Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 65


__ADS_3

Flashback


Dua orang pria sejak tadi memperhatikan Edmund, sejak kedatangannya di desa, mereka saling memberikan isyarat, ketika salah satu dari mereka yakin, bahwa pria itu adalah orang nomor satu yang di cari oleh kerajaan. Edmund Alexander adalah keponakan tuan Kent Windsor yang merupakan petinggi di kerajaan dan juga saudara kandung Empress, serta satu-satunya tuan muda dari keturunan Alexander.


Setelah melihat Kapten Lewstin berbicara dengan wanita itu, mereka bergerak dan membawa Edmund dengan paksa, lalu membawanya ke pantai. Edmund memberontak dan melawan, tetapi kekuatannya tidak bisa di bandingkan dengan mereka berlima yang menjaganya, dia tidak di sakiti, hanya membuat tubuhnya tidak bisa melawan.


"LEPASKAN AKU, SIALAN !" Teriak Edmund ketika dia sudah mulai naik ke atas kapal dengan tangan diikat serta senjata tajam di belakang punggungnya.


Di kepalanya hanya ada Leona. Dia berpikir keras bagaimana cara agar dia lolos dari kapal ini sebelum mereka pergi, segala upaya di lakukan Edmund. Tetapi mereka terlalu banyak untuk di hadapi, dia bahkan ingin terjun ke lautan dengan tangan terikat, jika dia pergi, entah bagaimana dia bisa kembali ke pulau ini, arus kuat dan kencang membuat kapal-kapal tidak ada yang mendekati pulau berbahaya ini.


Edmund putus asa ingin meloloskan diri, dia berjuang keras melawan mereka, tetapi sekali lagi dia di lumpuhkan. Kapal mulai bergerak dan menjauh, dia mendengar keributan dari atas dek, dan segera saja dia mencari jendela berbentuk lingkaran kecil dan menatap Leona dari kejauhan, dia tidak bisa mendengar apa yang dia teriakkan, dia hanya menangis dan berteriak kencang.


Edmund tanpa sadar menitikkan air matanya, dia tidak mau berpisah dengan Leona, hanya Leona yang mampu mengisi hari-harinya, hanya dia yang mampu mengobati luka di hatinya, sehingga sepenuhnya hati Edmund menjadi milik Leona.


"Buat dia pingsan, nanti dia mengacaukan perjalanan kita." Ucap salah satu dari mereka.


Edmund terbaring di lantai kapal dengan tangan terikat. Dia bisa membayangkan bagaimana wajah Leona berteriak-teriak memanggilnya dan menangis. Siapa yang akan menjaganya kelak ketika dia tidak ada, bagaimana jika penduduk desa memperlakukannya buruk? Hal ini membuat mata Edmund kembali terang dan tajam, dia ingin sekali melompat sekarang juga sebelum kapal melewati pusaran air mengerikan itu.


"Jika dia bangun dan melawan, buat dia pingsan, perjalanan kita masih panjang untuk sampai di inggris, harusnya dia berterima kasih karena kita akan membawanya ke keluarganya." Ucap salah satu dari bajak laut itu.


Edmund terkejut, dia akan di bawa ke kota Cambridge? Pikiran ini membuatnya kembali bersemangat. Baik, jika itu yang mereka inginkan, kembalikan aku ke kotaku dan lihat saja bagaimana kehancuran kalian. Pikir Edmund.


Tunggu Aku Leona, aku pasti akan segera kembali dan menjemputmu


***


Leona masih berdiri di dalam air laut yang mencapai pinggangnya, dia menangis sambil menatap kapal itu dari kejauhan. Latty dan Jastin berdiri di belakangnya dengan sedih.


"Bagaimana aku harus mencarimu Edmund, aku tidak tahu bagaimana menemukanmu, bodoh." Ucap Leona sambil menghapus air matanya dengan tangannya.


"Leona, ayo kita kembali ke desa, kau akan kedinginan jika kau di dalam air seperti ini." Ucap Latty memegang bahunya dan membawa Leona perlahan dari sana.


"Bagaimana aku bisa menemukannya, Latty. Aku tidak tahu bagaimana mencarinya, seumur hidupku aku tidak pernah keluar dari pulau ini." Ucap Leona, baru kali ini dia terlihat sangat rapuh dan sangat membutuhkan pertolongan, Leona berbicara sambil menangis.


