Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 75


__ADS_3

"Kita berpisah."


Suara Leona terdengar di seluruh ruangan aula pernikahan. Hanya ucapan itu yang Leona sampaikan lalu melemparkan surat cerai kepada Edmund. Surat itu di tulis oleh Leona sendiri dan permintaan cerai yang sudah di tanda tanganinya dengan mengatasnamakan desa tempatnya tinggal, meskipun surat itu tidak akan berguna sama sekali, tetapi Leona ingin menulisnya dan melemparkan ke hadapan Edmund.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Leona berbalik dan segera meninggalkan mereka. Semua orang ribut, tidak lagi berbisik-bisik. Edmund mengambil kertas yang di lemparkan Leona dan membacanya, tulisan tangan Leona dan permintaan cerai serta tanda tangannya. Di samping kiri tertulis namanya dan di bawah atas nama kepala desa Zaudetta.


Edmund ingin mengejar Leona tetapi Sofia menahannya sekuat tenaga, dia memegang tangannya untuk melanjutkan ucapan janji sucinya.


"E-edmund, jangan pergi Edmund, jangan bercanda, kita akan menikah bukan? Ayolah, k-kita harus melanjutkan pernikahan kita." Edmund menghempaskan tangan Sofia dan menatapnya dengan marah.


"Kau pikir aku menikahimu karena aku ingin, ini semua kulakukan demi Leona." Ucap Edmund menatapnya dengan pandangan jijik. Dia lalu berlari menuju pintu keluar, tetapi ibu dan ayahnya keluar dari kursi tamu, mereka menghalangi Edmund agar tidak mengejar wanita itu. "Kau telah mempermalukan keluarga Alexander, Edmund. Apa kau mau keluar dari nama Alexander? kalau kau tetap mengejar gadis itu. Kau keluar dari keluarga Alexander." Ancam Ayah Edmund.


"Kalau begitu aku pergi Dad, selamat tinggal." Dia kemudian berlari dan keluar dari tempat pernikahannya dan berlari mencari Leona.


"LEONA, LEONA ....Teriakan Edmund terdengar hingga kehalaman kastil.


Edmund memeriksa semua kereta kuda tetapi kosong. Tidak ada Leona di mana-mana. Edmund mencari kuda di dalam kastil dan segera menaikinya dan segera mengejar Leona.


***


Sementara Edmund tertahan di dalam oleh wanita itu dan orang tuanya. Leona sudah menyiapkan kereta kudanya. Dia segera masuk ke dalam kereta kudanya. Dan segera pergi dari tempat itu.


"Selamat tinggal Edmund. Kita tidak akan bertemu lagi." Ucapnya. Kereta kuda melaju kencang meninggalkan mansion itu. Keputusan ini Leona ambil karena tidak bisa menerima peraturan di Cambridge, dia tidak mau berbagi suami, meskipun Edmund mengatakan akan meninggalkan wanita itu, tetapi jika mereka telah menikah, bagaimanapun wanita itu telah menjadi istrinya. Dan itu tidak masuk akal untuk Leona.


Kereta kuda melaju dengan kencang cukup lama, kini kereta kudanya memasuki daerah pemukiman di desa. Di pinggiran kota Cambridge terdapat penginapan. Leona berhenti di sana dan berniat melanjutkan perjalanannya malam ini. Mereka harus beristirahat, dan melanjutkan perjalanan agar sampai ke desa yang dituju esok harinya.


Desa itu cukup terpencil, tetapi dia beruntung masih bisa menyewa satu kamar untuknya agar bisa beristirahat. Leona duduk di tepi tempat tidur dan menghembuskan napasnya, dia mengingat bagaimana wajah Edmund ketika dia melemparkan surat itu dan mengatakan ingin berpisah darinya.


Wajah shock tidak terkira terlintas di wajahnya, matanya menatap langsung manik mata Leona. Tetapi Leona mengabaikannya, dia berbalik dan berjalan pergi.


"Edmund sepertinya kita tidak akan pernah bertemu lagi, ini keputusanku. Selamat tinggal." Ucapnya letih.


