WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Los Angeles


__ADS_3

Dengan segala pertimbangan yang matang. Dan juga rencana yang sudah di atur sedemikian rupa. Akhirnya, Zello memutuskan, Untuk membawa istrinya kembali ke Amerika. Disana juga kekuasan Zello jauh lebih luas. Bahkan, Ia lebih leluasa untuk bergerak.


Zello juga, Akan mencari jalan keluar. Agar istrinya bisa bertahan. Dan kedua janin yang saat ini ada didalam kandungan Dia. Bisa lahir dengan selamat, Tanpa harus mengorbankan salah satu di antara mereka.


Keinginan Zello saat ini, Tak begitu muluk muluk. Cukup di beri nikmat sehat, Dan juga harapan agar mereka bisa membentuk keluarga kecil yang bahagia. Dan mempunyai keturunan dari hasil benih cinta mereka berdua.


Waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Setelah menempuh perjalanan panjang. Akhirnya mereka kini sudah mendarat dengan selamat. Di Negara Amerika. Zello membawa istrinya, Ke kota Los Angeles California. Tempat dimana yang menurut Zello. Lebih nyaman dan juga penuh dengan pemandangan yang indah. Karena, Mension Zello. Berada tepat di pinggiran pantai.


Lebih tepatnya sebuah pulau, Yang merupakan kekuasan nya sendiri. Yang di jaga ketat dan juga tak sembarangan orang. Yang bisa keluar masuk dengan bebas di daerah itu.


Setelah turun dari mobilnya. Dia langsung di suguhkan oleh pemandangan indah. Ombak pantai yang santai. Di kelilingi banyaknya pohon kelapa. Di pinggiran pantai dengan pasir bewarna putih bersih.

__ADS_1


"Kamu suka sayang?" Zello bertanya sambil memeluk pinggang Dia dari arah belakang. Menatap indahnya pantai. Dengan deburan ombak santainya.


Membuat suasan di daerah itu, Nampak semilir karena sapuan angin dari arah laut lepas sana. Banyaknya penjaga, Di setiap sudut wilayah. Bahkan, Saat di gerbang tadi. Mereka juga telah di sambut dengan para pria bertubuh kekar, di lengkapi jas bewarna hitam. Serta earphone kecil di telinga mereka masing-masing.


"Sepertinya, Aku akan betah tinggal disini" Jawab Dia sambil meletakkan kedua tangannya, Di atas tangan suaminha yang memeluk erat tubuhnya.


Cup...


" Aku merindukan mu" Lirih Dia jujur akan perasaan nya sendiri. Yang memang sudah lama mereka berdua. Terpaksa harus menunda hubungan badannya. Sejak, Keduanya memutuskan untuk ikut program bayi tabung.


Selain tidak ingin Dia kelelahan, Zello juga tidak mau ambil resiko. Hanya karena nafsunya sendiri. Sebab, Program bayi tabung itu, Harus banyak bersabar dan juga harus di jalani dengan matang. Kondisi tubuh dan fisik, Bahkan tingkat kesuburan. Harus benar benar sehat. Agar hasilnya bisa sesuai dengan harapan.

__ADS_1


"Aku juga merindukan mu, Sayang" Balas Zello yang tak membodohi dirinya sendiri.


Sungguh, Apapun yang di lakukan saat ini. Semuanya hanya untuk kebaikan bersama. Zello berusaha menahan hasratnya, Setiap kali ia melihat istrinya. Sebagai seorang pria normal pada umumnya. Siapa yang tahan, Jika tidak menyentuh istrinya sendiri. Tetapi, Demi memiliki momongan. Zello rela bersolo karir, Dan kadang juga mengalihkan nya, Pada kegiatan yang jauh lebih bermanfaat.


"Apa sekarang masih tak boleh juga? " Tanya Dia lirih, Sambil terus menatap ke arah pantai di bawah sana.


Keduanya bahkan, Belum masuk kedalam mension. Karena saat ini, Zello dan Dia ada di depan mension. Sambil berdiri di dinding tembok kokoh. Yang mana mereka juga bisa menikmati. Indahnya pasir putih dan juga keindahan pantai terawat dibawah sana.


"Nanti kita konsultasi kan kembali dengan Dokter mu, Sayang" Jawab Zello sambil mengecup pipi istrinya.


Dia pun hanya mengangguk kepalanya. Ia tak bisa membohongi dirinya juga. Ia sangat merindukan sentuhan suaminya. Dan kegiatan panas yang selalu, Mereka berdua lakukan setiap malamnya. Hingga keduanya merasa lelah, Akan nikmat yang tiada tara tersebut.

__ADS_1


__ADS_2