WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Pembahasan


__ADS_3

Zello tetap saja santai dan tak menunjukkan ekpresi apapun. Saat ini ia dan Andes sedang berada di dalam ruangan kerja Opanya. Karena kedua orang tuanya, Malah ikutan datang ke Jakarta. Dan tak memberinya kabar apapun juga sebelum nya.


Seorang pria paruh baya, Yang juga sama sama mempunyai aura mematikan. Tampak datar menatap wajah putranya satu persatu. Sedangkan, Seorang pria yang rambutnya sudah memutih sempurna. Hanya diam tanpa ingin membuka mulutnya lebih dahulu.


Ya di adalah Daddy Mark, Dan juga Opa Rayen. Kedua pria yang sama sama tampan dan ganteng pada masanya itu. Kini hanya tinggal menikmati masa masa tuanya. Dengan banyak menghabiskan waktunya bersama istrinya dan juga keluarga nya saja. Masalah dunia, Mereka sudah tak mau ikut campur lagi. Semuanya telah mereka wariskan pada pewaris yang sah.


Namun, Masalah baru yang telah dibuat oleh Zein. Mau tak mau kini mereka harus ikut campur juga. Karena, Mereka berdua juga sempat terkecoh akan ulah Zello. Yang dengan sengaja nya membuat Daddy dan Opanya tidak mengetahui semua peristiwa yang terjadi pada Zein.


"Apa ada yang ingin kau jelaskan pada Daddy, Zello? ". Tanya Mark dengan tatapan tajamnya.


" Apa harus Zello beritahu sejak awal Dad?". Zello malah bertanya balik pada Daddy nya. Dan hanya Zello yang mempunyai keberanian untuk meledek seorang king Mafia pada beberapa tahun yang lalu.


"Zello rasa, Daddy sudah mengetahui semuanya. Jadi, Zello juga tak ingin buang buang waktu. Hanya untuk menjelaskan hal, Yang seharusnya sudah Daddy ketahui sebelum nya". Sambung Zello tanpa rasa gugup sedikit pun.


Mark pun hanya diam, Dengan ekspresi wajah yang sama datar dan juga sulit untuk di tebak. Apa yang sebenarnya mereka rasakan saat ini. Yang jelas, Keduanya sama sama mempunyai aura mematikan. Dimana tak semua orang mampu bersikap santai. Ketika berada di hadapan nya.


"Dimana Daddy membawa Zein? ". Tanya Zello tanpa basa basi lagi.


" Apa maksud mu Zello?. Kau menuduh Daddy menyembunyikan anak Daddy sendiri?". Mark mulai menatap tajam kembali putranya.

__ADS_1


Andes pun mulai menautkan kedua alisnya. Karena Daddy nya sama sekali tidak mengakui, Jika dialah yang sudah membawa kabur Zein. Dari rumah sakit yang sudah Zello khusus kan untuk adiknya sekaligus saudara kembar nya itu.


"Jangan bercanda Dad!!! ". Tegas Zello yang mulai bangkit dari tempat duduknya.


" Hei, Kalian mulai meragukan Daddy? ". Mark tak kalah tegasnya juga.


Brakkkk...


Rayen Opa Zello dan Andes. Yang sejak tadi hanya diam. Kini mulai ikut menenangkan menantu dan juga cucunya itu. Karena mereka malah bersitegang satu sama lainnya. Hanya gara gara tidak ada yang mau mengaku, Jika salah satunya memang benar benar telah menyembunyikan Zein.


"Apa kalian sama sekali tidak bisa bicara baik baik? ". Rayen sampai menggeleng kan kepalanya saja. Dimana menantu dan Cucunya malah tampak seperti anak kecil, Yang sedang berebut mainan.


Ketika suasan di dalam ruangan kerja Rayen. Tampak begitu mencengkam dan tegang. Lantaran di isi oleh keempat pria. Yang memiliki sifat dingin dan datar. Serta daya aura yang kental dengan kharismatik masing masing.


Sedangkan, Di luar ruangan. Cici malah ikutan menguping. Saking penasaran nya. Dengan apa yang sedang para pria bahas di dalam sana.


"Nona muda, Apa yang sedang anda lakukan?". Tanya seorang pria paruh baya. Yang pembawaannya sama datarnya dengan Jackson. Bahkan, Wajah keduanya tak jauh beda sama sekali.


" Haisss... Uncle Jacob. Kenapa Uncle selalu ada dimana mana sih? ". Cici sambil mengelus dadanya. Lantaran terkejut akan teguran Jacob.

__ADS_1


" Makanya jangan suka nguping, Pembicaraan orang sayang! ". Sherly ikut menghampiri keponakannya dan di samping nya juga berdiri seorang wanita paruh baya. Yang juga masih terlihat cantik dan anggun.


Wajah khas orang Asia yang begitu kental. Mata yang sipit serta kulit putihnya mulusnya. Membuat Cici kadang juga iri akan kecantikan Mommy nya itu. Sedangkan, Dirinya adalah kombinasi antara darah asia dan juga Italia. Yang telah menjadi satu dalam dirinya.


"Dimana Arandia?? ".Tanya Cici yang langsung mengalihkan pembicaraan nya.


" Dia sedang membantu Oma dibawah. Ayo ikut Umi dan Mommy mu sayang!! ". Sherly menarik tangan gadis cantik itu. Untuk segera menyingkir dari depan ruangan kerja papa mertua nya.


" Kemana??? _.


"Sudah ikut saja!. Jangan kebanyakan protes". Jawab wanita paruh baya yang merupakan Mommy nya Cici sendiri.


" Mommy... iihhh... ". Cici memanyunkan bibirnya. Ketika tatapan Mommy nya masih saja sedikit kesal padanya. Padahal, Sifat dan kelakuan nya Cici saat ini. Real menurun langsung dari sifat Mommy nya sendiri.


TBC


AYO AH, UDAH SENIN NIH...


BOLEH DONG MINTA VOTE NYA LAGI🤭🤭🤗

__ADS_1


__ADS_2