Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 74


__ADS_3

Mansion Hoult


Laura menyambut kedatangan Leona dengan senang, meskipun Laura dapat melihat kesedihan di wajah Leona, tetapi dia belum bertanya apa-apa, dia mengajak Leona masuk dan menyapa suami Laura yaitu Sean Nicholas Hoult.


"Senang berjumpa dengan anda. Istriku selalu menyebut anda, dia sangat senang bercerita dan berjalan-jalan dengan Nyonya Alexander, katanya seperti bertemu dengan teman lama." Ucap Sean.


"Aku mungkin mengganggu kalian malam-malam begini berkunjung. Aku hanya ingin bicara sebentar dengan Laura." Ucap Leona merasa malu mengganggu keluarga mereka.


"Jangan sungkan, kalian bisa bicara. Laura juga butuh teman ngobrol. Dia sangat kesulitan menemukan teman dekat di kota Cambridge, katanya semua wanita di kota ini sangat menyulitkan dan tidak lepas dari gosip." Ucap Sean. Setelah berpamitan. Dia lalu pergi dan mengajak Mark keluar dari ruangan.


Laura tahu ada sesuatu yang terjadi kepada Leona, wajahnya terlihat murung, padahal dia wanita yang ceria. Kedatangannya malam-malam seperti ini sudah menunjukkan bahwa ada masalah antara Leona dan Edmund.


"A-aku minta maaf mengganggu kalian, sebenarnya aku tidak tahu mesti kemana, tadi aku ingin ke tempat kapten Lewstin, tetapi akupun tidak tahu dia menginap di mana, yang kuingat cuma kau saja Laura." Ucap Leona getir sambil memegang erat gaunnya.


"jangan merasa sungkan Leona, jika kau memiliki masalah kau bisa datang padaku. Aku sangat senang memiliki teman ngobrol, kalau kau tidak keberatan kau bisa cerita kepadaku apa yang terjadi."


Leona tersenyum tipis, "Erm, Edmund akan menikah dengan wanita bernama Sofia." Ucap Leona.


Laura membelalakkan matanya. "Apa yang kau katakan Leona? B-benarkah?" Ucap Laura ternganga mendengarnya.


Leona mengangguk. "Kau tahu aturan kerajaan bukan? Aku ... masih belum tercatat secara resmi sebagai bagian dari keluarga Alexander, karena aku bukan berasal dari golongan bangsawan. Menurut mereka. Aku belum resmi tercatat sebagai istri Edmund, Jadi untuk meresmikan diriku sebagai keluarga mereka. Edmund harus menikah dengan seorang wanita bangsawan, setelah itu namaku bisa tercatat sebagai keluarga Alexander."


Leona menghembuskan napasnya. "Aku ... tidak tahu keputusan apa yang harus aku lakukan, Edmund sepertinya ingin menyembunyikan pernikahannya dariku, menurutnya dia tidak mau lagi mendengar ejekan orang-orang tentangku, itulah mengapa dia ingin menikahi Sofia."


"L-leona, kau pasti sangat sedih. Aku tidak tahu peraturan seperti itu berlaku juga di kota Cambridge. Apa yang akan kau lakukan, Leona? Apa kau akan membiarkan Edmund menikah lagi dengan wanita lain begitu saja?" tanyanya.


Leona tersenyum pahit. "Aku masih memikirkannya. Aku tidak ingin membiarkan pernikahan itu terjadi. Tapi sepertinya Edmund telah mengambil keputusan. Jadi akupun akan membuat keputusanku sendiri." Leona mengambil napas, wajahnya berubah kesal.


"Apa gunanya nama itu. Aku tidak perlu nama. Aku ... aku hanya ingin dia kembali seperti dulu, tetapi aku juga menyadari posisi pentingnya di keluarga Alexander. Dia putra satu-satunya, apalagi ayahnya sakit-sakitan. Aku tidak bisa egois hanya menginginkan Edmund untuk diriku sendiri dan menyuruhnya meninggalkan keluarganya." Leona mengangkat kedua bahunya. Dia kemudian tertunduk.


"Apa yang kata hatimu inginkan, Leona." Tanyanya. Leona mengambil secangkir teh dan meminumnya.


"Aku mencintai Edmund, aku mencoba ingin bertahan, tetapi setelah mendengar sendiri apa yang diinginkan Edmund dan keluarganya. Sepertinya tidak ada tempat untukku di keluarga Alexander, aku ... mungkin akan menyerah, aku akan melepaskan Edmund dan mungkin aku akan kembali ke pulauku."


Laura memegang tangan Leona, dia turut merasakan kesedihan yang di alami oleh Leona, dia mencoba menguatkannya.