Latty memeluknya, mencoba menenangkannya. "Jangan khawatir, Dia mencintaimu Leona, dia akan kembali dengan cepat, kau harus sabar menunggu." Leona lalu memegang bahu Latty.


"Jika aku berharap seperti itu, bagaimana jika dia tidak bisa melewati pusaran air dan menemukan pulau ini lagi, tidak ada yang bisa menemukan pulau ini jika bukan kematian atau keberuntungan yang mereka temui. Bagaimana jika sampai aku tua nanti dan menyesali karena aku hanya menunggu saja tanpa mencarinya."


Latty bingung harus menjawab apa. Tiba-tiba suara seseorang membuat Leona dan Latty terkejut.


"Sebelum itu terjadi, kau harus menemukannya, sebelum rambutmu memutih dan hanya penyesalan yang ada di depan matamu."


"K-kau ! kenapa kau ada di sini?" Ucap Leona sambil membelalakkan matanya.


"Tch, kapten mendorongku dari kapal, jadi aku terpaksa berenang ke pulau ini, dia berpesan padaku untuk membawamu kepada pria itu, tenang saja kapten akan menjaga pujaan hatimu itu. Ck, kenapa aku harus melakukan pekerjaan seperti ini, aku kan bajak laut." Ucapnya sambil melipat kedua tangannya.


"Woi, kau mau mencari pria itu kan? kalau begitu, kau harus bersiap-siap meninggalkan pulau ini. Kita akan naik kapal kecil hingga sampai dipulau seberang, meskipun resikonya besar sekali pergi ke desa itu, tetapi akan ada kapal perompak yang muncul di sana, kita bisa naik dan akan menuju ke kota Cambridge di inggris."


Mata Leona membelalak. "A-ada kapal dan desa?" Ucap Leona dan Latty.


"Setahu kami, pulau ini satu-satunya yang ada di sini, tidak mungkin ada pulau lain."


"Apa kau pernah pergi ke pulau seberang, Ck sepertinya kepala desa kalian membohongi kalian semua, ada dua pulau yang jaraknya cukup jauh dari pulau hilang ini, meskipun sulit untuk sampai ke sana, tetapi akan ada kapal perompak yang melewati pulau itu, dia tidak akan berani ke desa ini, karena mitos itu, jadi kita akan menuju pulau Rock dan menunggu kapal mereka datang."


Ketiganya sangat terkejut dan terpesona dengan kata-katanya.


"Kau serius mengatakan kalau ada pulau lain di dekat pulau kami."


Pria itu mengangkat kepalanya tinggi-tinggi, senang dengan kebodohan mereka bertiga yang tidak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Jadi bagaimana kepala desa kalian membeli tembakau dan berbagai macam barang yang bahkan tidak ada di desa kalian, tentu saja karena dia mengetahui bahwa ada satu pulau yang bisa menjadi aksesnya untuk melakukan perdagangan, tetapi sepertinya kalian tidak tahu apa-apa dan di bohongi selama ini."


Jastin mengepalkan tangannya kuat. "Pria gendut itu hanya ingin keuntungannya sendiri dan membodohi seluruh warga desa dengan mengatakan kita satu-satunya penduduk di pulau ini." Ucap Latty jengkel.


"J-jadi apa rencananmu."


"Seperti yang kukatakan, kau dan aku akan ke pulau Rock, di sana akan melintas kapal perompak, dan kita bisa naik ke atas kapal mereka sampai ke kota Cambridge, mereka pasti akan menuju kesana, karena kota Cambridge adalah kota terbesar dan perdagangan bebas hanya ada di sana, apalagi barang-barang perburuan mereka akan meningkat lima kali lipat jika di jual di kota itu di bandingkan kota lainnya."


"Aku akan ikut, terlalu berbahaya jika Leona dan kau saja yang pergi ke pulau itu, aku juga ingin lepas dari pulau ini dan mengelilingi lautan." Ucap jastin.


"Terserah kau saja." pria bernama Ronald Falviero mengangkat bahunya


"Kakak aku ...


"Tidak, kau harus di pulau ini, terlalu berbahaya, yang kita hadapi adalah seorang perompak, kepergian Leona saja sudah cukup berbahaya."


