
Sean berlari menyusuri koridor-koridor panjang di antara kamar-kamar sambil berteriak-teriak mencari Laura. Beberapa pembajak yang mendengarnya langsung saja mengejar Sean dan menembakkan senjata ke arahnya, Sean yang sudah begitu berpengalaman bertarung, dengan cepat menjatuhkan orang-orang itu.
Peluh membasahi tubuh Sean, dia membuka kamar demi kamar mencari keberadaan lauranya. Ketika dia membuka pintu dia melihat Laura sedang duduk seorang diri di atas kursi, dia berlari dan memeluk tubuh Laura dengan erat.
"Kau tidak apa-apa? Apakah dia melukaimu?" Tanya Sean sambil memegang wajah Laura yang pucat karena muntahannya tidak berhenti.
"Aku pusing Sean, aku tadi muntah-muntah, jadi Edmund meninggalkan aku begitu saja." Ucap Laura sambil menutup kembali mulutnya yang ingin muntah. Sean kembali memeluk erat Laura.
Dia mengangkat Laura ala bridal style dan meninggalkan tempat itu, dengan perlahan dia menunduk melihat keadaan sekitar. Tidak lama kemudian suara terompet kapal dari kejauhan terdengar begitu besar, Sean tersenyum.
"Kau dengar? Itu kapal bantuan, sebentar lagi mereka semua akan di tangkap." Terdengar Suara orang-orang yang berlarian di sepanjang koridor, para pembajak yang belum tertangkap ingin bersembunyi tetapi rembo dan teman-temannya dengan cekatan meringkus mereka dan membawanya ke dek atas.
Mereka semua di tangkap dan diikat di tengah-tengah kapal. Semua orang sudah berada di sana, ketika Sean dan Laura keluar, max tengah berlari ketika melihat ayah dan ibunya.
"Mommy?? Mommy dari Mana saja." Ucap max memeluk ibunya. Tuan windsor begitu murka dia meminta kapal bantuan dari kepolisian Inggris dan mereka dengan sigap segera menuju ke kapal mereka.
Sean mengedarkan pandangannya, menatap para perompak dan pembajak yang di bayar oleh Walter dan Edmund. Tetapi di mana mereka? Keduanya tidak nampak di kapal itu, mereka sepertinya bersembunyi ketika melihat berbagai kapal telah berkumpul di sekitar kapal mereka, mengurung dan mengisolasi kapal agar mereka tidak melarikan diri.
"Dimana Edmund?" Ucap Sean.
Tuan Windsor yang mendengarnya heran dengan perkataan Sean.
"Mengapa kau mencari Edmund?" Tanyanya.
"Dia bermaksud menculik Laura, dia bekerja sama dengan Jon Walter dan membayar perompak-perompak ini." Ucap Sean sambil menunjuk para pembajak dan perompak yang terikat di sana.
Tuan Windsor begitu marah, dia menutup matanya dan mengira-ngira akan bahaya yang akan dilakukan keponakannya itu, dia tidak menyangka edmund akan melakukan kejahatan seperti ini, sejak dia menyelidiki Edmund, beberapa informasi yang disampaikan oleh orang-orang tuan Windsor membuatnya curiga dan bertanya-tanya, mengapa dia selalu bepergian ke kediaman Jon Walter.
"Jadi, dia ada di sini? Di mana Walter sekarang?" Ucap tuan windsor.
"Sepertinya dia sedang bersembunyi." Ucap Sean.
"Sebastian !" Teriak tuan Windsor.
"Sebarkan orang-orangmu di semua tempat di kapal ini dan cari sampai kalian temukan pria bernama Walter, dan bawa dia kehadapanku."
__ADS_1
"Baik tuan." Jawabnya.
Sean memegang tangan Laura dan membawanya menjauh dari mereka semua yang ada di sana, mereka berada di haluan kapal.
"Laura, kau baik-baik saja? Apakah Edmund menyakitimu?" Tanya Sean memegang wajah Laura dan memeluk tubuhnya.
Laura menggelengkan kepalanya. "Tidak Sean, setelah aku muntah-muntah dia pergi begitu saja, aku bersyukur mual-mualku datang di saat yang begitu tepat." Ucap Laura membaringkan tubuhnya di dada Sean.
"Gara-gara pengacau-pengacau itu, pernikahan kita tertunda." Ucap sean sambil memeluk erat Laura.
Laura tersenyum senang mendengarnya. "Setelah kekacauan ini berakhir kita akan menikah, apapun yang terjadi." Bisik Sean.
"Dimana mommy dan Daddy nenek?" Tanya max, melihat orang-orang yang berada di sekeliling kapal, sebagian tamu sudah masuk ke dalam ruangan karena udara yang dingin, tetapi keluarga windsor masih berdiri di sana, mereka ingin melihat para perompak ini di tangkap dan dibawa oleh kapal-kapal polisi yang hampir tiba.
