Whisper Of The Sea

Whisper Of The Sea
Vol 35


__ADS_3

Tempat itu begitu besar dan luas di setiap sudutnya terdapat ornamen yang mewah dan megah, Laura menatap tempat itu dan tidak menyukai kemewahan yang ada di sana.


Berbeda dengan putranya, Max begitu mengaguminya, setiap perkataannya hanya terdengar kata 'Wow'.


"Ini rumah daddy?" Tanyanya.


"Ini rumah kita." Ucap sean mengacak-acak rambut putranya.


"Boleh aku berkeliling Daddy?" Tanyanya.


"Tentu boleh, tapi kau harus berjanji untuk berhati-hati max."


"Okey Dad." Max pergi dengan riang gembira, dia sangat suka menjelajah seperti Sean.


Laura berdiri di samping Sean masih menatap tempat itu, tidak pernah terpikirkan di pirita terdapat bangunan mewah seperti ini, Pikir Laura.


Sean menggenggam tangan Laura dan mengajaknya ke lantai atas, dia ingin memperlihatkan kamar mereka berdua.


Laura begitu canggung, beberapa pelayan menunduk ketika melihat Sean dan melirik kepada Laura.


Sean membuka pintu kamarnya dan menarik Laura agar masuk ke dalam.


"Ini kamar kita." Ucap Sean.


"Kamar kita? Aku ingin tidur bersama max, aku tidak bilang pindah denganmu berarti kita harus tidur bersama di ranjang yang sama." Ucap Laura.


Sean menyilangkan kedua tangannya lalu menatap Laura yang membelakanginya.


"Jangan membuatnya menjadi sulit sayang, kita baru saja bercinta beberapa jam yang lalu dan sekarang kau menolakku karena tidak mau tidur denganku?"


"Itu hal yang berbeda Sean, kau pria pemaksa, dan...


"Kau membutuhkanku Laura, jangan membohongi dirimu, kau bisa berbohong dengan mulut manismu tapi tubuhmu tidak, kau membutuhkanku sayang." Ucap Sean maju beberapa langkah dengan perlahan dan dengan lembut menarik dagu Laura agar menatapnya.


Laura menepis tangan Sean, "jangan mulai Sean, tubuhku masih lelah." Ucap Laura melangkah menjauh dari dekapan Sean.


Sean mengangkat tubuh Laura dan menempatkannya di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Sean, apa yang kau lakukan, aku sudah bilang aku lelah aku butuh istirahat." Ucap Laura dengan marah.


Sean masih diam, dia menarik gaun Laura hingga tubuhnya tidak mengenakan apapun.


"Diamlah, aku akan memijatmu, kau bilang kau lelah bukan?" Ucap Sean mengambil botol yang wanginya di sukai oleh Laura dan mulai memijat punggung Laura.


Pijatan Sean membuat Laura rileks dan nyaman, perlahan Laura menutup kedua matanya dan menikmati setiap pijatan dan sentuhan sean.


Sean menepati janjinya dia sama sekali tidak memaksakan kehendaknya kepada Laura meskipun Laura mengetahui keinginan Sean dari napasnya yang memburu dan sesuatu yang mengeras di sana.


Laura akhirnya tertidur dan merasa rileks karena pijatan Sean, hingga beberapa jam dia masih berada di alam mimpi dengan pelukan erat dari Sean yang ada di belakangnya sambil memeluknya erat.


Laura membuka kedua matanya dan merasakan napas teratur berada di tengkuknya. Sean tertidur lelap sambil memeluknya, tiba-tiba dia mengingat max, sial ! Dia terlalu hanyut dengan pijatan sean.


Laura bangun dari tidurnya dan segera mengenakan bajunya, Sean membuka matanya melihat Laura yang terburu-buru memakai pakaiannya.


"Ada apa sayang?" Tanyanya.


"Aku melupakan Max, aku tertidur dan ini sudah malam." Ucap Laura panik.


"Tenanglah sayang, max sudah tidur dari tadi di kamarnya."


Laura menghembuskan napasnya. "Kau harusnya membangunkan aku Sean." Ucap Laura duduk di salah satu kursi di hadapan Sean.


