
Brakkkk....
Zello menggeprak meja ruangan kerjanya. Setelah berdebat panjang lebar dengan Daddy nya. Serta bersitegang, Lantaran sang Daddy masih saja tidak mengakui. Jika Zein telah ia sembunyikan. Zello tampak kesal dan juga penuh amarahnya.
"Sudahlah!. Ini memang real kesalahan kita Zello". Ucap Andes yang tak ingin banyak mengeluh. Karena apa yang menimpa Zein, Ia turut merasa bersalah. Tidak bisa menjadi abang yang baik dan juga selalu siap siaga pada adik adiknya.
Bahkan, Mark sangat marah besar. Mereka telah lengah untuk menjaga saudara nya sendiri. Hanya dengan alasan, Jika Zein selalu saja keras kepala saat di nasehati oleh mereka.
" Lalu kau akan menyerah begitu saja Ndes?. Kau percaya jika pria cabul itu tidak ikut andil dalam hilang nya Zein. Putra kesayangannya itu?". Zello benar benar ingin sekali mengajak Daddy nya untuk duel. Karena Mark selalu saja membuat mood nya menjadi buruk.
Zello tidak marah karena Mark menegur nya. Atas kecelakaan adik sekaligus saudara kembarnya itu. Namun, Yang membuat Zello tak habis pikir, Apa alasan Daddy menyembunyikan Zein dari nya. Bahkan, Sampai saat ini feeling Zello sangat kuat . Jika dalang nya adalah Daddy nya sendiri.
" Siapa bilang aku percaya pada Daddy sekarang?". Timpal Andes masih dengan wajah datarnya.
Zello pun menoleh, Untuk bisa menatap wajah Andes dengan serius. Lalu sudut bibir pria itu terangkat membentuk senyuman.
"Jika Daddy masih tidak mau jujur pada kita semua. Maka, Aku akan membuatnya membuka rahasianya sendiri di depan keluarga kita! ". Seru Zello dengan menyeringai licik.
" Dan, Jika kau ingin membuat ulah kembali. Aku akan mengundurkan diri sebagai team suksesmu Zello". Jawab Andes yang tak mau ikut campur. Akan aksi Daddy dan putranya itu.
__ADS_1
"Lebih baik aku kembali ke Amerika saja. Daripada harus masuk dalam misimu kali ini". Sambung Andes yang langsung menggeleng kan kepalanya. Andes ingin cari aman dulu. Sebelum ia di pecat menjadi calon menantu oleh Daddy nya itu.
" Ck... Dasar payah. Kau itu sudah mulai jadi banci sekarang. Semenjak jatuh cinta pada Cici ". Zello mulai mengeluarkan cibiran pedas nya. Seakan ia benar benar tidak akan pernah untuk jatuh cinta pada gadis manapun.
Andes hanya menarik sudut bibirnya saja. Pria itu tetap tenang meskipun, selalu saja di bully oleh Zello. Karena apa yang ia rasakan adalah benar adanya. Andes tak ingin banyak bicara. Pada sosok pria penguasa satu ini. Karena baginya, Percuma juga di jelaskan apa itu Cinta. Sebab, Hati Zello belum bisa terketuk untuk urusan perasaan.
"Aku sumpahin, Jika suatu hari nanti. Kau akan lebih parah saat ada seorang gadis, Yang mampu menggoyahkan hatimu yang beku itu". Balas Andes dengan menyeringai.
Tok... Tok... Tok...
" Masuklah!! ".Zello tahu itu pasti Jackson, Asisten kepercayaan nya. Yang mengetuk pintu ruangan kerja nya.
Benar saja, Jackson membuka pintu ruangan kerja tuanya. Sambil membawa tablet di tangannya. Zello masih saja duduk di kursi kebesaran nya. Menunggu sang asisten nya. Datang menghampiri diri nya.
"Informasi apa yang mau bawa? ". Tanya Zello tanpa basa basi lagi.
" Sebaiknya anda saja yang lihatnya langsung Mr.!! ". Jackson menyodorkan tablet pada Zello.
Pria itu langsung membuka dan menonton video yang ada layar tablet tersebut. Senyum penuh kelicikan mulai terbit. Bahkan, Wajahnya jauh lebih merona. Mengalahkan orang yang sedang jatuh cinta saja.
__ADS_1
Andes yang penasaran pun. Saat ini ikut bangkit dari kursinya. Menghampiri Zello, Untuk melihat apa yang sedang pria itu tonton.
"Haisss... Kau memang memiliki anak buah yang bisa di andalkan Zello". Puji Andes bangga.
" Bulan... Dia memang selalu bisa di andalkan ". Seru Zello yang mengakui keahlian anggotanya satu itu. Keterampilan dan juga keahliannya tak usah di ragukan lagi. Wajah polos dan wajah imutnya, Selalu mampu menghipnotis semua kaum adam di luar sana.
" Jackson, Apa kau tidak tertarik pada Bulan?. ". Goda Andes yang malah sudah jahil pada asisten Zello.
" Cinta hanya membuat sakit kepala saja".
Semua orang yang ada di dalam ruangan kerja Zello. Kini menoleh kearah sumber suara. Dan tatapan Zello malah semakin datar. Ketika ia melihat siapa yang datang dan masuk kedalam ruangan kerjanya tanpa permisi dahulu.
"Alex... How Are you? ". Seru Andes dengan senyum pongah di bibir nya.
" Kabarku tiba tiba buruk, Setelah melihat wajah kalian".
"What??? "....
AYO SIAPA YANG MASIH INGAT, SIAPA ALEX INI??? . SEHINGGA ZELLO MAKIN KELUAR TANDUKNYA🤭🤭🤭
__ADS_1