Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 84


__ADS_3

Sejak kelahiran putra Leona, keluarga kecil mereka telah lengkap, kebahagiaan selalu berada di sekeliling Edmund dan Leona, mereka membesarkan buah hati mereka dengan penuh kasih sayang. Leona sangat bahagia di tengah-tengah keluarga kecilnya.


Sejak melahirkan putra pertamanya, Leona merasakan hari-harinya semakin bahagia, apalagi Traian sekarang hadir di antara mereka berdua.


***


Sejak tadi Leona tertidur, kerena beberapa malam ini dia kekurangan tidur, Traian bangun setiap malam saat ibu dan ayahnya telah tertidur nyenyak. Kali ini Edmund yang bangun dan menggendong putranya yang menangis, dia berusaha menenangkan putranya, tetapi dia tidak berhenti bergerak-gerak.


"Leona? Bangun sayang, sepertinya Traian lapar." Ucap Edmund menggoyangkan tubuh Leona agar dia bangun. Leona membuka matanya dan bangun dari tidurnya. Dengan cepat dia menggendong putranya dan memberikannya asi.


"Putraku lapar ya?" Ucap Leona sambil terus menggoyang tubuh putranya agar dia tenang. Sedangkan Edmund duduk di sampingnya.


"Pria kecil ini suka bangun larut malam, aku sangat ngantuk, Traian." Ucap Edmund lalu membaringkan tubuhnya begitu saja, dia menutup matanya, tangannya masih menepuk-nepuk pelan kaki putranya hingga dia tertidur.


Akhirnya Traian sudah tenang, Leona kembali membaringkannya di box bayinya. "Selamat tidur putra tampanku, semoga kau mimpi indah." Bisik Leona.


***


Five Years Later.


Terdengar kaki kecil berlarian di sepanjang mansion, jejak kakinya menempel di setiap keramik bersih nan mengkilap yang sudah dibersihkan oleh para pelayan. Tawa kecilnya terdengar di seluruh ruangan mansion.


dua orang pelayan berlari-lari dan dua pengawal berada di belakangnya, turut mencari bocah kecil yang membuat semua lantai di ruangan itu meninggalkan jejak lumpur dari kaki kecilnya.


"Ouch, tuan Traian masuk ke dalam mansion lagi tanpa menggunakan alas kaki??" Gumam kepala pelayan sambil menatap semua bekas kakinya yang menempel seperti stempel di setiap keramik itu, dia memukul jidatnya, mereka harus mengepel dari awal lagi, karena jejak kaki berlumpur itu sudah ada di setiap ruangan.


"Cari dan temukan tuan muda, setelah itu bersihkan tuan muda, sebelum Tuan dan Nyonya Alexander datang."


"Baik." Ucap pelayan itu serempak.


~


Pria kecil itu tertawa-tawa di balik perapian yang tidak pernah di gunakan lagi, dia menengok kanan dan kiri, ketika tidak ada orang, dia keluar dari sana dan kembali berlari menuju kebun milik ibunya.


"Hihi mereka tidak akan menemukanku, aku pastikan mereka akan kesulitan...." Dia berlari dan terjatuh di lantai karena menabrak seseorang. Dia menengok ke atas dan melihat ayah dan ibunya baru saja pulang dari pesta pertemuan di kediaman Hoult.


"Mommy, Daddy?" Ucap Traian dengan suara kecilnya. Terdengar para pelayan dan dua pengawal berlarian di belakangnya, tetapi mereka tiba-tiba berhenti ketika melihat kedatangan tuan dan Nyonyanya yang baru saja memasuki pintu utama.


Leona menunduk mensejajarkan tubuhnya pada pria kecil dengan wajahnya yang di penuhi kotoran hitam, apalagi baju dan kakinya di penuhi lumpur.

__ADS_1


"Traian, kau main di kebun mommy?" Ucap Leona sambil memicingkan matanya.


" Sorry mommy. Traian suka dengan sayuran, jadi Traian petik dan berikan kepada kepala chef untuk di masak." Ucap Traian dengan suara menggemaskannya.


Leona lalu mengangkat putranya. "Saatnya mandi, tidak boleh ada kotor-kotor lagi kalau sudah mandi Traian, Oke?" Ucap Leona.


"Oke Mommy, dah Dad." Ucap Traian ketika melihat ayahnya sedang berbincang dengan dua pengawal itu.


"Mereka berdua tidak di marahi oleh ayah kan?" Ucapnya ketika melihat wajah serius ayahnya sedang berbicara kepada dua pengawal.


