
Di dalam mobil yang lain. Saat ini Zello tengah menatap layar tabletnya. Dimana ia sedang membaca surel dari sang agen. Yang telah ia selundupkan untuk masuk kesarang musuhnya.
"Siapkan jet pribadiku!. Dan atur penerbangan untuk nanti malam! _.
Zello memberikan perintahnya. Setelah ia selesai membaca surel dari agen nya. Dimana, Satu minggu lagi. Klan itu akan beraksi kembali. Untuk membuat nya lengah. Dan mereka bisa masuk dengan mudah.
" Apa kita harus berangkat secepat ini, Mr? ". Jackson bertanya, Karena ia sendiri ragu, Dengan informasi yang baru saja mereka terima, Beberapa saat yang lalu.
Zello hanya menyeringai licik. Dan memainkan jarinya. Dimana, Jackson bisa menangkap apa yang sedang bos nya itu rencanakan.
" Seekor ikan, Yang sudah kenyang. Ia tidak akan pernah memakan umpan yang lainnya lagi". Ucapnya dengan menyeringai iblis.
"Lantas kenapa, Anda masih tetap mempertahankan pernikahan, Anda Mr? ". Jackson memberanikan diri untuk bertanya. Karena, Baru kali ini ia melihat seorang Zello. Mampu memaafkan kesalahan sesekali, Meskipun kesalahan itu bukan real kesalahan nona nya.
" Aku memang selalu menanamkan sifat. Tak akan pernah memberi ampun. Untuk seorang pengkhianat. Tetapi, Daddy pernah berkata padaku. Suatu hari nanti pasti ada yang namanya pertemuan dan perpisahan.Namun, Jika sesuatu itu milikmu. Ia akan kembali bagaimana pun juga jalan nya. Tetapi, Jika ia bukan milik kita. Maka, Ia tak akan pernah kembali ataupun sekedar mengingat jalan pulang".
"Artinya anda, Sudah memberikan kesempatan untuk Nona Arandia lagi, Mr".
__ADS_1
" Tak ada salahnya, Untuk memberikan kesempatan. Untuk seseorang yang pernah tersesat. Tapi, Tak akan ada kesempatan kedua. Jika hal bodoh itu kembali terulang". Tegas Zello menatap ujung kukunya.
"Apa itu berlaku untuk nona Syisil juga, Mr? ".
Zello langsung diam. Ia sama tidak memberikan tanggapan apapun tentang itu. Karena, Zello berusaha mengubur semua kenangannya. Bersama Syisil selama bertahun-tahun lamanya. Zello tidak mau bodoh karena rasa cintanya.
Sekarang, Zello akan berusaha memperbaiki keadaan rumah tangganya. Yang hampir saja kacau karena ia lengah. Sehingga, Istrinya malah di jamah oleh pria lain. Meskipun, Ia telah membuat perhitungan pada pria itu. Namun, Nalurinya mengatakan. Jika ia hanya awalnya saja. Dimana, Zello bisa mencium aura musuhnya. Yang begitu dekat dengannya.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Mobil anda sudah siap, Tuan". Ucap seorang pria yang merupakan anggotanya.
"Hem". Jawabnya singkat.
Lalu pria itu, Meraih jam tangan dengan merk ternama. Dengan harga ratusan juta. Yang ia pakai di tangan kanan nya. Wajah yang sedikit berjmabang. Dengan usianya yang cukup matang. Namun, Sampai saat ini ia masih setia untuk menyendiri.
"Bagaimana, Perkembangannya sejauh ini? ". Tanya Sang pria setelah ia melangkah pergi dari dalam kamar mewah. Yang di penuhi dengan barang barang tak kalah mewahnya, Dari semua barang yang ia kenakan saat ini.
__ADS_1
" Masih nihil, Tuan". Jawab sekretaris nya itu. Sambil menundukkan kepalanya.
Pria itu pun hanya menyeringai. Ia tak habis pikir, Apa yang di rencanakan musuhnya itu. Sampai saat ini ia malah terlihat tenang. Tanpa ada pergerakan sama sekali.
"Lantas, Kemana perginya pria itu? _.
" Maaf tuan, Kita juga kehilangan jejaknya".
"Shittt... ". Umpat Sang pria mulai kembali geram.
" Mana berkasnya?". Tanya nya sambil menyodorkan tangannya. Pada sekretaris nya. Ketika mereka telah keluar dari mension mewah. Tempat tinggal mereka selama ini.
"Suruh mereka yang datang kepadaku! _.
" Baik tuan".
TBC
__ADS_1