***


Edmund menyusuri pusat kota Cambridge, masih mengenakan tuxedonya, dia menatap kiri dan kanannya, mencari wanita bergaun Kream tetapi tidak ada yang mengenakannya. Dia turun dari kudanya dan berlari-lari ke tempat penginapan. Di penginapan itu dia bertemu dengan Jastin dan Ronald. Mereka terkejut ketika melihat Edmund mengenakan tuxedo seperti seorang mempelai pria.


"Edmund Apa yang terjadi, kenapa kau berpakaian seperti itu, di mana Leona?" Ucap Jastin mengikutinya dari belakang.


"Apa yang terjadi dengan Leona? Hei kau mendengarku." Suara Jastin terdengar kasar, dia memegang bahunya agar Edmund menjelaskan.


"Lepaskan tanganmu "


Ronald menghalanginya, "Kau tidak akan kemana-mana. Kau harus menjelaskan kepada kami sebelum kau pergi.


Edmund menggertakkan giginya. "Dia pergi, Leona telah pergi meninggalkanku. Jadi lepaskan tanganmu." Ucapnya dengan tatapan membunuh.


"Apa yang kau lakukan sampai Leona pergi darimu?" Edmund tidak menjawabnya, dia lalu pergi dengan terburu-buru setelah dia tidak menemukan Leona di sana.


Edmund terburu-buru naik ke atas kudanya, dia lalu mencari Leona di setiap tempat yang ada di Cambridge. Perasaannya campur aduk, marah, kesal dan rasa kehilangan yang dalam, penyesalan dan rasa bersalah. Dia menelan ludahnya kasar, dia harus menemukan Leona bagaimanapun juga. Dia tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1


Kau adalah milikku, Leona. Kau tidak bisa pergi meninggalkanku dengan semaumu. Aku bersalah. Aku hanya ingin kau kembali padaku.


Dia lebih cepat mengendarai kudanya menempuh jalanan di kota Cambridge, jantungnya berdegub kencang, dia takut jika dia tidak bisa menemukan Leona, atau dia sudah berada di kapal dan kembali kepulau Zaudetta.


***


Kediaman Alexander.


"Ibu. Bagaimana bisa Edmund meninggalkanku dengan semaunya. Dia betul-betul telah mempermalukan aku dan seluruh keluarga Ridle. Ayahku akan ke istana besok, mungkin Edmund harus mendapatkan sedikit hukuman karena telah berbuat kasar kepada aku dan seluruh keluarga Ridle.


Nyonya Alexander membujuk Sofia agar dia bersabar sedikit saja, dan mengajaknya ke kamar Edmund untuk membuat hatinya lebih baik dan tenang.


"Kau tahu ini kamar siapa? Sewaktu wanita tidak tahu diri itu muncul, kamar ini adalah kamar kesukaan Edmund. Kau bisa menunggu di sini sampai dia kembali. Setelah menemukan wanita bodoh itu, kalian tetap akan melangsungkan pernikahan kalian, aku akan menggila di depan Edmund jika dia berusaha kabur lagi dan menuruti wanita kampung itu, bersabarlah sedikit lagi, sofia." Ucap Nyonya Alexander sambil menepuk punggung Sofia seperti seorang ibu yang perhatian dan penuh kasih sayang.


***


Leona sudah tertidur beberapa jam, sekarang dia harus melanjutkan perjalanannya, mungkin dia akan mencari desa kecil untuk dia tinggali sementara, mencari ketenangan, dia ingin menjauh dari kota Cambridge dan semua yang mengingatkannya tentang Edmund. Kalau dia ingin melupakannya, dia harus melakukannya dengan sungguh-sungguh.


Leona naik ke atas keretanya, Laura memberikan peta sebuah desa yang sangat cocok di tinggali sementara waktu, ketika dia sudah merasa tenang, dia akan menemui Ayahnya agar membawanya kembali ke desa Zaudetta. Itu hanya rencana awalnya, tetapi jika sesuatu terjadi, dia akan mencari tempat tinggal sendiri di sebuah desa baru.


Matahari telah tenggelam, bayang-bayang pepohonan sedikit demi sedikit tertutupi oleh kegelapan. Leona menatap dari kejauhan lampu-lampu yang menyala cukup jauh dari keretanya.


"Sir, kita masuk ke desa itu." Tunjuknya.


"Tapi Nyonya, jalanan di sana berlumpur, dan sulit untuk di lewati kereta kuda."


"Anda benar, saya akan kesana Nyonya."


