
Kecelakaan beberapa bulan yang lalu. Ternyata malah memperburuk kondisi Dia. Sehingga ada kerusakan pada rahimnya. Dan sekarang hal itulah yang sedang di khawatirkan oleh Zello. Untuk saat ini memang kondisi Dia belum begitu menunjukkan gejalanya. Namun, Yang di takutkan nanti, Jika usia kehamilan nya semakin besar. Maka, luka di rahimnya malah ikutan kembali terbuka. Sehingga bisa saja memicu keguguran ataupun pendarahan hebat.
Tak hanya itu saja, Dia ternyata mengalami kelainan Plasenta. Yang memicu pada masalah serius juga. Riwayat masa lalu Dia. Yang sering merokok , Sekarang malah ikut berdampak buruk untuk janin nya dan juga dirinya sendiri.
Kelainan posisi plasenta pada saat kehamilan, seperti plasenta previa, dapat membahayakan nyawa dan janin. Kondisi ini, plasenta menempel di dinding rahim bagian bawah. Akibatnya, leher rahim yang merupakan jalan lahir pun akan tertutup.
Akhirnya dengan segala pertimbangan nya. Zello mau membuang egonya. Ia tak hanya bisa mengandalkan dari anggotanya saja. Dari sini ia juga masih membutuh kan orang lain. Untuk keselamatan istri dan juga janin nya.
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Zello sudah membuka matanya. Dan ia masih tiduran di samping istrinya. Karena, Dia juga masih tetap memejamkan matanya.
"Hoam... " Bumil itu mulai menggeliat. Sambil mengerjapkan matanya.
__ADS_1
"Morning” Zello mengulas senyum smriknya. Menatap dalam mata sipit yang baru terbuka itu. Wajah cantik Dia kini adalah pemandangan di setiap paginya. Dan harapan Zello, Ia bisa selalu menatap wajah cantik itu setiap harinya.
" Morning sayang" Balas Dia dengan senyuman manisnya.
Wanita itu berusaha untuk tetap tenang. Meskipun sebenarnya ketika terbangun dari tidurnya. Dia selalu kepikiran akan masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.
Tak banyak hal yang bisa mereka lakukan. Namun, Mereka juga tidak boleh menyerah begitu saja. Infeksi ataupun cidera rahim yang di alami Dia. Bukanlah masalah sepele, Belum lagi kelainan plasenta nya. Hal itu memicu keguguran dan juga membahayakan nyawanya sendiri.
Dan itu malah menyulitkan nya sendiri. Maka, Zello otomatis akan kehilangan keduanya dalam waktu yang bersamaan. Kemungkinan juga, Hal itu malah membuat Zello murka sendiri.
”Aku ingin makan nasi campur, Bang! " Rengek Dia menatap wajah suaminya.
__ADS_1
"Apakah begini rasanya, Kalau istri sedang ngidam? ” Goda Zello sambil mengulum senyumnya.
Dia hanya terkekeh pelan. Lalu mengulurkan tangan nya. Untuk menyentuh perutnya yang masih datar itu. Zello pun ikut mendaratkan tangannya disana. Seolah ingin berinteraksi dengan janin di dalam rahim istrinya.
" Kalian dengar sayang?. Jika Daddy itu sangatlah perhitungan" Seru Dia sambil terkekeh kembali.
Zello merasakan sesuatu yang beda. Ketika ia mendengar kata Daddy. Yang keluar dari mulut istrinya. Yang seolah twins sudah ada di hadapan mereka. Senyum ketulusan Dia. Selalu membuat Zello tenang, Walaupun otaknya masih menumpuk rencana. Yang ingin ia ambil, Untuk keselamatan istri dan juga janinnya.
"Bertahan lah sayang!. Aku pasti bisa mencari cara untuk kesembuhan mu. Dan aku yakin, Jika kita pasti akan kumpul bersama untuk menikmati hidup ini” Zello berkata lirih. Dan memasukkan Dia kedalam pelukannya.
Dia menganggukan kepala nya yakin. Di saat seperti ini ia memang membutuh kan semangat serta dukungan. Dari orang orang terdekat nya. Terutama suaminya sendiri. Melihat Zello yang begitu semangat. Dia juga ikutan yakin akan perjuangan nya nanti.
__ADS_1
"Ayo bangun!. katanya mau nasi campur" Zello mengguncang pelan bahu istrinya. Karena Dia malah ikutan memeluk tubuhnya erat.