"Segeralah berkemas-kemas, bawa barang yang penting saja, malam ini kita akan berangkat." Ucap pria itu.


Leona mengangguk dengan yakin dan segera pergi bersama Latty menuju rumahnya.


"Ikut denganku, kau bisa beristirahat di rumahku." Ucap Jastin kepada pria itu.


***


Leona dan Latty kembali kerumahnya, mereka berdua begitu terkejut karena di dalam rumah Leona telah di penuhi tiga peti besar yang berjejer rapi di dalam rumahnya.


"A-apa ini?" Ucap Leona. Latty membukanya dan sontak matanya membulat ketika melihat apa yang ada di dalam peti itu.


"Leona lihat ! Ini emas." Ucap Latty. Seumur hidup mereka baru kali ini mereka melihat emas sebanyak ini.


"Ada surat di atas mejamu, Leona." Dia mengambil dan membacanya.


Furious Lewstin.


"Syukurlah Leona, kau bisa membawa emas-emas ini untuk perjalananmu ke Kota itu, kau tidak boleh pergi dengan tangan kosong, aku dengar perompak hanya mendengarkan emas, mereka akan mendengarkan siapa saja orang yang memiliki banyak emas."


Leona mengangguk dan mengambil pakaiannya di bantu oleh Latty. "Berjanjilah padaku Leona, kalian berdua akan kembali ke desa ini lagi, aku pasti akan sangat merindukanmu."


"Aku juga akan merindukanmu, Latty." Ucap Leona, mereka lalu berpelukan erat sambil menangis.


"T-tapi bagaimana dengan Jastin, aku tidak bisa membawanya dan membuatnya menghadapi bahaya hanya karena aku."


"Jangan khawatir, dari dulu dia ingin sekali pergi dari pulau ini, kau tahu cita-cita Jastin sejak dia kecil? Dia ingin menjadi seorang bajak laut, tetapi Mom selalu memarahinya jika dia menyebut mengenai bajak laut."


Latty membantu Leona berkemas, satu koper ada di tangan Leona, dan dress yang di belikan oleh Edmund, serta beberapa kantung emas yang di bawanya, serta kerang pemberian pria itu.


"Jangan khawatir peti-peti ini akan kusembunyikan di gudang bawah tanahmu, peti itu akan aman di sana." Ucap Latty


"Jangan khawatirkan soal itu, kau bisa memakainya jika kau mau, aku akan segera kembali bersama Edmund sampai saat itu tiba, jaga dirimu baik-baik Latty." Ucap Leona.


Sore telah berganti menjadi malam hari, Leona dan Latty segera bersiap-siap akan ke tepi pantai, mereka akan bertemu dengan pria bernama Ronald dan Jastin di sana. Tiba-tiba saja Latty bertanya dengan pertanyaan yang aneh kepada Leona.


"Leona? Apa kau melakukan malam pertamamu dengan Edmund?" Tanya Latty. Mata Leona membulat, dia tidak menyangka mendapat pertanyaan seperti itu. Dengan malu-malu Leona menganggukkan kepalanya.


"Kenapa?" Tanyanya dengan rona merah di pipinya.


"Bagaimana jika nanti kau hamil ketika kau sedang mengarungi lautan?" Ucapnya.


"Bagaimana mungkin aku bisa hamil, kami hanya melakukannya sekali saja." Ucap Leona kembali menundukkan kepalanya karena malu.

__ADS_1


"Kemungkinan kau hamil bisa saja terjadi, kau kan bercinta dengannya, dia melakukannya di dalam ....


Leona menutup mulut Latty karena malu mendengar kelanjutan ucapannya. "Kenapa mulut gadis ini seperti ini? padahal dia belum menikah." Ucapan Leona membuat Latty tertawa, tetapi dia lalu kembali menangis. "Aku betul-betul akan merindukanmu Leona, desa akan menjadi membosankan tanpamu." Ucapnya sambil menghapus air matanya.


Mereka akhirnya tiba di tempat yang di janjikan. Pria itu menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Kau bercanda kan?"


"Apa maksudmu? tentu saja aku tidak bercanda." Ucap Leona.