Perjalanan mereka masih panjang dan Leona berharap bisa mendapatkan penginapan untuk beristirahat malam ini.


***


Penginapan Farious Lawstin


Dua orang pria berlari-lari memasuki penginapan untuk mencari kapten Lawstin. Ronald mencari tahu mengenai Leona dan Edmund, berita tersebar sangat cepat, dia mendapatkan informasinya dengan mudah, karena semua orang bergosip mengenai kejadian tadi pagi.


"Kenapa kalian ada di sini, bukankah kalian harus memata-matai kapal perompak yang sebentar lagi akan tiba."


"Kapten ada masalah yang lebih mendesak. Emm, kami mendengar bahwa Edmund Alexander akan menikah lagi, dengan seorang wanita bangsawan bernama Sofia Ridle, karena mendengar pernikahannya, Leona ingin berpisah dengan Edmund, kini Leona meninggalkan Edmund dan pria itu sedang mencarinya di mana-mana." Ucap Ronald.


Mata kapten Lewstin seketika membulat, dengan rahang terkatup rapat. Dia memukul meja dengan keras hingga meja itu bergeser.


"Kenapa hal itu bisa terjadi, mengapa Edmund bodoh itu ingin menikah lagi. Apa yang kurang dari Leonaku."


"Karena Nona Leona bukan seorang bangsawan, Kapten. Pernikahan mereka belum di resmikan dan Leona belum tercatat sebagai istri sah Edmund Alexander di kota ini, karena itu Edmund ingin menikahi wanita bangsawan terlebih dahulu, barulah pernikahannya dengan Leona akan di akui, seperti itu kabar yang kami dengar, kapten."


"Omong kosong. Apakah peraturan seperti itu berlaku di kota ini?"


"Ya, kapten."

__ADS_1


Lewstin terdiam, dia kemudian masuk ke dalam ruangannya dan mengambil dokumen penting dari dalam lacinya. Setelah itu dia mengganti pakaian bajak lautnya dengan setelan jas dan topi lalu mengenakan mantel bepergian yang biasa di pakai oleh para pria bangsawan, dia terlihat berbeda.


"Kapten? Anda mau kemana?" Tanyanya.


Dia memperbaiki jasnya yang berlipat dan memperbaiki rambutnya yang tadinya acak-acakan.


"Aku akan ke istana. Untung saja Empres masih di kota Cambridge, lagi pula sudah lama aku tidak menyapa Empress." Ucapnya dengan kikuk.


"Kapten, apa maksud anda? Kenapa anda ingin ke istana dan menyapanya?" tanya Ronald tidak mengerti. Meskipun kapten Lewstin hebat, tetapi dia tetaplah seorang bajak laut, dia tidak akan di biarkan masuk ke istana semaunya. Kapten Lewstin terlihat canggung, dia memperbaiki kerah jasnya.


"Jangan Cerewet, siapkan saja kereta kuda yang terbaik, dan bawa aku sekarang ke istana. Aku yang akan meminta langsung peresmian pernikahan mereka berdua. Apa mereka bodoh dan tidak mengenal lagi nama besar bangsawan Lewstin dari kota Chester? Meskipun sekarang aku seorang bajak laut, tetapi aku ini seorang bangsawan kerajaan. Aku adalah putra satu-satunya dari keturunan bangsawan Lewstin. Aku akan bicara kepada Empress."


***


Desa itu bernama Desa Leaf, tidak ada yang menyangka desa subur dan indah ada di kedalaman hutan yang sangat jarang dimasuki hingga ke pelosok desa, karena jalanan yang rusak dan penuh bebatuan. Beruntung malam itu Leona melihat lampu dari rumah warga desa, sehingga ia memutuskan masuk ke dalam wilayah desa Leaf untuk menginap dan beristirahat.


Leona mendapatkan pelayanan terbaik di sebuah penginapan sederhana, tampak warga desa sangat ramah kepadanya. Meskipun mereka terkagum-kagum jika ada orang baru masuk ke desa mereka. Jalanan yang sulit untuk di lewati menyebabkan orang-orang tidak berniat mengunjungi desa indah ini.