Max berlari menghampiri ayah dan ibunya ketika dia melihatnya sedang berada di haluan kapal.
"Mommy, Daddy." Teriak max, tetapi tiba-tiba max menghentikan langkahnya ketika melihat seorang pria berada di belakang Sean membidiknya dengan senjata tidak jauh darinya.
Max kemudian berteriak kencang, semua orang di geladak melihat ke arah Sean dan Laura yang berada di haluan kapal.
Sean berbalik, dia begitu terkejut kemudian dia mendorong Laura ke samping hingga terjatuh ke lantai karena pada saat itu Walter menembakkan senjatanya tepat di lengan Sean sehingga dia terdorong ke belakang.
"SEAN !"
Teriakan Laura begitu keras memekakkan telinga, orang-orang Sean yang ada di sana dengan cepat meringkus Walter dan menembakkan senjata ke kakinya hingga ia terjatuh.
Laura berlari ingin memegang Sean tetapi tubuh Sean tidak seimbang sehingga Sean terdorong kebelakang dan jatuh ke lautan, dengan tatapan matanya yang masih tertuju ke arah Laura, Sean menatap Laura hingga dia tidak terlihat di lautan yang dalam.
"SEANNN!" Teriak Laura ingin menggapainya tapi terlambat, Sean telah jatuh ke lautan dari tempat yang begitu tinggi.
Suara Laura menggema memanggil-manggilnya. Seseorang memegang tangan Laura yang memberontak ingin melompat dan menyusul Sean yang sudah terjatuh, dia menangis keras.
"Laura, berhentilah menangis, aku tidak menyangka akan melakukan hal ini." Ucap suara seseorang di samping Laura. Edmund menatap dalam wajah Laura, lalu membisikkan sesuatu di telinganya. Tidak begitu lama, dia akhirnya melompat kelautan mencari Sean.
beberapa awak kapal sean sedang berusaha menolongnya, tetapi sesuatu mengalihkan pandangan Laura, Edmund yang sudah melompat, dan suara orang-orang yang berada di sekitarnya.
__ADS_1
Laura masih berteriak-teriak memanggil Sean, di sampingnya ayah dan ibunya memegang tubuh Laura yang berada di ujung haluan.
Sekoci sudah berada di lautan mencari keberadaan Sean, awak kapal sean juga ikut turun dan berada di beberapa perahu penyelamat dan sedang mencari-carinya, setelah mencari cukup jauh dari kapal, akhirnya seseorang berteriak keras kepada yang lainnya.
"DI SINI, SEBELAH SINI." teriak rembo.
Rembo dan kawan-kawannya melihat Sean yang sedang terapung-apung dengan kayu di atasnya. Rembo dengan cepat mengarahkan sekoci ke tempat Sean yang sedang tidak sadarkan diri.
"KAPTEN ! KAPTEN! Teriak rembo dengan cepat mereka mengangkat Sean ke atas sekoci lalu membaringkannya di atasnya, setelah itu mereka membawanya menuju kapal.
"Kapten?? Kapten?" Ucap rembo menepuk-nepuk pipi Sean, dan dengan segera saja Sean terbatuk-batuk dengan air yang keluar dari mulutnya.
Lengannya banyak mengeluarkan darah Karena tembakan Walter, Al segera membalut lengan Sean agar darahnya dapat berhenti mengalir.
Sean membisikkan sesuatu kepada rembo yang ada di sebelahnya.
"Kapten? Ada apa?" Tanyanya.
Sean bergumam, matanya masih menutup tetapi dia masih menyebutkan satu nama dengan begitu pelan.
"Ada apa kapten?"
"Ed....Ed..edmund, cari dia..." Ucap Sean.
"Edmund?" Rembo berbalik menatap Albert.
"Mengapa kapten mencari Edmund?" Tanyanya. Tiba-tiba Albert memandang di sekitaran lautan yang ombaknya cukup besar.
"Aku melihat pria itu berada di samping nyonya Laura tadi ketika kapten terjatuh, tetapi tiba-tiba dia sudah tidak ada, apakah dia tadi melompat? Apakah dia yang menyelamatkan kapten?" Ucapnya.
Albert memanggil beberapa perahu penyelamat. Ketika perahu penyelamat itu mendekati sekocinya, Albert memerintahkan mereka untuk mencari seseorang di sekitar kapal pesiar dan menyusuri semua tempat sebelum gelap.
7 sekoci di turunkan untuk mencari keberadaan edmund, sampai jarak yang begitu jauh dari kapal, tetapi setelah beberapa jam di lautan mereka tidak menemukannya.
"Sepertinya pria yang menolong kapten telah di bawa oleh ombak, entah apakah dia masih hidup atau dia sudah...." Ucap rembo memandang lautan yang tidak berujung.
__ADS_1