
Di dalam mobil yang berbeda juga. Saat ini seorang pria tengah tersenyum licik. Ia mulai memberikan perintahnya pada Sang asistennya.
"Sepertinya, Mereka telah memakan umpan nya". Ucapnya dengan sudut bibir yang terangkat.
"Lalu, Apa langkah kita selanjutnya, Tuan? "..
" Lakukan sesuai rencana awal!. Dan jika ini gagal maka kau harus melakukan rencana B! ".
"Siap, Tuan".
Pria itu kembali menatap layar tablet nya. Dan tersenyum licik. Membayangkan apa yang akan terjadi malam ini. Saat orang yang telah lama, Ingin ia singkirkan. Mulai lengah dan memakan umpan yang telah ia siap kan dengan sangat rapi.
Beberapa detik kemudian, Pria itu langsung tertawa terbahak bahak. Dan menyenderkan punggung nya. Pada badan jok mobilnya. Ia sudah akan merencanakan kemenangan nya. Setelah rencana mereka kali ini berhasil. Dan ia juga telah menyiapkan hadiah spesial. Untuk membuat klan nya itu murka. Dan pada saat itulah, Ia akan menyerangnya. Karena, Di saat kondisi hati terluka. Pada saat itu juga pikiran nya tidak akan bisa fokus.
Ia mulai mengklik layar tabletnya. Dan tersenyum puas setelah apa yang akan ia nantikan. Saat ini pasti sudah sampai ke tangan musuhnya.
"Hahaha, Kita lihat saja nanti!. Setelah melihat ini apa kau masih bisa tenang?". Lirihnya dengan seringai liciknya.
" Apa ini tidak terlalu terburu buru, Tuan? _". Asisten nya mulai mengingatkan nya.
"Ck... Aku masih punya rencana cadangan. Jika ini gagal ". Jawabnya dengan sangat yakin.
__ADS_1
" Tapi, Tuan ini....
"Kau berani mengatur ku, Sekarang?? ". Sentak Pria itu dengan tatapan membunuh nya.
" Maaf, Tuan. Saya hanya sedikit khawatir saja. Sebab, Pimpinan mereka itu tak akan mudah di perdaya. Apalagi kalau masalah ini hanya....
"Lakukan saja tugasmu, Dengan Baik!. Kau tahu kan, Bagaimana mereka membunuh orang tuaku dulu? ". Wajah Pria itu kembali bengis. Rasa amarah dan juga emosinya kian melanda. Hatinya kembali mendidih, Saat ia menyaksikan sendiri. Bagaimana Daddy nya di habisi tepat di depan matanya.
" Saya masih ingat, Tuan". Jawab Sang asistennya, Yang sudah tak bisa mengatakan hal lebih lagi. Saat tuannya mengingatkan dirinya. Akan suatu peristiwa silam dimasa lalu mereka.
"Kali ini, Aku akan menghabisi mereka, Satu persatu ". Ujarnya penuh penekanan.
Pria itu bahkan, Sampai mengepalkan kedua tangannya erat. Hingga rahangnya pun ikut mengeras. Buku buku jarinya memutih. Saking kuatnya ia mengepalkan kedua tangannya itu.
Bahkan, Zello menonton nya hingga akhir. Meskipun itu hanya beberapa detik saja. Sebab, Tak seluruh nya video itu di kirimkan padanya. Membuat Zello hanya meremehkan apa yang barusan ia lihat.
Jackson, Hanya diam. Karena ia tahu apa yang ada di dalam pikiran Zello saat ini. Pria itu tak akan mudah percaya begitu saja. Dengan apa yang belum pasti kebeneran nya. Apalagi, Mereka sendiri telah mengecek sendiri. Dengan menormalkan CCTV yang ada di Resort tempat Dia menginap waktu itu. Meskipun, Mereka hanya mengandalkan pembajakan saja. Setidaknya semua itu lebih akurat. Daripada isi Video yang Zello terima saat ini.
"Aku sudah tahu, Siapa dalangnya". Ucap Zello semakin yakin. Dengan apa yang ia pikir kan selama ini.
"Apa benar dia adalah...
__ADS_1
" Hm, Putra bajingan itu rupanya mau menuntut balas". Zello hanya menarik sudut bibir.
"Dasar bodoh. Dia pikir Ayahnya adalah manusia bersih?. Ck... Sekali sampah tetap sampah. Kenapa Daddy malah menyelamatkan bocah bodoh itu dulu? ". Zello mengeluarkan makian nya.
Sebab, Saat ini perkiraan nya semakin jelas. Jika anak dari sang pengkhianat dari Daddy nya. Saat ini mulai menuntut balas. Dengan kematian akan kebodohan orang tuanya sendiri.
" Apa, Dia sudah pulang ke Mension? ". Tanya Zello tiba tiba. Karena entah kenapa ia malah kepikiran akan istrinya.
" Nona Dia sedang berada di supermarket tuan". Jawab Jackson jujur karena ia melihat dari GPS nya di pasang diponsel Dia. Dan juga laporan dari Dona.
"Katakan pada Dona!. Langsung pulang saja setelah selesai!. Jangan keluyuran lagi!! _. Titah Zello tanpa melihat kearah Jackson.
" Maaf, Mr. Kenapa bukan anda sendiri yang mengatakan nya pada Nona!!! ". Jackson memberanikan diri untuk bertanya.
" Kau, Tahu setelah masalah ini selesai. Aku akan membawa Dia kembali ke Amerika!. Karena, Aku akan memulai hidup baru dengan nya. Sampai kami menghasilkan keturunan sesuai permintaan Daddy dan Mommy". Ucap Zello dengan tegas.
"Apa itu artinya, Anda telah...
" Entahlah, Aku tidak tahu pastinya. Yang jelas aku tidak akan mengecewakan dirinya".
Jackson menarik sudut bibir nya. Karena, Meskipun Zello tidak mampu mengungkapkan perasaan nya dengan benar. Percayalah, Jika pria itu sekarang sudah mulai memiliki perasaan dengan istrinya. Hanya saja, Ia terlalu gengsi untuk menyampaikan nya.
__ADS_1
"Keputusan anda telah benar, Mr". Batin Jackson dengan senyum lega nya.