"Untuk apa koper itu dan lihat pakaian yang kau kenakan. Apa kau mau pergi bertamasya? Asal kau tahu saja, kapal yang akan kita gunakan adalah kapal perompak yang mengerikan. Kau tidak boleh ketahuan jika kau seorang perempuan, kau harus menyamar menjadi seorang pria, apa kau tidak tahu bagaimana bahayanya di atas kapal?"


"Kalau begitu tunggu sebentar." Ucap Latty dia lalu berlari kencang menuju desa. Terlihat dari kejauhan Latty kembali membawa sesuatu. Setelah dia tiba, dia membawa tas yang ukurannya sama dengan milik Leona, tetapi semua berisi pakaian pria.


"Pakai ini," Ucap Latty dengan napas terengah karena berlari.


"Pakaian ini gabungan dari pakaian Edmund, jastin dan pakaianku, aku pernah membelinya untuk kekasihku, tetapi belum sempat kuberikan."


"Kau punya kekasih?" Ucap Jastin menyipitkan matanya.


Leona dan Latty segera membereskan dan memindahkan pakaian dan segala keperluannya di dalam koper itu.


"Tch, wanita memang merepotkan." Gumam Ronald sambil menunggui Leona mengenakan pakaian pria di bantu oleh Latty di salah satu rumah nelayan yang kosong.


***


Malam itu ombak di laut cukup tenang, Pria tua yang sedang terikat di salah satu tiang kapal sedang mengingat semua teriakan Leona yang menangis sewaktu di tepi pantai.


Dia kemudian menatap awak-awak kapal yang duduk tidak jauh darinya, dia kemudian bersiul panjang membuat mereka bertiga melirik kepadanya.


"A-apa yang kau lakukan K-kap ... maksudku, berhenti bersiul jangan membuat keributan."


Pria itu terkekeh, "Apa kau sadar apa yang kau lakukan sekarang? Apa kau pikir setelah kau mengembalikan pria itu ke Cambridge, kalian akan kubiarkan hidup? Tidak, kalian akan mati di tanganku, kau pikir orang-orangku hanya ada di kapal ini, Perompak yang berada di kota Cambridge yang sekarang menguasai perdagangan di kota itu adalah sahabatku, kalian tahu pria perompak bernama Sean Nicholas Hoult, bukan?"


"D-dia bukan perompak lagi, kami tidak ada hubungannya dengan pria itu, dia sudah menjadi tuan besar di kota."


"Apa kalian tahu orang-orangnya tersebar di penjuru lautan, tidak ada seorangpun perompak yang tidak mengenal Sean, sekali aku mengatakan jika kalian semua berkhianat, sebelum kalian sampai di Cambridge, tubuh kalian sudah mengapung di lautan.


Suara langkah kaki mendekat kepada pria itu. "Kalau begitu kami akan melenyapkanmu sebelum semua itu terjadi, tidak ada ruginya bagi kami membunuh pria tua sepertimu." Ucapnya dengan belati di leher lewstin.


Dia terkekeh, "Lakukan saja, aku ingin lihat kalian mengatasi para perompak itu tanpaku,"


Pria itu melotot marah, dia tidak bisa membunuhnya, para perompak selama ini tidak menyerangnya karena hubungan baik kapten mereka dengan kapten perompak Sean.


"Sial, jaga dia, dan jangan Lengah."


***


Kapal cukup besar yang memiliki layar putih terbentang telah menunggu mereka, Ronald sudah naik ke atas kapal itu, Leona memeluk Latty untuk terakhir kalinya.


"Kau tampan dengan gayamu seperti itu Leona, tidak ada yang tahu kau seorang wanita, Oh ya ini untukmu." Latty memberikan Liontin emas dengan ukiran di sana.


Leona Lewstin


"Aku mencurinya dari Mom, karena itu memang milikmu, sampai jumpa Leona." Ucap Latty melambaikan tangannya, ketika Leona sudah ada di atas kapal dan terus melambaikan tangannya kepadanya.


"Jaga Leona untukku, kakak." Teriak Latty sambil menghapus air matanya. Leona melambaikan tangannya. Daratan kini tidak terlihat lagi. Leona memandang ke depan, hanya lautan yang terbentang luas di hadapannya.


Sekarang petualanganku akan di mulai Edmund. Aku akan menemukanmu.

__ADS_1


__ADS_2