"No sayang, ayahmu hanya memberikan sedikit ceramah panjang kepada mereka semua, berkat seseorang yang suka main sembunyi-sembunyi dan membuat tubuhnya kotor di penuhi lumpur." Ucap Leona.


Dia membuka dressnya, hingga pakaian dalam berwarna putih saja yang terlihat. Leona membersihkan tubuh putranya di bawah pancuran air, setelah itu dia memandikan Traian di dalam bathub.


"Kau suka?" Ucap Leona sambil memberikan boneka bebek terbuat dari karet kepada Traian.


"Yes mommy."


"Ngomong-ngomong Traian, di luar tadi hujan kan? jadi lumpur sangat banyak dan licin, bagaimana jika putra tampan ibu terjatuh? Mommy pasti sedih." Ucap Leona dengan wajah sedih, dia berjongkok di samping bathub.


"Sorry Mommy. Traian tidak akan menginjak rumput lagi, tidak akan main tanah lagi, dan tidak akan mencabut sayuran Mommy lagi. Ups." Ucap Traian ketika dia mengatakannya.


Leona menyipitkan matanya. "Mencabut sayuran mommy? Oh ya, bagaimana dengan sayuran yang di masak di dapur ya, pasti sudah siap, iya kan Traian?" Senyum Leona kepada putranya.


~


Hari ini langit nampak cerah di bandingkan kemarin yang hujan sepanjang hari. Pagi ini terdengar suara kakek Traian dari luar pintu mansion, dia berteriak-teriak memanggil cucu tersayangnya


"Traian,Traian di mana kau cucuku." Suara ayah Leona menggema di dalam mansion hingga Traian berlarian hingga turun ke lantai satu. Seperti hari-hari biasanya, kakeknya akan selalu datang mengunjungi cucu tersayangnya, dia sangat memanjakannya, kadang mereka bermain bersama dan bercerita sepanjang hari, tetapi tidak lama kemudian ayah Edmund turut datang. Dia tidak mau kalah dari tuan Lewstin, dia juga membawa setumpuk hadiah untuk cucu tersayangnya.


"Bagaimana bisa tuan Alexander tahu kedatangan tuan Lewstin sepagi ini?" Ucap salah satu pelayan. "Pasti ada mata-mata tuan Alexander di mansion. Mereka selalu datang bersamaan, begitupun jika tuan Alexander yang datang terlebih dahulu, pasti tuan Lewstin akan datang tidak lama kemudian." Bisik para pelayan. "Mereka masing-masing menempatkan mata-mata di mansion ini." Ucap kepala pelayan.


Pagi itu mereka semua sarapan bersama, tawa terdengar di kediaman itu berkat Traian yang selalu menghibur kedua kakeknya dengan ceritanya dan suara menggemaskannya.


"Bagaimana Leona? Traian kan sudah mulai besar, seharusnya di usianya ini, dia sudah memiliki seorang adik yang cantik." Ucap tuan Lewstin.


"Ya, itu benar sekali, Traian seharusnya sudah memiliki seorang adik." Ucap Tuan Alexander dengan wajah serius


"Aku mau adik laki-laki saja ya mommy." Ucap Traian. Leona hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jangan khawatir ayah, aku akan berusaha semampuku." Ucap Edmund. Leona mencubit pinggangnya. "Jangan berkata seperti itu di depan orang tua." Gumam Leona. Edmund hanya tertawa dan pura-pura kesakitan karena cubitan Leona.


Seorang pelayan memberitahukan bahwa keluarga Hoult telah datang, hari ini Leona lupa memberitahukan bahwa mereka akan pergi berpiknik bersama.


Mendengar kata piknik, Traian melompat dengan gembira, dia sangat suka pergi berpiknik, apalagi kedatangan Max, juga Edward yang setahun lebih tua dari Traian. Mereka bertemu dan bermain dan tentu saja dia melupakan kakek-kakeknya, karena teman bermainnya telah datang.


"Kita akan pergi piknik ke mana?" Leona bertanya kepada Edmund.


"Kita semua akan mengarungi lautan selama beberapa minggu, mengelilingi beberapa kota di inggris dan kembali ke kota Cambridge."


"Hem ide yang bagus, bagaimana menurutmu?" Sean dan Edmund menatap kearah Laura dan Leona.


"Kami setuju-setuju saja, asalkan anak-anak senang." Ucap Leona. Sedangkan Laura mengangguk bersemangat menyetujuinya. Maka hari itu kapal raksasa milik Sean telah menunggu seluruh keluarga Alexander dan keluarga Hoult, mereka tentu saja membawa para pelayan yang akan menyediakan kebutuhan mereka selama di atas kapal.


