalan meninggalkan tempat itu dan bergumam, "Aku telah mencium wanita lebih cantik darimu kemarin siang."


~


Laura mencoba membuka matanya yang berat, tubuhnya sangat nyeri dan sakit di beberapa bagian. Angin laut menyerbu kulit pucatnya, dia mengambil selimut dan mencoba menyadarkan dirinya. Dia menatap tempat itu, berupa kamar yang kecil dan beberapa pakaian dan barang lain yang tidak dikenalnya, matanya menjelajahi tempat itu.


"Aku ada dimana? gumamnya serak.


"Kau ada di kapalku Laura, kau akan ikut bersamaku....mengarungi lautan." Sean bersandar di pintu kabin memperhatikan Laura yang sejak tadi tertidur.

__ADS_1


__ADS_2