WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Saran Jackson


__ADS_3

Akhirnya dengan segala bujukan. Dan juga kata menenangkan dari Zello. Dia kini sudah bisa memejam kan mata nya. Zello pun tak beranjak dari samping istrinya. Ia tahu Dia dan Sysil adalah dua wanita yang sama sama, Memiliki hati yang baik. Dan juga ketulusan masing masing. Namun, Zello kini tidak mau terlibat. Dalam hubungan yang masih memiliki bayang bayang masa lalu.


Jika sebelum nya ia memang masih sering memikirkan Sysil. Namun, Sekarang Zello benar benar ingin hanya fokus pada mass depan nya. Bersama Dia seorang. Apalagi saat ini Dia juga tengah mengandung janin. Dari hasil cinta mereka berdua. Meskipun hanya dengan proses bayi tabung saja. Setidaknya sel telur dan juga ****** nya adalah milik mereka berdua.


Memang jalan kehidupan kadang tak ada yang lurus lurus saja. Adakalanya, Manusia sering di uji dengan jalan berbeda beda. Dan pada saat ini mungkin juga. Cinta keduanya serta rumah tangga nya sedang mendapatkan ujian tersebut. Maka dari itulah, Zello tidak ingin menyerah begitu saja. Meskipun, Ia tahu jika harapan itu sangatlah tipis. Namun, Zello hanya berpatokan. Tidak ada penyakit yang tidak memiliki obatnya.


”Aku harap, Kau bisa bertahan sayang!. Aku akan lakukan apa saja, Untuk kebahagiaan keluarga kita”


Saat inilah Zello baru sadar. Jika ia tidak akan pernah sanggup. Jika sampai terjadi sesuatu baik pada Dia maupun kedua anak anaknya. Memang Zello sadar, Jika ia telat menyadari perasaannya. Tetapi, Ketika ia sadar. Zello tidak akan menyerah begitu saja.


Cup...


Zello mendaratkan kecupan di kening istri nya. Bahkan, sangat lama. Rasanya Zello ingin sekali menentang takdir buruk ini. Dan menghalangi segala jalan untuk merusak kebahagiaan rumah tangganya, Dengan tenang dan nyaman.


Tok... Tok...

__ADS_1


Zello beranjak dari atas ranjangnya. Saat mendengar suara ketukan pintu kamar nya dari arah luar. Karena, Ia juga tidak mau kalau sampai istirahat istrinya terganggu.


Ceklek...


Zello langsung melihat wajah Jackson. Saat pintu kamar itu terbuka ."Ada apa, Jackson? "


"Dokter Hana ingin menemui anda, Mr! "


"Apa dia sudah mendapatkan cara, Agar masalah ini bisa teratasi? " Tanya Zello tak mau bertele-tele lagi.


*****


Zello keluar dari ruangan kerjanya. Setelah tadi ia telah membahas hal penting dengan Dokter Hana. Dan entah apa yang di rencakan oleh mereka. Yang jelas ada resiko yang harus diterima. Agar semuanya bisa di laksanakan dengan maksimal.


"Mr, Apa anda tak mau mencoba, Untuk meminta bantuan tuan Lucas? " Usul Jackson tiba tiba memberanikan diri.

__ADS_1


Zello langsung menoleh pada asistennya itu. Membuat Jackson menundukkan kepalanya. "Maaf.Mr!. Tapi anda harus ingat. Jika kekasih tuan Lucas adalah seorang... "


"Aku tidak yakin, Jika dia mau membantu ku" Jawab Zello yang memang sejak awal selalu berselisih paham. Dengan sosok wanita yang saat ini, Tengah menjalin kasih dengan sepupunya sendiri.


Zello sebenarnya juga, Sejak awal sudah pernah memikirkan hal tersebut. Namun, Untuk meminta bantuan Lucas ataupun kekasihnya itu. Malah membuat Zello ragu. Kalau untuk Lucas saja, Mungkin Zello tak akan keberatan. Namun, Jika denga kekasih Lucas. Wanita yang menurut Zello sangat penuh misteri.


Bahkan, Tak pantas baginya untuk disebut seorang wanita. Lantaran ia adalah seorang psikopat gila. Sebab, Bagi Zello tak ada seorang dokter. Yang tega membunuh pasien nya sendiri.


"Mr, Masa lalu nona Wanda memang buruk. Namun, ia memiliki alasan melakukan hal itu" Jackson berusaha membuat bosnya sadar.


Padahal kalau mau perbandingan. Baik Zello maupun Wanda kekasih Lucas saat ini. Keduanya adalah para psikopat gila semua. Namun, Keduanya juga memiliki alasan. Untuk menghabisi seseorang. Bukan karena nafsu membunuh semata.


"Akan aku pikir kan lagi" Sahut Zello datar. Ia sangat tahu dan paham. Apa yang dikatakan oleh Jackson. Namun, Untuk hal ini, Zello hanya tidak mau salah sedikit pun. karena menyangkut orang yang ia cintai.


SATU BAB DULU YA, OTHOR PENGEN SEDIKIT SLOW UNTUK MENDEKATI TAMATNYA🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2