Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 49


__ADS_3

Senjata api dengan Laras panjang masih tertuju kepada Sean, wajah Walter yang tertawa keras membuat wajahnya lebih mengerikan di bandingkan biasanya, tawa gilanya membuat Edmund menggeleng.


"Berhentilah tertawa Jon, kau tampak lebih mengerikan." Ucap Edmund jijik menatap Jon dengan seringai kejamnya.


"Berisik, kau ambil saja apa yang kau inginkan dan aku akan mengambil apa yang sudah lama kutunggu-tunggu." Ucapnya.


Sean menggeram, dia menatap dengan hati-hati di sekitarnya dan melihat tongkat milik tuan Windsor tergeletak di samping Laura. Dia mencoba mundur sedikit, untuk lebih dekat kepada tongkat itu.


"Jangan bergerak, kau ingin mati? Jika kau ingin nyawamu masih berada di tubuhmu maka ikuti perintahku, kau mengerti?" Ucap Jon menatap senang melihat wajah Sean yang murka seakan ingin membenamkannya di tanah.


Edmund melangkah maju mendekat ke arah sean, dia ingin mengambil Laura dari sisi Sean. Tentu saja Sean menghalanginya hingga mereka saling berhadapan.


"Jika kau berani menyentuhnya aku bersumpah akan membunuhmu !" Ucap Sean dengan rahang mengetat. Satu tembakan di lemari tepat di samping sean membuat Laura berteriak dan memeluk Sean.


"Hentikan ancaman omong kosongmu Sean ! Kau tahu, bukan tempatmu sekarang untuk mengancam, bodoh!" Teriak Walter.


"Apa yang kau tunggu, cepat ambil wanita itu." Ucapnya.


Edmund ingin menarik tangan Laura tetapi Sean menghentaknya, hingga satu tembakan hampir mengenai Sean.


"Kau pikir aku sedang bermain-main Sean, serahkan wanita itu dan ikuti perintahku." Teriaknya. Beberapa langkah kaki mendekat ke arah mereka, suara kasar dari luar kamar terdengar sehingga perhatian Jon dapat teralihkan.


"Mengapa kalian kemari, harusnya kalian berjaga di atas." Bentak Walter.


Salah satu awak kapal dari pembajak meludah di depannya.


"Bayaran kami ! Berikan Sekarang juga sebelum kapal-kapal itu mendekat, aku tidak mau terlibat dengan mereka."


"Uang?? Perjanjian kita tidak seperti itu bodoh! Kau harus menyelesaikan pekerjaanmu, jika tidak, bayaran itu akan aku batalkan." Teriak walter.


"Kau ingin bermain-main dengan kami? Atau kau tidak pernah bekerja sama dengan para pembajak? Cih, berikan Sekarang, aku tidak mau terlibat dengan urusan polisi laut atau perompak lainnya milik Hoult."

__ADS_1


"Perompak milik Hoult?"


"Kau tidak tahu ya, kapal-kapal itu milik Hoult dan dia adalah perompak dari Utara, dan aku tidak mau terlibat dengan mereka, jadi cepat berikan bayaran kami." Ucap salah satu pembajak itu.


"Sial !" Teriak Walter, dengan senapan panjangnya, dia menembak para pembajak itu sehingga mereka bergelimpangan di lantai. Laura yang menyaksikannya gemetar ketakutan, dia memeluk erat tubuh Sean.


"Mereka betul-betul tidak mendengarkan aku." Ucap Walter marah.


"Cepat ambil wanita itu Edmund, apa lagi yang kau tunggu !" Bentak Walter.


"Jangan memerintahku Walter, aku tahu apa yang harus aku lakukan, segera bereskan dia!" Edmund menarik tangan Laura, tetapi dengan cepat Sean menahannya lalu memukul keras wajah Edmund hingga dia terdorong ke belakang.


Edmund balas memukul kembali sean, Laura mundur kebelakang mencoba menjauh dari dua pria tinggi ini yang saling memukul dan menjatuhkan berbagai barang-barang yang ada di sana. Teriakan Laura membuat Sean dan Edmund berhenti bertarung, wajah mereka sudah merah dan bercak darah membekas di sudut bibir keduanya.