"Maukah kau membantuku Laura, ada yang ingin aku lakukan, ketika hari pernikahan mereka tiba."


"Tentu Leona, apapun itu."

__ADS_1


"Terima kasih."


Malam itu Leona menginap di mansion laura dan meminta tolong agar kenan memberitahu ke Edmund agar dia membiarkan dirinya untuk beberapa hari menginap di mansion kediaman Hoult.


****


Edmund kembali ke Mansion, dia membuka kamar, hanya kekosongan yang menyambutnya. Dia masuk dan menanggalkan jasnya, dia lalu duduk di sofa, kemudian mengingat ucapan Kenan ketika bertemu dengannya di kastil.


"Istrimu menginap di rumah Laura, dia ingin menenangkan dirinya untuk beberapa hari di sana."


Edmund berpikir itu lebih baik, karena jika Leona berada di mansion, dia akan mendengarkan gosip mengenai pernikahannya dengan Sofia.


Maafkan aku Leona, hanya ini satu-satunya cara agar kau menjadi istri sah keluarga Alexander. Aku akan meninggalkan wanita itu setelah menikah dengannya dan kembali kepadamu.


***


Sudah dua hari Leona berada di kediaman Laura, dia betul-betul menenangkan dirinya di sana, mencoba berpikir baik-baik dengan keputusan besar yang akan di ambilnya. Itu demi kebaikan semuanya.


Inilah pilihanmu Edmund. sepertinya jalan kita sudah berbeda. Aku tidak bisa lagi kembali kepadamu."


Leona duduk seorang diri di dekat sungai kecil yang berada di belakang mansion, matanya menatap jauh ke depan, sambil mengambil kerikil dan melemparkan ke dalam sungai kecil.


"Miss, ini untukmu." Leona berbalik dan seikat bunga mawar berwarna merah berada di depan wajahnya. "Aku memetiknya di kebun tetangga, kupikir anda akan menyukainya, karena anda terlihat sangat sedih." Ucap Mark dengan suara kecilnya.


"Apa aku orang pertama yang memberimu bunga?" Ucap Mark heran.


"Mm, haha kau benar Mark, kau orang pertama yang memberiku bunga."


"Kalau begitu aku akan mengambilkan buah berry liar di rumah tuan Larry, tunggu sebentar ya." Mark sudah berlari sebelum Leona menghentikannya. Dia tertawa pelan sambil menggelengkan kepalanya. Leona kembali termenung dan menatap aliran sungai yang jernih.


Aku pikir kita dapat bersama selamanya, sampai kita tua bersama, tetapi aku terlalu naif, Edmund. Aku sangat bodoh mengharapkan itu semua.


***


"Bagaimana dengan gaun ini Nona. Aku pikir sangat cocok di tubuhmu, gaun glamuor dan seksi sangat sesuai untukmu, di bandingkan gaun sederhana dan elegan ini. Anda terlihat kuat dan mendominasi dengan gaun pengantin ini." Ucap Nyonya Meny.


"Kau ingin mengatakan kalau aku tidak elegan?" Ucap wanita itu ketika mencoba gaun pengantin itu.


"Bukan itu maksud aku Nona Sofia, aku hanya menyesuaikan imaginasiku dengan gaun yang akan anda kenakan, agar anda tampil sempurna di pernikahan anda nanti." Ucap Madam Meny kepadanya.

__ADS_1


Pintu toko terbuka, Laura dan Leona baru saja masuk ke dalam dan melihat-lihat gaun yang akan di kenakannya nanti. Laura mengambil gaun cantik berwarna plum kepada Leona, tetapi dia mendorongnya. "Itu terlalu mencolok Laura, aku pikir yang sederhana saja." Mereka melihat-lihat gaun yang tertata rapi di dalam toko itu.


"Aku sangat senang melihat antusiasmu menanti hari pernikahanku, Leona. Aku tidak tahu kau cukup bahagia dengan keputusan Edmund."


Laura ingin berbicara, tetapi Leona memegang tangannya, "Tentu saja aku antusias, ini kan pernikahan Edmund." Ucap Leona santai sambil memilih-milih gaun yang akan dikenakannya.


"Aku mengira pernikahanku dengan Edmund rahasia besar, tetapi rupanya kau sudah tahu, jadi untuk apa Edmund sampai menghukum para pelayan yang bergosip di mansion dan kastil. Kau tidak tahu? Siapa saja yang bergosip mengenai pernikahan ini, dia akan langsung di pecat atau di hukum oleh Edmund, kau pasti sangat bangga karena Edmund begitu takut kau akan terluka. Ck ck, tapi lihat dirimu kau bahkan berjalan-jalan di kota membeli gaun untuk pergi ke pesta kami. Tapi ... sayang sekali kau tidak kami undang, ini acara tertutup hanya untuk keluarga Alexander, tetapi tenang saja, karena kau sudah tahu, untuk apa di tutupi lagi. Aku khusus mengundangmu, kau boleh datang ke pesta pernikahan kami."