Leona keluar dari rumah penginapan, dia berjalan-jalan di desa. Warna warni bunga ada di setiap rumah penduduk desa, selain itu mereka memiliki kebun sayuran yang sangat subur dan sangat indah, sungai pun bersebelahan dengan kebun penduduk. Dia naik sedikit ke atas bukit, dan memperhatikan pemandangan indah yang memukau.


"Maafkan aku Laura, aku tidak akan menuju desa yang kau tujukan padaku. Aku tidak akan pergi ke desa itu. Sepertinya desa ini lebih cocok untukku. Selain terpencil, desa ini sangat indah, mereka semua sangat ramah kepadaku. Aku akan memulai hidupku di sini." Ucap Leona sambil merasakan hembusan angin menerpanya.


***


Edmund kembali ke kastil, dia sudah semalaman mencari Leona dan tidak menemukannya. Dia kembali ke kastil Alexander karena berita bahwa ayahnya sedang gawat membuat Edmund kembali. Dia masuk ke dalam ruangan dan mencari mereka semua.


Pintu Aula terbuka, tampak orang-orang sedang menunggunya. "Edmund akhirnya kau pulang, cepatlah masuk. Acara akan segera di mulai." Ucap nyonya Alexander.


Edmund menatap murka ketika melihat Sofia sudah mengenakan kembali gaun pengantinnya dan tersenyum cerah. Dia menghentak tangannya yang di pegang. "Apa kalian lupa alasan aku ingin menikahi wanita ini, itu semua demi Leona. Sekarang kalian pikir aku ingin menikah setelah Leona tidak ada? jangan bermimpi. Sebaiknya bubarkan pesta tidak berguna ini dan hentikan sandiwara ibu yang selalu mengatakan ayah sakit parah. Aku tidak akan membiarkan jika sekali lagi ada yang memanggilku dengan hal tidak berguna seperti ini."


Sofia membanting bunga yang di pegangnya. Dengan berani dia melangkah di depan Edmund. "Kita akan menikah hari ini, meskipun wanita itu pergi tetapi dia masih belum resmi bercerai denganmu, jika dia kembali, statusnya masih tetap akan sama, jadi lebih baik kita menikah sekarang. Jika kau masih menolak. Aku ... aku akan mati untukmu, Edmund." Ucapnya dengan suara lantang.


"Kalau begitu mati dan pergilah ke neraka, jangan menggangguku lagi."


Edmund berbalik ingin pergi. Tiba-tiba seorang pria utusan dari kerajaan datang dan memberikan hormat kepada Edmund dan seluruh keluarga.


"Ini adalah surat resmi dari istana kerajaan yang langsung di tanda tangani oleh Empress. Saya berharap seluruh anggota keluarga Alexander mendengarkan surat dari Empress. Mereka semua menunduk sambil mendengarkan isi surat dari istana.


Saya, Empress Kerajaan ini terkhusus di kota Cambridge mengumumkan bahwa Edmund Alexander dan Leona Lewstin secara sah diakui oleh kerajaan North Of England, telah meresmikan pernikahan kedua keluarga bangsawan yang telah menikah di pulau Zaudetta.


Semua orang terheran-heran mendengar pengumuman itu. Edmund sungguh terkejut dan meminta penjelasan kepada utusan kerajaan itu. Tetapi dari pintu Aula, Furious Lewstin serta Ronald dan Jastin masuk ke dalam.


"Dimana Leonaku, Edmund." Suara itu menggema di ruangan aula. Edmund menatapnya kaku, dia tidak bisa berkata-kata.


Lewstin menatap murka kepada mereka semua. "Saya Ayah kandung Leona dari bangsawan Lewstin, saya akan menuntut tanggung jawab kepada kalian jika sampai terjadi sesuatu kepada putriku, saya sudah melaporkan tindakan kalian kepada kerajaan. Keluarga lewstin dari Kota Chester tidak akan menerima penghinaan ini."


Pria itu lalu membalikkan tubuhnya dan segera pergi dari bungkamnya orang-orang yang mendengar semua ucapannya. Dia lalu berhenti dan kembali menatap Edmund.


"Cari dan temukan Leona, Edmund. Jika sampai kau tidak menemukannya. Dan aku yang menemukan Leona terlebih dahulu. Jangan harap aku akan membiarkan dia kembali kepadamu." Dia pergi dan meninggalkan mereka semua dalam keadaan membisu.

__ADS_1


__ADS_2