Walter menarik tangan Laura dan membidik senjata ke kepalanya.


Dia tertawa kegirangan.


"Lepaskan dia Walter!" Ucap Sean dengan suara mengancam.


"Jadi, wanita ini yang membuat kalian gila dan ingin saling membunuh?! Ini sangat menarik, bagaimana jika aku yang memiliki wanita ini?" Senyuman mengerikan terpampang di wajah Walter, matanya menjelajahi tubuh Laura, membuat Laura bergidik ketakutan hanya dengan berdiri di sampingnya.


Suara-suara dan langkah kaki kembali terdengar dari luar, Walter kembali teralihkan sehingga Laura mengambil kesempatan itu mengambil tongkat panjang yang ada di samping lemari, lalu memukul keras ke kepala Walter hingga dia terkejut dan darah kental keluar dari pelipisnya.


Sean mengambil kesempatan itu menendang tubuh Walter dan memukuli wajahnya, dia berada di atas tubuhnya dan memukulnya membabi buta.


Walter tidak bisa bergerak tubuhnya kaku dan wajahnya berdarah akibat serangan Sean.


"Laura??!" ucap Sean.


"LAURA, LAURA!" Teriak Sean mengelilingi tempat itu, rupanya Edmund menarik Laura dan menutup mulutnya ketika Sean sedang sibuk meninju Walter di lantai.

__ADS_1


Edmund menarik tubuh Laura menjauhi tempat keberadaan Sean, dia kemudian membuka sebuah kamar dan mendorong tubuh Laura masuk ke dalam kamar.


Tubuh Laura gemetar ketakutan, sekarang dia hanya bersama dengan Edmund dan dia sama mengerikannya dengan Walter.


"Apa yang kau lakukan?! Lepaskan aku...." Teriak Laura mundur beberapa langkah menjauhi Edmund.


Bibirnya melengkung membentuk senyuman.


"Sekarang, aku bisa membuatmu jadi milikku Laura, sudah sekian lama percintaan kita tertunda." Bisik edmund menatap Laura yang ketakutan.


"Jangan mendekat, kau..kau tahu dengan jelas, kau adalah pamanku, sama seperti Kenan." Ucap Laura mencoba menyadarkan Edmund.


Dia kemudian tertawa mendengarnya. "Jangan bercanda Laura, aku tidak pernah menganggapmu sebagai keluargaku, kau hanyalah wanita yang kuinginkan, sudah begitu lama aku menunggu saat-saat seperti ini." Ucap Edmund.


Dia menarik Laura dan memeluknya erat, Edmund merasakan jantungnya berdetak kencang saat tubuh Laura berada di pelukannya, ya...hanya Laura yang mampu membuat jantungnya berdegup seperti ini, adrenalinnya terpacu, dia kemudian menarik gaun Laura dengan paksa, tetapi Laura berteriak keras kepada Edmund.


"Jika kau berani menyentuhku, aku akan membunuh diriku...." Suaranya tiba-tiba tercekat, dia kemudian menjadi mual dan tiba-tiba tubuhnya tidak seimbang, akhirnya dia muntah-muntah di hadapan edmund.


Laura mencoba mengendalikan mual-mualnya, tetapi tubuhnya kembali ingin muntah.


Edmund menyadari ada sesuatu yang aneh dari gerakan tubuh Laura, dia menutup mulutnya yang ingin muntah.


"Ada apa denganmu? Apakah Kau...kau sedang hamil?" Ucapnya.


Laura membersihkan mulutnya lalu mundur beberapa langkah dengan kepalanya yang begitu pusing.


"Ya, aku sedang hamil, anak ini...anak milik sean." Ucap Laura memegang meja besar agar dia tidak terjatuh. Edmund mengambil kursi dan menyuruh Laura untuk duduk.


Laura mundur ke belakang ketika Edmund mendekat kepadanya.


Tiba-tiba saja, dia mengangkat Laura dan mendudukkannya di atas kursi. "Duduklah ! Jangan bergerak nanti kau akan muntah lagi." Dia hanya berkata seperti itu lalu keluar dari kamar meninggalkan Laura sendirian di kamar itu.

__ADS_1


__ADS_2