
Beberapa bulan berlalu sejak kepindahan Zello dan Arandia ke LA. Disini Dia benar benar-benar menjalani kehidupan barunya. Dan selalu menikmati kebahagiaan rumah tangga yang sebenarnya. Ia merasakan di sayang dan cintai oleh suaminya sendiri. Bahkan, Kini usia kandungannya sudah masuk bulan ke tujuh.
Hampir setiap hari ia minum obat. Hanya untuk menguatkan janin dan juga dirinya sendiri. Tak jarang ia selalu mengalami pendarahan. Dan membuat Zello khawatir.
Kini Dia sedang duduk di sebuah sofa busa empuk. Yang ada di ruangan tepat menghadap ke laut sana. Hal inilah yang selalu dia lakukan setiap harinya. Karena ia juga sedang di infus.
Kondisi nya melemah drastis. Ia bahkan sering kesusahan untuk bangun sendiri. Meskipun demikan Dia tetap menampilkan senyum manisnya. Hanya untuk membuang rasa gelisah dan kekhawatiran dari suaminya.
Suara langkah kaki, Membuat Dia menoleh dan langsung tersenyum teduh. Saat ia melihat sosok wajah tampan suaminya. Datang menghampiri nya saat ini.
”Sayang... Kau sudah pulang? " Tanya nya dengan suara lembutnya.
”Kenapa tidak minta di temani Hana ataupun Bulan? " Zello malah bertanya balik. Karena ia menerima laporan jika Dia istrinya. Malah mengusir semua anggota nya. Dan menyuruh mereka semua untuk keluar, Meninggal kan dirinya sendiri di dalam ruangan ini.
"Aku hanya ingin menikmati sisa hidup ini, Dengan ketenangan" Jawaban Dia selalu saja sama. Dan hal itu selalu membuat Zello hanya bisa menghela nafasnya saja.
Sepertinya kondisi nya saat ini. Membuat Dia sudah pasrah akan hidupnya. Ia hanya ingin kedua janin nya selamat. Dan bisa hidup bahagia bersama Daddy nya kelak. Apalagi Dia sudah tahu apa jenis kelamin nya. Ia adalah sepasang, Satu anak laki laki dan satu anak perempuan.
”Berhentilah pesimis seperti itu, Sayang!. Percayalah jika kau akan baik baik saja!. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk kau dan juga twins. Jadi, Aku mohon agar kau bisa lebih semangat! " Zello memeluk tubuh lemah istrinya. Dan mengecupnya penuh sayang.
Jujur Zello selalu saja di hantui rasa bersalahnya. Karena, Dulu ia selalu menyia menyiakan Dia. Dan semua kekacauan ini adalah ulahnya juga. Kesalahan nya sendiri sebab tak menjaga Dia dengan baik.
Tiba tiba Dia meringis menahan rasa sakit. Yang sudah beberapa hari ini ia tahan. Agar ia tetap bisa mempertahankan bayinya. Namun, Kali ini rasa sakitnya sudah tak bisa ia tahan lagi. Sehingga ia mengaduh sambil meremas lengan tangan suaminya.
"Sayang... hei... Are you okay? "
Zello mulai panik. Dan melihat darah segar sudah membasahi sofa pembaringan istrinya. Pria itu segera memanggil dokter Hana. Dan juga Jackson.
"Hana... Jackson! "
__ADS_1
"Iya Mr..."
Kedua orang itu segera masuk dengan langkah teeburu buru. Lalu melihat Dia yang sudah tak sadarkan diri. Membuat Hana langsung memeriksanya.
"Mr... Tak ada waktu lagi. Keadaan nona semakin memburuk. Kita harus segera mengeluarkan bayinya! " Seru Dokter Hana jujur.
”Siapkan ruangan operasi nya sekarang juga! Jackson! "
Zello berteriak dengan nada penuh kekhawatiran. Dan segera memindah kan istrinya. Kedalam brankar, Untuk di bawa keruangan operasi. Yang ada di dalam mension tersebut. Karena Zello sudah menyiapkan segalanya. Jauh sebelum nya.
Ketika di dalam mension sedang sibuk. Akan operasi Dia. Serta Zello mulai cemas akan keadaan ini. Dimana ia harus memilih antara ketiga nyawa tersebut. Tapi, Zello tetap kekeh pada pilihan pertamanya. Seandainya ia harus di paksa untuk memilih. Bukan karena Zello tidak sayang dengan nyawa anaknya. Tetapi, Kehilangan istrinya jauh lebih membuatnya menderita. Mungkin, Zello akan egois meskipun nantinya Dia akan marah besar padanya. Namun, Ia tak ada pilihan lain saat ini.