Mereka saling menatap, ada pancaran dari mata Sean yang menginginkan Laura Sekarang juga, tapi Laura tidak ingin membiarkan Sean mendapatkan dengan mudah apa yang diinginkannya.


"Aku...aku ingin melihat max." Ucap Laura segera berdiri dan keluar dari kamar.


Jantung Laura berpacu dengan kencang, entah berapa kali dia sudah melakukannya dengan Sean tetapi jantungnya tidak mau berhenti berdetak setiap kali Sean menginginkannya.


Sean menatap Laura yang menutup pintu kamarnya, dia mengerang, dan merentangkan tubuhnya yang butuh pelepasan tetapi dia cukup kuat menahannya karena dia tidak ingin Laura marah kepadanya.


~


"Sepertinya di tempat ini." Ucap pria itu memandang bangunan lapuk yang gelap.


"Tidak ada jejak, mereka pergi lagi Jon." Ucap salah satu pria bermantel itu.

__ADS_1


"Sebaiknya kita periksa lebih teliti lagi Jon, dia tidak mungkin pergi jauh."


Edmund berjalan dan menatap mereka bertiga yang berada di halaman depan rumah Laura, dia sudah menduganya sejak awal ada yang tidak beres dengan tuan Windsor, mengapa pria bernama jon ada di sini? Dia datang untuk menemui tuan Windsor waktu itu. Sepertinya semua ini ada hubungannya dengan Laura, apa yang diinginkan pamannya.


Mereka semua telah pergi, hanya Edmund yang ada di sana.


"Dia pergi bersama pria itu lagi?!" Edmund segera pergi dari sana dan kembali ke keretanya, segala pikirannya sekarang ini terpusat kepada Laura dan Sean dia memikirkan berbagai cara agar memisahkan mereka berdua.


~


Laura kembali dari kamar max dan menatap punggung sean, Laura segera naik ke atas tempat tidur dan memakai selimutnya, dia mengerling Sean dan merasakan hembusan napasnya tiba-tiba mengencang.


"Laura." Bisik Sean di tengkuknya.


Kecupan perlahan mendarat di punggungnya hingga sampai ke ceruk leher Laura, Sean mulai bergerak mendekati tubuh Laura ketika dia tidak menolak sentuhannya.


Ciuman-ciuman perlahan merangkak ke wajah Laura, Sean tidak terburu-buru dia menikmati setiap sentuhannya kepada Laura dan setia desahan yang kuat dari bibirnya.


Ciuman sean kini berubah menjadi menuntut dan perlahan begitu kasar, dan menjelajahi setiap inci dari tubuh Laura, seketika Laura Bergerak-gerak di bawah sean ketika dia menciumnya di sana, Sean sudah tidak bisa menahannya dia ingin menghujam Laura sekarang juga.


Tubuh Laura sudah siap menerima Sean tetapi suara ketukan dari pintu kamarnya membuat Sean dan Laura menatap suara kecil yang memanggil-manggil nama Laura.


"Mommy?" Ucap max sambil mengucek-ucek matanya yang ngantuk.


"Mom?"


Sean berdesis, dia sudah tidak kuat untuk menahannya lagi, tetapi Laura mendorongnya, dia segera bangun dari tempat tidur dan mengenakan dengan buru-buru pakaiannya.


Laura membuka pintu dan menatap max.


"Mommy, aku mendengar suara aneh di jendelaku, aku ingin tidur dengan mommy malam ini." Ucapnya sambil kembali mengucek matanya.


"Tentu sayang, kemarilah." Max masuk kedalam kamar tidur dan segera berbaring dan mengambil posisi tidur di tengah-tengah mereka.


"Daddy !" Ucap max ngantuk.


"Tidurlah max." Ucap Sean mengecup kepala putranya. Mata tajam sean menatap Laura, dia terlihat begitu tersiksa. Laura berpaling pura-pura tidak melihat gerak tubuh Sean padanya.

__ADS_1


Laura berbaring dan memeluk max yang sudah tertidur, Sean rupanya tidak bisa tidur, dia begitu gelisah, tubuhnya bagai terbakar dan Laura dengan tenangnya kembali tertidur.


__ADS_2