Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 56


__ADS_3

Leona bolak balik di depan rumahnya, sambil melipat kedua tangannya, dia masih menunggu pria itu yang belum juga kembali dari pasar, dia khawatir sekaligus jengkel. "Apa dia tidak kesasar?" gumamnya. Sebelum dia memutuskan menyusulnya dan mencari Edmund, dia melihatnya dari kejauhan sedang menenteng sesuatu yang nampaknya terlihat berat.


Dari kejauhan terlihat wajahnya yang sedang tersenyum dam melambai kepada Leona.


"Apa yang terjadi kepadanya, dia tersenyum." Gumam Leona.


Belanjaannya cukup berat, terlihat bermacam-macam bahan makanan yang di belinya, juga beberapa lembar pakaian untuknya.


"Banyak sekali belanjaanmu." Ucap Leona sambil menaikkan alisnya dan memeriksa kantongan yang dibawanya. Dengan bangga Edmund bersandar di tiang kayu rumah.


"Kau lihat? karena kedatanganku kau juga bisa menikmati semuanya." Ucap Edmund menyombongkan dirinya. Leona mendengus, dia memeriksa semuanya.


"Malam ini kita akan makan sepuasnya Nona Leona." Ucap Edmund.


"Tch sombong sekali, tapi wajar saja kan kau membeli semua ini, aku kan yang menyelamatkanmu." Ucap Leona sambil mengangkat belanjaannya ke dalam rumahnya. Leona baru saja akan masuk ke dalam rumahnya ketika mendengar suara seseorang memanggilnya.


"Leona."


Mereka berdua berbalik dan tidak menyangka Jastin dan Latty datang ke rumahnya. Mereka terlihat khawatir, mereka menatap Edmund, wajah tidak suka dan permusuhan tiba-tiba diperlihatkan oleh Jastin kepadanya.


"Leona, kau baik-baik saja?" Ucap Jastin tapi matanya masih memandang Edmund seakan dia orang asing yang tidak seharusnya ada di antara mereka.


"Apa maksudmu aku baik-baik saja? tentu saja aku baik." Ucap Leona sambil tertawa keheranan. Dia lalu menatap Edmund dan menatap dua saudara yang memperlihatkan wajah cemasnya.


"Ah aku tahu, kalian sudah mendengarkan gosip dari pasar ya, Sir Fatt cepat juga, tidak ada yang bisa dirahasiakan di desa ini." Gumam Leona.


"Apakah itu benar, Leona?" Tanya Jastin, wajahnya terlihat khawatir juga kesal.


"Benar apa?"


"Kau menjalin hubungan dengannya dan akan segera menikah dengan pria ini." ujar Jastin dengan pandangan menuduh.

__ADS_1


"Hahaha, tentu saja tid...


"Tentu saja kami akan segera menikah, sudah lama kami menjalin hubungan serius, tapi baru kali ini aku mengunjungi Leona langsung di rumahnya." Ucap Edmund menarik Leona dan merangkulnya.


"Apakah itu benar Leona?" Gumam Jastin nampak terpukul dengan ucapan Edmund, dia terlihat ingin memberikan satu atau dua pukulan di wajah Edmund.


"Jadi gosip di pasar itu benar?" Tanya Latty sambil menaikkan alisnya dan tersenyum miring.


"Gosip? gosip apa?" ucap Leona masih berusaha melepaskan sentuhan tangan Edmund di pundaknya.


"Gosip kalau kau sering kali bercinta dengannya di atas kapal karam." Ucap Latty dengan lugas, tetapi ucapannya bukan seperti Jastin yang marah, tetapi rasa ingin tahu yang besar dan cerita yang ingin sekali Latty dengar dari Leona, mengenai jalinan cinta mereka yang menggairahkan di atas kapal karam, hal itu membuatnya bersemangat dan jantungnya ikut berdebar.


"Apa? bercinta di atas kapal karam? Kau pasti ber....


"Bagaimana mereka bisa mengetahui apa yang kita lakukan sayang, apa seseorang telah mengintip kita ketika melakukannya, sebenarnya itu wajar saja jika kita melakukannya berkali-kali." Ucap Edmund dengan santai dan tanpa beban. Sedangkan mulut Leona menganga tidak percaya dengan kalimat yang keluar dari mulut pria itu.


Kepalan tangan Jastin semakin kuat, urat di lengannya dapat Edmund lihat, matanya tajam menatap Emdund seakan dia siap bertarung kapan saja. Tanpa mengucapkan apapun, Jastin pergi meninggalkan mereka.


"Apa sih yang kau katakan Latty, siapa yang suka siapa, aku hanya menganggap Jastin sama sepertimu, menganggap dia kakak saja." Ucap Leona menaikkan bahunya. "Lain kali aku akan memberikan ucapan selamat kepada Jastin."


