Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 82


__ADS_3

Edmund membawa tanaman kecil itu kepada kenalannya yang mengerti tentang semua jenis tanaman, biasanya di istana, mereka memiliki seorang yang pakar tanaman yang bekerja di bagian herbal, jenis tanaman obat yang khusus di tanam di istana dan mereka memiliki satuan tim khusus mengenai tanaman herbal. Edmund turun dari kereta kudanya. Dia kemudian mencari salah satu kenalannya, kantor mereka berada dekat di belakang istana.


"Hai Froz, beruntung kau belum pulang. Aku mencarimu." Edmund melangkah lebih dekat dan tanpa menunggu lama, dia kemudian membuka bungkusan yang di bawanya ke depan pria itu.


"Froz, apa kau mengenal jenis tanaman apa ini?" Ucap Edmund berhati-hati memegangnya. Pria itu mengernyitkan alisnya.


"Kenapa tanaman ini ada padamu, Edmund?" Tanaman ini bernama Oleander, kau tahu? Tanaman hias ini berbahaya, seluruh bagian tanaman ini beracun, jangan tertipu dengan kecantikan warnanya, jika tersentuh dan tertelan maka akan menyebabkan muntah, diare, gangguan pada saraf serta serangan jantung, sebaiknya kau jangan membawa pulang tanaman ini, biar aku menyimpan di bagian tanaman kelas berat." Ucap pria itu.


Edmund mematung, dia tidak menyangka akan mendengar hal mengerikan ini, apalagi dia mendapati pelakunya adalah seorang pelayan yang menyimpan tanaman itu di kamarnya.


"Oke Froz terima kasih bantuanmu. Sebaiknya kau juga hati-hati dengan tanaman ini. Aku pulang dulu." Setelah berpamitan, Edmund akhirnya pulang dengan wajah murka, dia akan menemukan pelayan yang memiliki maksud tersembunyi dan tinggal di mansionnya, dia pasti berharap Leona mengalami sesuatu yang buruk dengan menaruh tanaman itu.


***


"Sayang, kenapa kau tadi pergi tergesa-gesa? Aku melihatmu pulang tadi dan pergi lagi dengan terburu-buru." Ucap Leona yang baru saja kembali dari kebun. Edmund terlihat tegang, dia mencoba menekan kemarahannya. Dia ingin sekali mengumpulkan seluruh pelayan istana dan mencari siapa pelayan yang menaruh pot bunga hias itu di kamarnya dengan sembunyi-sembunyi.


"Kita makan malam dan kita akan ke kamar, kau pasti berkebun lagi. Setelah makan kau harus segera beristirahat, jangan lagi melakukan aktivitas yang menguras energimu."


Leona mengangguk lalu mereka berdua menuju ke meja makan, segala hidangan telah tersaji. Edmund memperhatikan semua jenis makanan itu. Sebelum Leona memakannya, dia mencicipinya lebih dahulu, lalu membiarkan Leona makan.


"Kau aneh Edmund. Kau mencicipi semua makananku." kekeh Leona melihat Edmund yang menurutnya berlebihan. Mereka makan dengan tenang, setelah makan. Edmund mengantar Leona ke kamar dan membaringkannya, dia memindai seluruh ruangan kamarnya dari sesuatu yang berbahaya, dia memeriksa tempat tidurnya, lemarinya dan kamar mandinya.

__ADS_1


Leona sejak tadi memperhatikannya. "Edmund? Kau baik-baik saja?" Ucap Leona.


Dia tersenyum lalu mendekati Leona. "Aku baik. Aku hanya memeriksa semuanya agar kau merasa nyaman." Ucap Edmund. Leona menggelengkan kepalanya, dan merasa Edmund terlihat aneh sejak kepulangannya dari istana. Setelah mereka bercerita, dia akhirnya tertidur dengan lelap. Edmund bangun dan sekali lagi memeriksa kamar mereka. Dia memastikan jendela kamar dan balkon tertutup rapat, setelah itu, dia lalu keluar.


Kepala pelayan menghampiri Edmund, dia menunduk dan memberitahukan bahwa para pelayan sudah di kumpulkan di Aula, begitupun seluruh pengawal yang berjaga.


"Bagus, dari laporanmu kemarin mengenai kebun Nyonya yang tiba-tiba rusak, sepertinya salah satu pelayan di mansion ini ingin mencelakai Nyonya Leona." Ucap Edmund.


"Benar tuan, Saya mencurigai seseorang, tapi itu masih belum jelas, tuan." Ucapnya.


"Apa maksudmu?"


"Erm, meskipun dia tidak banyak ngomong dan mengerjakan tugasnya dengan baik, tetapi salah satu pelayan setia dari Nyonya Alexander masih bekerja di mansion ini, tuan. Namannya Maurin. Dia bekerja di bagian gaun dan dress, tuan. Tapi kali ini dia tidak lagi memiliki banyak pekerjaan sejak Nyonya Leona hanya mengenakan gaun yang di pesan langsung dari toko di kota Cambridge."


