WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Rencana Pindah


__ADS_3

Tiga Bulan kemudian...


Tak ada yang tak mungkin, Jika kita mau berusaha. Akan ada harapan setelah kita tak lelah untuk berjuang. Mungkin, Itulah yang saat ini tengah di rasakan oleh Dia dan Zello. Pada akhirnya, Harapan dan impian mereka tak sia sia.


Tanpa lelah untuk mencoba. Dan terus berusaha serta di iringi dengan doa yang tulus. Tanpa menyerah dan lelah. Saat ini keduanya, Bahkan tak menyangka sama sekali. Saat Dia melakukan pemeriksaan. Ternyata, Di dalam rahimnya sudah tumbuh benih cinta keduanya.


Yang masih sangat rentan, Dan terus akan di periksa rutin pertumbuhannya. Benar saja, Meskipun usia kandungan Dia masih berada di minggu ke tiga. Namun, Dia dan Zello sangat bersyukur. Bukan hanya satu janin saja, Melainkan ada dua janin. Yang artinya, Dia sedang mengandung bayi kembar.


"Bang, Kenapa wajah abang murung?". Dia menghampiri suaminya, Yang saat ini berdiri di balkon kamarnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.


"Kamu kenapa bangun lagi?. Bukannya kamu harus tetap jaga kesehatan, Dan istirahat yang cukup!". Zello malah mengalihkan pembicaraan nya.

__ADS_1


Dan Dia hanya tersenyum, Sambil memeluk pinggang suaminya. Dari arah samping, Dia selalu saja nyaman. Dengan posisi seperti ini. Bahkan, Wangi maskulin dari tubuh suaminya. Mampu membuat nya tenang dan nyaman.


"Aku bosan harus terus terusan tidur, Sayang". Lirih Dia Sambil terus menghirup wangi aroma maskulin tubuh suaminya.


Zello pun melonggarkan pelukan istrinya. Lalu, Ia menatap dalam netra hitam kecoklatan itu. Dengan netra hazelnya. Sudut bibir Zello terangkat membentuk sebuah senyuman. Namun, Itu bukanlah senyum kebahagiaan nya. Sebagai, Seorang istri. Yang posisi nya selalu dekat dengan suaminya. Tentu saja, Dia merasakan. Jika saat ini suaminya sedang di fase galau.


Entah, Apa yang sedang mengangal di hati suaminya itu. Bahkan, Dia merasakan jika itu menyangkut kehamilan nya. Ingin sekali rasanya Dia bertanya, Dan menekan suaminya. Untuk menceritakan apa yang sebenarnya ia pikir kan saat ini. Namun, Dia tidak mau menerima jawaban. Yang nantinya malah akan membuat nya sendiri kecewa dan terluka.


" Apa disini sudah tidak nyaman lagi. Untuk abang? ". Tanya Dia makin aneh akan gelagat suaminya beberapa hari ini. Tepat nya, Saat selang beberapa hari. Dia dinyatakan tengah hamil. Bahkan, Itu adalah anak kembar.


Zello tak bisa membohongi hati dan juga perasaannya sendiri. Sungguh, Ini adalah hal yang membuat nya bahagia. Bahkan, Ia juga sampai kehabisan kata. Untuk mengungkapkan perasaan nya saat itu. Namun, Kebenaran yang baru ia ketahui. Malah membuat seorang Zello galau.

__ADS_1


"Bukan begitu sayang. Tetapi, Bagiku akan jauh lebih mudah lagi. Jika kita pindah ke Amerika!. Selain ilmu kedokteran disana sudah jauh lebih modern. Dan kita juga bisa cari tempat tinggal. Yang tak jauh dari pusat kota dan juga rumah sakit ". Jawab Zello sambil tersenyum.


" Rumah sakit?". Ulang Dia bingung. Dan pria itu malah makin bingung. Dengan apa yang barusan ia katakan pada istri nya.


"Iya, Kamu kan harus selalu memeriksa kan kandungan kamu sayang. Dan kita harus rutin cek perkembangan nya. Di dalam sini". Zello tersenyum smirk. Sambil menyentuh perut istrinya.


Saat saat seperti ini. Kadang membuat Zello ingin sekali. Untuk menghentikan waktu dalam beberapa tahun saja. Ia benar-benar tak ingin hal buruk terjadi pada keluarga nya. Terutama istrinya saat ini. Rasa cinta Zello semakin hari semakin besar.


"Hemm.Itu sih terserah abang saja!. Aku akan ikut kemana pun abang pergi! ". Dia menjawab sambil terkekeh pelan.


Zello pun langsung memeluk tubuh istrinya. Dengan pelukan sangat erat. Dan sesekali ikut mengecup kening Dia.

__ADS_1


" Thank you, Sayang". Ucap Zello dengan sangat tulus.


__ADS_2