"Ermm, lain kali kau harus menceritakan detailnya kepadaku Leona, mengenai hubunganmu di atas kapal karam." Ucapnya sambil terkikik, "Kalau begitu aku pulang, aku senang mendengar kau menemukan seseorang Leona, aku turut bahagia mendengarnya." Latty akhirnya pergi menyusul kakaknya.


Leona garuk-garuk kepala ketika mendengar semua omong kosong yang tersebar di pasar.


"Kenapa kau menyelaku ketika berbicara? Kalau kepada mereka, setidaknya aku tidak ingin berbohong, tetapi kau malah memanas-manasi mereka." Ucap Leona sambil berdecak.


"Tidak boleh ada seorangpun yang tahu kalau itu cuma bohongan, aku tidak mau di bawa ke rumah kepala desa dan bertemu dengan istri mengerikannya itu." Ucap Edmund sambil menggeleng.


Leona lalu tertawa lepas. Edmund memperhatikannya tertawa dan menunggu tawanya berhenti. "Sudah selesai?"


"Kau lucu juga, kau takut ya."

__ADS_1


"Tidak, aku hanya tidak ingin mengamuk dan melukai semua orang."


Leona mencibir mendengar kesombongannya. "Sebaiknya kita menyiapkan makan malam sekarang, aku tidak mau makan dengan penerangan seadanya." Keluh Edmund, di rumah Leona tidak ada penerangan seperti penerangan dirumah penduduk yang lain, yang memiliki lampu dengan kualitas yang bagus dalam mengeluarkan cahaya, selain karena harganya mahal, Leona menganggap dia bisa membuat lampu sendiri yang lebih terang di bandingkan lampu mereka, tetapi penerangan milik Leona hanyalah lampu minyak yang penerangannya remang-remang.


Mereka akhirnya makan malam, baru kali ini dalam beberapa tahun Leona memakan daging yang empuk dan bisa makan sepuasnya, biasanya hanya Jastin atau Latty yang membawakannya seiris daging domba buatan ibu mereka dengan cara super sembunyi-sembunyi, karena ibunya seperti makhluk Nokturnal dapat merasakan gelombang makanan yang dikirim untuknya serta memiliki kemampuan pendengaran dan penciuman serta penglihatan yang tajam, apalagi ada kaitannya dengan Leona yang dibencinya.


***


"Hei kita akan ke kapal karam besok." Ucap Leona sebelum dia tidur. Terdengar suara kekehan dari bibir Edmund.


"Kenapa kau mau kesana? apa kau ingin membuatnya menjadi kenyataan? bercinta denganku di atas kapal karam seperti yang di sebarkan orang-orang desa?" Ucap Edmund, dia berbaring di atas tempat tidur milik Leona yang empuk, sementara Leona harus tidur di atas dipan yang di atasnya terdapat anyaman.


"Kepala mesummu itu mesti di perbaiki." Ucap Leona mendengus kesal.


"Jadi untuk apa kita pergi kesana, lagi pula tempat itu cukup jauh."


"Mencarikanmu tempat tidur, tubuhku sakit sekali tidur di atas anyaman." Keluhnya.


"Kenapa mesti pergi di kapal karam?" Tanya Edmund tidak mengerti.


"Cukup banyak kasur-kasur empuk yang tidak terpakai di sana, kita bisa membersihkannya dan membuat satu untukmu, kau tahu? tempat tidur empukku itu, aku ambil dari kapal karam itu, sangat lumayan dan memiliki kualitas yang bagus."


"Tidak usah ke sana, besok aku berencana membeli tempat tidur untukku sendiri, jadi kau bisa gunakan kembali tempatmu ini." Ucap Edmund.


"Benarkah? Ck sejak tadi aku menunggumu berkata seperti itu, lagi pula merepotkan sekali harus membawa kasur dari tempat yang jauh itu ke sini, apalagi harus mencucinya." Ucap Leona sambil berbalik membelakangi Edmund, dan sekejap saja gadis itu sudah tertidur.


"Kau tidur?"


"Hei, kau benar-benar tidur?" Ucap Edmund tidak percaya.


"Cepat sekali." Gumamnya.

__ADS_1


Edmund tidur dengan tubuh terlentang, kedua tangannya berada dibawah kepalanya sambil menatap langit-langit rumah, dia memikirkan banyak hal, dan tentu saja salah satunya pergi meninggalkan desa ini, dia tidak berencana untuk hidup dan menetap di pulau hilang ini. Jika ada kesempatan kapal apapun yang bisa datang kemari, dia akan naik ke sana apapun yang terjadi. Pandangan matanya jatuh kepada Leona. Gadis tomboi ini juga pasti ingin pergi meninggalkan desa ini, aku bisa mengajaknya ikut denganku dan membawanya ke mansion. Pikirnya.


__ADS_2