WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Life Corps


__ADS_3

Sedangkan di dalam sebuah mobil mewah. Zello terus menatap layar tabletnya. Entah apa yang sedang ia lihat saat ini. Namun, Tatapannya begitu berbeda. Membuat Jackson hanya bisa melirik bosnya. Lewat kaca spion depan nya saja. Tanpa, Berniat untuk bertanya atau pun kepo sedikitpun juga.


Jackson tahu, Saat ini Zello tangan pusing akan ulah adiknya. Sekaligus saudara kembarnya itu. Yang membuat kedua orang tuanya sempat bertengkar. Dan juga membuat Zello tak bisa menahan amarahnya lagi.


Zein sampai saat ini. Masih belum di temukan jejaknya sama sekali. Ia bagaikan hilang di telan bumi. Bahkan, Tak ada tanda tanda ia pergi keluar negeri ataupun kembali ke Jakarta. Semua cctv yang di retas oleh Zello pun tak membuahkan hasil.


Empat hari Zello berada di Beijing. Untuk mencari keberadaan saudara kembarnya itu. Karena ia sempat kabur dari laboratorium Samuel. Dimana dokter kepercayaan Daddy nya itu, Sempat Zein lukai ketika ia kabur.


Belum selesai masalah Zein. Zello malah mendapatkan masalah baru. Yang saat ini tengah ia ingin selesai kan secepatnya. Melihat raut wajah bosnya. Yang lelah dan juga menyimpan banyak amarah seperti ini. Membuat Jackson merasa iba. Namun, Pria yang ia ibakan itu, Tak selayaknya mendapatkan belas kasih darinya. Sebab, Pria ini sangat lah berbahaya. Wajahnya bisa berubah ekspresi apa saja. Disaat ia mulai menipu lawannya.


"Perketat keamanan disana!. Dan berikan informasi apapun setiap saat padaku! ".


" Baik tuan".


Jackson paham apa yang di maksud bosnya itu. Karena hanya mereka berdua yang tahu. Apa yang sebenarnya Zello sembunyikan saat ini. Dan bahkan, Pria itu menyembunyikan yang bukan hak nya.


"Mr Z. Maaf sebelumnya. Apa ini tidak akan menjadi masalah di kemudian hari?". Jackson mulai memberikan masukannya. Untuk bosnya itu, Karena ia juga tidak mau jika Zello menambah masalah baru untuk dirinya sendiri.


"Kita pikirkan itu nanti. Sekarang yang terpenting dia tetap aman".


Jackson menganggukkan kepalanya patuh. Sebab, Apapun perintah Zello. Dia orang pertama yang akan menyanggupi nya. Tak perduli apapun meskipun nyawanya akan jadi taruhan. Jackson pun kembali melirik Zello. Yang saat ini malah kembali fokus pada layar tabletnya. Tatapan Zello begitu berbeda saat ini. Dan itu hanya Jackson yang tahu.


🌿🌿🌿🌿🌿


Mobil yang di tumpangi Zello. Saat ini telah sampai di sebuah Apartemen mewah. Sebuah bangunan yang baru beberapa bulan ini diresmikan. Dan ada salah satu unit khusus untuk dirinya sendiri. Karena bangunan megah tersebut adalah miliknya sendiri.

__ADS_1


Zello membangun sebuah perusahaan properti. Dengan hasil kerja nya sendiri. Tanpa, Melibatkan nama keluarga besarnya. Bahkan, Pria itu sebenarnya tak hanya memiliki bisnis properti saja. Ia juga bergerak dalam beberapa bisnis industri lainnya. Yang tentunya banyak menghasilkan pundi pundi uang.


Pria itu hanya bekerja di balik layar. Dan tidak pernah menemui kliennya secara terang terangan. Ia hanya berkomunikasi lewat sambungan telepon. Dan itupun menggunakan suara palsunya saja. Namun, Meskipun begitu banyak pengusaha terkenal di seluruh dunia. Mau bekerja sama dengan perusahaan nya. Yang ia beri nama "LIFE CORPS".


" Sudah berapa persen terisi? ".


" Hampir sembilan puluh persen Mr".


"Pulanglah!. Aku akan menginap disini malam ini! ".


" Tapi, Mr sa...


"Kau sudah berani membantahku, Jackson? ".


"Bagus".


Zello pun segera turun dari mobil mewah itu. Saat ini mereka tengah berada di basement Apartment. Jackson pun tak diizinkan untuk turun dari mobil itu oleh Zello. Namun, Jackson tak akan pergi, Sebelum melihat bosnya benar benar masuk kedalam lift khusus untuknya.


" Semoga anda menemukan jalan yang terbaik Mr Z! ". Guman Jackson yang sedikit iba akan nasib kehidupan Zello saat ini.


Ketika ia telah mengambil keputusan. Pada saat yang sama, Zello harus di hadapkan kembali dalam masalah lain. Hanya demi menggantikan posisi orang lain. Untuk membuat adik adiknya bahagia. Zello bahkan, Rela menyamping kan kebahagiaan nya sendiri.


Jackson sama sekali tak menurut perintah Zello. Ia memilih untuk tidur di dalam mobil saja. Daripada harus pulang kembali ke Mension. Karena ia tahu, Keadaan hati Zello saat ini sedang kacau.


Ting...

__ADS_1


Bunyi pintu lift yang telah terbuka. Membuat Zello langsung bergegas melangkah keluar dari lift tersebut. Namun, Tatapan pria itu masih saja tertuju pada layar tabletnya. Sejak tadi fokusnya hanya pada benda itu saja.


Sepertinya, Sekarang ia sudah mulai ada kebiasan baru. Padahal, Istrinya di mension masih berharap agar ia bisa pulang malam ini. Namun, Nampak nya Zello malah lebih memilih untuk tidur di Apartemen nya saja. Sambil terus melototi layar tabletnya.


Drt... drt...


Ponsel Zello berdering. Namun, Hanya di lirik saja olehnya. Tak berniat untuk mengangkatnya sama sekali. Begitu panggilan ketiga baru ia angkat.


"Ada apa?".


" Mr Z. Sepertinya kandungan nona ketty bermasalah. Dan harus segera di ambil tindakan. Kalau tidak akan membahayakan janinnya ".


" Lakukan saja yang terbaik. Dan selamat kan bayinya apapun yang terjadi!. Kalian akan menanggung akibatnya, Jika sampai bayi itu tidak selamat ".


" Ta.. tapi bagaimana dengan ibunya Mr?. Apa ka...


"Jangan perdulikan dia!. Sekalipun ia harus mati sekarang, Aku tidak akan perduli ".


Tut... Tut... tut...


Belum sempat anggotanya menjawab. Zello telah lebih dulu mematikan sambungan telepon nya. Dan segera masuk kedalam kamarnya. Masih dengan menatap layar tabletnya. Merebahkan tubuhnya pada kasur empuk disana.


TBC


KALO VOTE HARI INI SAMPE 1000 , BESOK BUNDA AKAN CRAZY UP YA πŸ€­πŸ€­πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2