Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 41


__ADS_3

Kediaman Kent Windsor begitu ramai, malam itu para kerabat Windsor berkumpul di sana atas undangan tuan Kent Windsor.


Semua mata tertuju kepada mereka bertiga ketika Laura, Sean dan max hadir di tengah-tengah mereka. Seorang wanita dengan wajah begitu pucat terkejut ketika menatapnya, sorot matanya yang sedih dan ada kerinduan di wajah cantiknya. Dia yang biasanya tidak merespon siapapun kini menangis menatap wajah Laura.


Nyonya Scarlett berdiri dan berjalan dengan perlahan, tangannya terangkat, dia melihat wajah yang begitu mirip dengannya.


"Putriku..kau putriku, mereka membawamu saat bayi dan menjauhkan dariku...." Ucap nyonya Scarlett dengan suara terbata-bata, semuanya begitu terkejut menyaksikannya, karena bertahun-tahun Nyonya Scarlett tidak berbicara dengan siapapun semenjak anaknya di renggut oleh mereka, kini suaranya dapat didengar oleh mereka semua.


Dia memeluk erat tubuh Laura dan menumpahkan segala tangisnya.


"Kau putriku, putriku...."


Laura menangis mendengarnya, tangis wanita itu pecah di pelukan Laura, putri satu-satunya yang dimilikinya dan dipisahkan bertahun-tahun. George sang ayah hanya berdiri di sana, dia menatap Laura dengan wajah penuh kerinduan dan rasa bersalah.


Dia maju beberapa langkah tapi mata tajam Scarlett menatapnya dengan pandangan benci kepada suaminya sendiri.


"Jangan mendekat, kau tidak pantas bertemu dengan putriku, kau yang telah membuangnya tanpa perasaan." Ucapnya geram.


George berhenti melangkah, dia tertunduk dengan wajah menyedihkan, wajah pucatnya membingkai di wajahnya.


"Ibu? Aku tidak ingin ibu membenci ayah, maafkanlah dia." Ucap Laura.


Scarlett menggeleng dan memegang wajah Laura.


"Kau pasti sudah hidup menderita, harusnya mereka juga membuangku bersamamu." Ucap Scarlett menangis sesenggukan.


"Aku hidup bahagia ibu." ucap Laura dengan air mata di di pipinya.


Laura menatap wajah ayahnya, meskipun dia tidak mengerti mengapa ayahnya membuangnya sejak bayi, tapi melihatnya berdiri di sana dengan wajah putus asa membuat Laura merasa kasihan.


"Jangan membenci ayah, ibu." Bisik Laura.


Keluarga Windsor menyaksikan pertemuan mereka kembali, tuan Windsor memukul-mukul punggung putranya.


'Meskipun kau bodoh, tapi kau tetap putraku, Sepertinya Scarlett dan laura masih membutuhkan waktu untuk memaafkanmu george.' bisik tuan Windsor kepada George. Wajah bersalahnya membuatnya semakin menunduk.

__ADS_1


~


Keluarga windsor berkumpul dan makan malam bersama, Laura dan ibunya saling duduk bersama, mereka saling melepas rindu, Scarlett tidak mau melepaskan Laura, dia tidak ingin beranjak dari sisi Laura dia terus memegang tangannya.


Tiba-tiba Kenan dan istrinya datang dan menghampiri Laura.


"Hai laura, aku sama sekali tidak mengetahui jika kau adalah keponakanku, putri kakakku, aku begitu bodoh seharusnya aku sadar dengan melihat wajahmu saja, aku bisa menebak kau putri siapa." Ucap Kenan dengan wajah penyesalan.


Laura tersenyum, "Aku senang ternyata aku punya seorang paman." Ucap Laura.


"Oh ya, malam ini Edmund tidak hadir di pertemuan keluarga, padahal semua keluarganya telah datang, ada apa dengannya?"


Laura merasa gelisah hanya dengan mendengarkan nama Edmund, dia juga tidak menyangka bahwa dia memiliki hubungan keluarga dengannya.


"Em, kau baik-baik saja, aku tahu seharusnya aku tidak mengucapkan ini, tetapi aku minta maaf dengan tingkah laku Edmund kepadamu beberapa tahun yang lalu seharusnya aku melindungimu sebagai pamanmu, aku sangat menyesal dengan sikapnya Laura." Ucap Kenan.


Laura setengah tersenyum, dia tidak tahu bagaimana merespon kata-kata kenan kepadanya, matanya menangkap wajah Sean yang terlihat marah mendengar kata-kata kenan.


Mereka saling menatap. "Dia Sean Nicholas Hoult." Ucap Laura kikuk.


