
Zello melangkah memasuki mension mewah. Yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama istri nya. Siapa lagi kalau bukan Arandia. Gadis cantik bermata sipit, Yang telah ia nikahi tiga bulan lalu. Namun, Sampai saat ini tetap saja sama. Tak ada yang spesial di antara mereka berdua.
Jam masih menunjukkan pukul sembilan malam. Zello tiba di Mension dengan sangat terlambat. Karena seharusnya ia sudah tiba di Jakarta, Sejak beberapa jam yang lalu. Bahkan, sebelum maghrib jika menurut hitungan waktunya. Tetapi, entahlah apa yang di lakukan Zello?. Setelah ia tiba tadi, Sehingga ia pulang yang sudah lewat waktunya makan malam.
"Abang sudah pulang? ". Arandia tersenyum lebar. Saat melihat Zello masuk dengan jaket kulit yang ia letakkan di bahunya.
"Hem". Zello seperti biasanya, Hanya berdehem saja. Tanpa ingin mengatakan apapun.
Tetapi, Arandia menghampiri nya dengan senyum yang tak pudar dibibi tipisnya itu. Membuat Zello sedikit bingung akan sikap Arandia saat ini. Dimana, Tak biasanya Arandia menyambut kepulangan. Meskipun ia ada di dalam mension. Gadis itu yang biasanya hanya menjawab saat di tanya saja. Namun, Saat ini sikap Arandia jauh berbeda. Membuat Zello mulai bisa menebaknya.
"Abang ingin mandi?. Biar aku siapkan air hangatnya". Tutur Arandia yang ingin naik ke lantai atas. Melewati suaminya yang masih berdiri di pangkal tangga.
Zello hanya diam, Pria itu mengiyakan tidak. Menolak juga tidak. Hal itu justru membuat Arandia tersenyum senang. Karena, Zello tidak menolaknya. Untuk mulai melayani suaminya. Dan mulai hari ini, Arandia akan berusaha untuk menjadi istri yang baik. Dimana, Ia akan mulai menyiapkan semua kebutuhan dan menjalankan kewajiban nya, sebagai seorang istri yang sebenarnya.
__ADS_1
Arandia melangkah lebar. Sampai ia lebih dulu sampai di depan kamarnya. Dan di ikuti oleh Zello di belakang nya. Gadis itu menoleh, Hingga tak sengaja keduanya hampir bertabrakan pandangan. Wajah Arandia tampak merona. Karena, Baru kali ini ia bisa melihat dengan jelas. Ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna. Bak dewa yunani nyaris tak ada cela.
Ceklek...
"Masuklah!!". Zello membuka handle pintu. Dan sedikit memundurkan tubuhnya. Agar Arandia bisa masuk kedalam kamar lebih dulu.
Pria itu sangatlah peka. Dan ia bisa melihat dari gerak gerik Arandia. Jika, Gadis itu mulai menjalankan kewajibannya dan tugasnya sebagai seorang istri yang sebelumnya. Zello sedikit menghela nafasnya kasar. Ketika, Arandia telah masuk kedalam kamar mandi. Untuk menyiapkan air hangat untuknya.
Lalu, Zello mulai melemparkan jaketnya asal. Merebahkan tubuhnya di sofa empuk yang ada di dalam kamar tersebut. Ia juga meletakkan ponselnya di atas meja. Yang ada di hadapannya.
Lima menit kemudian, Arandia keluar dari dalam kamar mandi. Karena Zello tak kunjung menyahut, Saat ia panggil beberapa kali. Arandia menggeleng kan kepalanya. Saat ia melihat Zello rupanya sudah terlelap di atas sofa. Pria itu sepertinya sangat lelah. Akhir akhir ini tenaga dan pikirannya, Benar benar terkuras habis. Namun, Sedikit pun Zello tidak pernah terlihat mengeluh sama sekali.
Arandia duduk berjongkok, Di tatapnya wajah damai itu, saat sedang terlelap seperti ini. Senyum Arandia terbit, Karena baru kali ini. Ia bisa dan ia juga mempunyai keberanian untuk mendekati Zello.
__ADS_1
Drt... drt... drt....
Ponsel Zello berdering. Ketika Arandia ingin mengulurkan tangannya. Menyentuh wajah Zello yang sedang tertidur itu. Namun, Sekarang Arandia langsung gugup. Ketika, Zello tiba tiba membuka matanya.
"Aku hanya ingin membangun kan abang. Karena air nya sudah siap". Ucap Arandia gugup dan langsung menyingkir dari hadapan suaminya.
" Terimakasih ". Ucap Zello, Meskipun suaranya masih terdengar datar. Namun, Hal itu juga pertama kalinya Zello ucapkan di depan Arandia. Membuat gadis itu hanya menganggukan kepalanya saja.
Zello meraih ponselnya, Dan segera masuk kedalam kamar mandi. Entah siapa yang sedang menelpon malam malam begini. Arandia pun tak begitu memperhatikan nama di layar ponsel Zello tadi. Karena, Ia hanya fokus pada wajah tampan Zello saat ia tertidur.
Arandia masuk kedalam ruangan walk in closet. Saat Zello berada di dalam kamar mandi. Gadis itu mulai menyiapkan baju ganti untuk suaminya. Dan meletakkan nya di atas ranjang sana.
Tok.... Tok...
__ADS_1
"Abang, Baju gantinya udah aku siapin!. Nanti kalau sudah selesai, Langsung turun saja ya!. Aku tunggu di meja makan! ".
Setelah mengucapkan itu, Arandia pun langsung bergegas pergi. Karena Zello hanya diam saja di dalam sana. Namun, Sama samar Arandia mendengar jika Zello sedang menelpon di dalam kamar mandi. Sebab, Tadi juga Zello masuk membawa ponselnya juga.