"Baik tuan."


Pelayan itu berdiri di balik tembok, dia mendengarkan semuanya. Dia lalu menggertakkan giginya, mengepalkan tangannya dan segera pergi dari tempat itu.


"Aku tidak bersalah, tidak ada bukti kalau aku yang telah melakukannya, tidak Ada. Hanya karena aku pernah bekerja kepada Nyonya Alexander, bukan berarti mereka semudah itu menuduhku semaunya. Dia menggeram dan berjalan cepat menuju Aula. Sebelum aku ketahuan, aku harus melaksanakan lagi rencanaku, Hmph bunga itu perlahan-lahan akan membunuhnya, jika dia cukup pintar, maka secepatnya dia harus menyingkirkan bunga beracun itu."


Dengan langkah cepat, wanita itu turut berbaris di deretan paling belakang, dia sengaja tidak terlalu menampakkan dirinya, dan berusaha berbaur dengan pelayan lain, dan berpura-pura bertanya mengapa mereka mengumpulkan semua pelayan, padahal mereka sudah lelah, dan ingin beristirahat. Hasutannya pun mempan kepada pelayan-pelayan lainnya yang akhirnya menatap jengkel kepada kepala pelayan.

__ADS_1


"Informasi apa sih yang akan di sampaikannya, kita kan lelah, seharian aku harus mencuci dan menjemur pakaian, setidaknya cepatlah berbicara." Protes mereka.


Maurin tersenyum miring, dia berhasil menghasut para pelayan lainnya agar mereka mengeluh dan mereka segera dibubarkan.


"Jika kalian ingin mengeluh dan tidak mau mendengarkan ucapanku, kalian bisa angkat kaki dan segera tinggalkan mansion ini sekarang juga, saya berbicara di hadapan kalian semua untuk mewakili tuan Edmund." Kepala pelayan berbicara dengan lantang dan keras, dia berjalan di antara para pelayan yang berbaris.


Mereka semua terdiam, yang tadinya protes kini tampak ketakutan dan segera menunduk, beda halnya dengan Maurin, dia masih memandang kepala pelayan itu dengan sinis dan dengan pandangan merendahkan.


Jika masalah ini selesai, kau akan mendapatkan giliran berikutnya, kepala pelayan tersayang, dulu kau bukanlah apa-apa sewaktu Nyonya Alexander masih ada, kau bahkan tidak terlihat dan hanya bersembunyi di dapur kerja terus menerus.


Edmund menatap semua pelayan dari dalam kaca kantor kepala pelayan, dia mencari-cari pelayan yang terlihat aneh, tampak seorang pelayan yang menatap kepala pelayan dengan tatapan angkuh sambil melipat kedua tangannya, dia kemudian membuka lembaran-lembaran daftar nama pelayan, dia lalu menemukannya. "Hm wanita itu adalah Maurin, meskipun dia kebanyakan diam. Tetapi sebagian rencana-rencana jahatnya dari hasil ide wanita itu." Ucap Edmund sambil menyeringai.


***


Pagi hari Leona dan Edmund sedang sarapan bersama, terlihat ada lingkaran hitam di bawah mata Edmund, sejak semalam dia memikirkan cara untuk mengusir pelayan itu serta bukti-bukti perbuatan jahatnya. Melepaskan dia begitu saja tidak membuatnya puas, dia akan berkeliaran di luar sana dan merencanakan perbuatan jahat lainnya, dan akhirnya Edmund pun tidak langsung mengusir wanita itu, sesuai dengan ide kepala pelayan, dia menunggu sebentar, ketika wanita itu melakukan aksinya lagi . Dia akan menangkapnya dan akan membawanya ke penjara seperti Nyonya tersayangnya.


"Semuanya segera berkumpul di ruang Aula untuk sarapan pagi bersama sebelum kita memulai pekerjaan hari ini." Ucapnya. Maurin segera menengok ke belakang, lalu berjalan menuju aula, dia kemudian mencari-cari seorang pelayan yang bertugas membersihkan tempat tidur Kamar utama, karena dia tidak tahu sama sekali, tiba-tiba kepala pelayan menegur seorang gadis yang bertugas membersihkan kamar tuan dan Nyonyanya.


"Apa kamar utama sudah bersih dan rapi?" Tanyanya, dia sengaja memperdengarkan kepada gadis itu.


"Ya Nyonya, kami membersihkan kamar utama dan menyingkirkan bunga hias ke tempat pembuangan karena nampaknya bunga hias itu tidak di sukai oleh Nyonya Leona."

__ADS_1


"Oh ya, bagus. Sekarang pergilah sarapan, sebelum waktu sarapan selesai." Maurin berdecak, dia kemudian memalingkan wajahnya, agar tidak ketahuan ketika mencuri dengar pembicaraan mereka.


Sial, lagi-lagi rencanaku tidak berhasil. Awas saja kau Nyonya sialan. Lihat saja aku tidak akan meninggalkan mansion ini sebelum aku menggagalkan kehamilanmu.


__ADS_2