"Tentu saja aku mengenalnya Laura, siapa yang tidak mengenalnya? Berbagai kapal-kapal dari Inggris Utara sampai Asia adalah miliknya."


"Apa maksudnya dengan kata-katanya Laura sayang? Apa yang dilakukan pria itu padamu?" Tanya Sean memegang erat lengan Laura.


"Sean, kau tahu waktu itu kau tidak ada di sana, dan dia selalu menggangguku, tapi itu sudah lama Sean, aku ingin melupakannya." Ucap Laura ingin menenangkan Sean.


"Apa yang dilakukannya?"


"Dia mencoba menyerangku tapi tidak berhasil, dan berhenti mengingatkan kejadian buruk itu Sean." Ucap Laura terlihat marah.


Rahang Sean terkatup rapat, dia ingin sekali memukul wajah Edmund yang tidak menyerah kepada Laura.


Suara tuan Windsor tiba-tiba menggema di ruangan itu.


"Saya ingin mengumumkan kepada semua yang hadir di sini, bahwa pernikahan cucuku Laura Scarlett Windsor dan tuan Sean Nicholas Hoult akan segera di laksanakan, saya ingin kalian hadir untuk merayakan kebahagiaan ini." Ucap tuan Windsor.

__ADS_1


Sean dan Laura terkejut dengan keputusan kakeknya. Dia tidak menyangka akan mengadakan pernikahannya secepat ini.


"Pernikahannya akan di selenggarakan di kapal terbesar milikku dan pertama kali di adakan di Cambridge." Semua orang yang ada di dalam ruangan turut gembira dengan kabar itu.


Seseorang tengah berdiri di kegelapan malam, dia bersandar dari balik tembok mendengarkan pengumuman mengenai pernikahan Laura dan sean langsung dari tuan Kent Windsor.


Rahangnya mengeras, jari-jarinya mengepal. Dia tidak akan menerima pernikahan Laura dan Sean, dengan wajah yang penuh emosi dia pergi dari kediaman itu dan naik ke atas keretanya.


~


Alberto sedang menuju ke penginapan terdekat di kota Cambridge, setelah mendengarkan kabar jika kapten mereka telah tiba di Cambridge para awak kapalnya segera mengikutinya dan menyusul Sean tanpa memberitahu kedatangan mereka.


Tentu saja mereka akan memberikan kejutan ketika pernikahannya akan berlangsung.


Mereka berlima berkumpul sambil memesan makanan dan minuman, sejak mereka berpisah dan kesuksesan masing-masing di raih oleh mereka sesekali mereka berkumpul untuk sekedar melepaskan rindu karena mereka sama-sama seorang perompak yang lama hidup di lautan.


Rembo sedang menatap muram gelas yang berada di hadapannya.


"Kalian ingat? Pulau yang sering dibicarakan para pembajak? Kapten ingin sekali membuktikan kalau pulau itu sebenarnya tidak ada, hanya takhayul bodoh dan khayalan belaka.


"Ya aku mengingatnya, sudah 10 tahun yang lalu tetapi pulau itu selalu muncul begitu saja dan menjadi pembicaraan orang-orang." Ucap Al.


"Seseorang melihat ada sebuah kapal karam yang terdampar di sana, kau tahukan sekarang para pembajak kapal begitu bebas di lautan, merekapun masih mencari-cari keberadaan pulau yang katanya berhantu itu." Ucapnya.


"Berhentilah berbicara mengenai pulau itu, aku merinding mendengarnya, lagi pula pulau itu hanya takhayul diantara para pelaut saja."


"Ugh, aku merindukan dan ingin bertemu dengan kapten." Ucap rembo dengan menuangkan minuman di gelasnya.


~


Malam itu tiba-tiba hujan turun dengan deras, beberapa pepohonan tumbang akibat derasnya hujan dan kencangnya angin malam itu.


"Kenapa mommy lama sekali Daddy? tanya max sambil berbaring di pangkuan Sean.


"Mommy masih bersama nenek, mereka masih bercerita max." Mulut max terlihat mengkerucut. "Ceritakan sesuatu Daddy?"

__ADS_1


"Cerita? aku tidak pandai bercerita max, tapi daddy punya satu cerita untukmu tentang perompak dan pulau yang hilang." tiba-tiba Max duduk dengan tegap, matanya yang ngantuk kini bercahaya dengan semangat.


"Wouw, ceritakan..ceritakan dad." Sean menatap putranya yang terlihat bersemangat. Sean pun bercerita sembari menunggu Laura kembali dari ruangan ibunya.


__ADS_2