"Tentu, aku akan datang." Ucap Leona sambil tersenyum miring.


Sofia berjalan kembali menuju kamar gantinya, dia tersenyum ironis penuh kemenangan, "Menangislah Leona, kau tidak perlu berusaha menjadi kuat dan tabah." Ucapnya sebelum pergi. Leona tidak merencanakan ini, dia sama sekali tidak mau berlaku bar-bar dan kasar, tetapi mulut wanita ini patut mendapatkannya.


Sebelum Laura dapat mencegahnya, Leona berjalan cepat ke arah Sofia dan menarik keras gaunnya hingga sobek, dia terkejut. "A-apa yang kau lakukan, bodoh. Berani sekali kau melakukan ini kepadaku, tunggu saja jika aku sudah menjadi istri sah Alexander kau akan merasakan bagaimana rasanya menderita."


"Kalau begitu kau layak menerima ini." Leona meninju wajah kiri Sofia hingga ia terjatuh di lantai.


"Rasanya aku seperti bernapas lagi, oh ya itu hadiahku untuk pernikahanmu besok, mungkin sedikit make-up akan menutupi lebam di pipimu itu." Leona tersenyum sambil meninggalkan Sofia yang teriak histeris di dalam toko.


Laura memegang Leona. "K-kau hebat Leona." Ucap Laura kagum.


"Sebaiknya kita pulang untuk bersiap-siap, besok kau akan berangkat bukan?" Ucap Laura.


"Ya, besok aku akan pergi, terima kasih sudah menerimaku di mansionmu Laura, satu hal lagi yang aku syukuri ketika datang ke kota ini, karena aku dapat bertemu denganmu, setidaknya aku memiliki teman di kota besar ini."


***


Hari yang ditunggu-tunggu oleh Sofia telah tiba. Aula mansion itu telah di sulap menjadi acara pernikahan, meskipun sederhana tetapi masih terlihat mewah dan indah.


"N-nona jangan bergerak-gerak. Make-upnya tidak akan rata, pipi di sebelah kiri anda harus tampak lebih tebal untuk menutupi lebam di pipi anda." Ucap seorang pelayan.


"Awas saja wanita tengik itu, aku akan membuat hidupnya seperti di neraka, kita lihat saja apa yang bisa di lakukannya, kemenangan sudah ditanganku, tidak ada yang bisa di lakukan gadis kampung sepertinya."


Pukul 10 pagi pernikahan akan segera di laksanakan. Tamu terdekat dan keluarga telah hadir di sana. Laura dan Sean turut diundang, wajah mereka berdua terlihat seperti orang yang sedang berduka cita. Sedangkan Kenan dan Mark menatap jengkel kepada Edmund yang berdiri di sana dengan tuxedo hitamnya, tidak ada ucapan bahagia dari teman-temannya. Mereka semua menunggu pengantin wanita tiba.


Musik mengalun indah, terlihat ketegangan serta kegembiraan di wajah mereka. Akhirnya pengantin wanita telah tiba, dia berjalan sambil tersenyum bahagia. Wajah Edmund terlihat jijik ketika melihat senyum wanita itu. Dia kini berdiri di samping Edmund dan pernikahan akan segera di laksanakan. Sebelum mereka mengucapkan janji suci. Pintu ruangan itu terbuka lebar. Semua orang berbalik melihat siapa tamu undangan yang tidak sopan dan berani masuk saat pengantin akan mengucapkan janji suci mereka.


Wanita itu berjalan dengan elegan. Dia mengenakan gaun kream indah dengan wajah cantiknya yang mempesona. Semua orang menahan napas dan terkejut ketika melihat siapa yang datang, dia mengangkat kepalanya tinggi-tinggi berjalan pelan ke arah mereka dengan percaya diri. Karena para tamu undangan terdengar berbisik-bisik dan menimbulkan keributan, Edmund dan Sofia berbalik.


Edmund sangat terkejut melihat kedatangan Leona, dia berjalan menuju ke tempat mereka dan berhenti di depan keduanya. Matanya menatap tajam kepada Edmund.

__ADS_1


"Kau pikir aku membutuhkan nama Alexandermu itu? Bukan itu yang aku inginkan darimu, Edmund. Kita sudah tidak sejalan lagi, Edmund." Ucap Leona menatapnya untuk terakhir kalinya. Leona melemparkan kertas kepada Edmund di depan wajahnya.


"Kita berpisah saja."


__ADS_2