Jastin dan Ronald berada di sana menunggu kedatangan mereka semua, kali ini Jastin datang bersama istrinya Sarah Marshmille, dia nekat datang ke kota Cambridge demi bertemu Jastin. Dan tidak lupa Latty yang menemani sarah mencari kakaknya, mereka sungguh beruntung karena bisa sampai ke kota Cambridge dengan selamat, meskipun melewati ombak yang ganas.


Latty yang melihat Leona datang bersama Edmund dan putra kecilnya, terlihat sangat gembira, dia melompat lalu memeluk Leona.


"Aku sangat merindukanmu Leona, beruntung kami sampai ke kota ini dan bertemu dengan kak Jastin. Aku juga membawa kakak ipar mencari Jastin karena dia tidak tahan lagi menunggu kepulangannya, kau tahu? kata-katamu itu populer lho di desa Zaudetta, itulah mengapa Sarah mengikuti jejakmu, dia memiliki ide mencari Jastin tanpa rasa takut sedikitpun." Ucap Latty dengan suara yang nyaring.


"Aku sangat senang bertemu kembali denganmu Latty, kupikir kita tidak akan bertemu lagi." Ucap Leona kembali memeluknya. Sementara itu Sarah Marshmille ternganga menatap Leona, dia bukan lagi Leona yang kasar seperti gadis desa yang liar. Dia terlihat sangat cantik dan anggun, Leona sangat mempesona, hingga Sarah mundur kebelakang dan bersembunyi di belakang Jastin, dia menatap Leona seakan dia menatap seorang putri dari sebuah kerajaan.


Latty beralih kepada pria kecil yang sejak tadi melihat ibunya berbicara. Dia ternganga mendengar bahasa yang di gunakan ibunya, mereka menggunakan bahasa di desa Zaudetta dengan lancar.


"Aku merasa keberuntunganku akan datang menghampiriku sejak aku meninggalkan desa Zaudett." Ucap Latty kepada Leona sambil menatap Ronald yang bekerja dari kejauhan.


***


Semua orang telah naik ke atas kapal dan mengambil ruangan mereka masing-masing yang di sediakan oleh pelayan. Kapal mulai bergerak, suara ombak di lautan membuat Leona merasakan kerinduan di kampung halamannya. Mereka semua melambaikan tangannya ketika kapal mulai bergerak, setelah kapal mulai menjauh dari daratan, hingga hanya lautan luas saja yang terlihat. Malam itu mereka semua berkumpul di ruang makan sambil bercerita, para anak-anak sibuk bermain dan mengeksplor kapal, Edward dan Traian sibuk memuji ayah mereka masing-masing dan berakhir dengan pertengkaran, untung saja ada Max, dia akan menengahi jika mereka bertengkar lagi.


Setelah makan malam, semua orang duduk bercengkrama di dalam ruang utama, Leona berjalan-jalan dan melihat pemandangan lautan malam yang terbentang luas, meskipun gelap, bulan dan bintang menjadi cahaya penerang, lautan berwarna hitam di malam hari tentu saja menakutkan, tetapi terlihat sangat indah. Leona tetap bersandar di sana.


"Kenapa kau berada di sini sayang? Apa kau tidak dingin?" Ucap Edmund sambil menyelimutinya dengan selimut yang di bawanya dari dalam. Leona berbalik dan tersenyum, dia memberikan kecupan singkat kepada Edmund.


"Aku hanya tidak menyangka bahwa kita semua bersama-sama ada di dalam kapal ini, dan menikmati waktu bersama. Edmund, aku sangat bahagia dan beruntung bertemu denganmu." Ucap Leona.


Edmund memberikan senyuman paling tampannya, dia memberikan ciuman panjang di bibirnya. Dia lalu memisahkan bibirnya dari Leona. "Hari ketika aku terjatuh di lautan dan terdampar di pulau Zaudetta, merupakan hari keberuntunganku, Leona. Karena hari itu aku bisa menemukanmu di pulau terjauh dan tersembunyi sekalipun." Bisik Edmund.


"Bisikan lautan seakan menuntunku agar menemukanmu."

__ADS_1


๐ŸŒŠ END ๐ŸŒŠ


Hai teman2 Readers terima kasih sudah setia membaca Whisper Of the Sea session 1 dan 2, sampai pada epsiode 84, dari awal episode Laura sampai kepada Leona, ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰ trima kasih yang sudah baca, like, vote and Coment. Terima kasih dukungannya selama ini, semoga teman-teman Readers suka novel-novel berikutnya. Makasih๐Ÿ™‹๐Ÿ™


__ADS_2