”Mr... Saya...
"Selamat kan istri ku! " Potong Zello tegas menatap dokter Hana yang berdiri di depan pintu ruangan operasi.
"Kenapa harus memilih?. Kalau keduanya bisa di Selamatkan" Seru suara seorang wanita. Yang tiba tiba ada di belakang Zello.
”Wanda... " Guman Zello menatap tak percaya akan kedatangan wanita itu. Padahal, Dia sendiri yang menolak dengan tegas. Saat Zello memintanya membantu dirinya.
"Tak ada banyak waktu untuk sekedar perang Dingin" Potong seorang pria dengan nada tegasnya.
"Lucas... ” Zello lagi lagi tak percaya, Jika sepupu nya sendiri yang datang saat ini.
”Berikan jalan untuk kekasih ku!. Agar ia bisa membantu istrimu dan keponakan ku!" Serunya dengan tegas.
Zello pun langsung menganggukkan kepalanya pada Hana. Dimana Wanda segera masuk kedalam ruangan. Bersama team medis yang telah di siapkan sebelumnya. Sedangkan, Zello segera duduk dan menunggu di depan ruangan tersebut.
Hingga tak berselang lama. Keluarga besar Zello datang. Termasuk kedua orang tuanya juga. Zello pun langsung mendapatkan tatapan tajam dari Mommy dan Daddy nya. Karena, Ia tak pernah menceritakan apapun yang terjadi dalam rumah tangganya ini. Hingga Lucas dan Andes ikut menenangkan Mommy Naura.
__ADS_1
Hampir dua jam mereka menunggu. Sampai akhirnya terdengar suara tangisan bayi, Yang hanya berselang beberapa menit saling bersahut sahutan. Namun, Perasaan Zello makin gelisah tak menentu. Ia takut, Jika anaknya selamat, Maka istrinya yang tidak akan bisa bertahan.
"Cucu ku sudah lahir" Seru Naura dengan wajah berbinar bercampur sedih. Karena ia tahu, Apa. yang terjadi sebenarnya saat ini.
Selang beberapa detik sejak terdengar suara tangisan bayi. Kini di dalam sana sudah hening kembali. Dan semua orang yang di luar ruangan pun sama sama gelisah dan was was. Karena dokter tak kunjung keluar. Lampu merah di depan ruangan operasi masih menyala. Itu artinya kegiatan di dalam sana belum selesai.
Hampir beberapa menit berlalu, Belum juga ada tanda tanda. Pintu ruangan operasi akan terbuka. Dan membuat detak jantung Zello semakin berpacu. Hingga di menit berikut nya.
Ceklek...
Zello segera bangkit dari tempat duduknya. Dan menghampiri sosok wanita yang sejak dulu selalu menjadi musuh bebuyutan nya.
Wanda membuka masker dan juga sarung tangannya tepat di depan Zello. Hal pertama yang di lihat nya adalah Lucas kekasih nya . Membuat Zello semakin sinis saja.
"Bagaimana operasinya?. Apa istri ku baik baik saja? " Cecar Zello dengan pertanyaan nya.
"Kau harus berterimakasih padaku!. Dan ingat bayarannya tidak akan murah" Ujar Wanda dengan nada mengejek nya.
"Shittt.... " Zello pun segera masuk kedalam ruangan begitu saja. Dan membuat semua orang ikut merasa lega. Setidaknya operasi nya berhasil. Dan semuanya selamat.
"Terimakasih, Wanda. Kamu udah bantu Zello" Ucap Naura dengan sangat tulus.
"Sama sama Aunty, Aku senang bisa bantu iblis gila itu" Jawab Wanda dengan sengaja nya. Membuat Mark hanya menatap datar pada kekasih keponakannya itu.
Akhirnya hal yang di takutkan Zello, Tidak menjadi nyata. Ia bisa kembali melihat wajah istrinya. Dan juga kedua anaknya. Tanpa harus memilih di antaranya. Rasa bahagia dan haru menjadi satu. Dan kini saatnya mereka berbahagia selama nya.
\***TAMAT**\*
TERIMAKASIH UNTUK KALIAN YANG SUDAH MENGIKUTI CERITA INI SAMPAI SAAT INI🤗🤗 JANGAN DI UNFAV DULU YA! KARENA NANTI BAKALAN ADA SEASON KEDUA NYA, TAPI TIDAK DENGAN WAKTU DEKAT INI🙏🙏
__ADS_1
UNTUK CERITA ZEERA UDAH RILIS YA SILAKAN DI CEK "MARRY ME "