WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Cacian Atau Makian?


__ADS_3

Langit malam ini begitu gelap gulita. Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Istri nya pun telah terlelap sejak tadi. Dia mungkin kelelahan juga, Karena seharian ini ia begitu sibuk di Cafenya. Bertemu klien dan sibuk dengan persiapan wisudahnya juga.


Zello kembali keluar setelah membersihkan dirinya. Pembicaraan nya dengan Daddy nya tadi. Membuat Zello mulai berpikir ulang. Zello memang tidak akan meninggalkan Dia. Ataupun mencampakkan wanita itu begitu saja. Setelah ia membuat janji untuk tidak menyia nyiakan nya. Bahkan, Zello pun telah memusnahkan surat perjanjian nya dengan Dia. Di awal pernikahan nya dulu.


Andes menghampiri Zello. Yang saat ini tengah duduk di gazebo belakang mension nya. Menyandarkan punggung nya. Pada bantalan empuk yang ada di sana. Sambil menatap gelapnya langit malam ini.


"Sorry Zello, Gara gara aku kau yang jadi menanggung semuanya sendiri". Ucap Andes begitu merasa bersalah.


" Kalian itu memang selalu menyusahkan ku saja". Sahut Zello tanpa menoleh sedikitpun. Namun, Ucapan nya itu bukanlah dari harinya. Ia hanya sedang bergurau saja pada Andes.


"Kau pasti sangat tersiksa akan masalah ini. Tapi, Aku sama sekali tidak bisa membantu mu". Andes tersenyum miris. Zello selalu saja mengorbankan dirinya. Hanya untuk membuat orang orang yang dicintai nya bahagia. Dengan jalan mereka masing-masing.


Pria itu sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri. Padahal, Hatinya sangat hancur saat ini. Namun, Salutnya pria itu tidak memperlihatkan kerapuhan dirinya di depan semua orang.


"Aku hanya ingin, Kau jangan pernah menyakiti Cici!. Jaga dan lindungi adikku!. Jangan pernah kau buat ia menangis!. Ataupun berani mengecewakan nya!. Kalau tidak kau akan mati di tanganku sendiri, Ndes".


" Aku janji, Seumur hidupku aku akan selalu membahagiakan nya. Terimakasih sudah mau menggantikan posisi ku. Untuk memenuhi janji mendiang orang tuaku dulu ". Andes begitu sangat tulus mengatakan hal itu. Dan dia beruntung bisa berada di tengah tengah keluarga seperti keluarga ini.


Bukan hanya kehidupan nya yang berubah. Namun, Kasih sayang mereka begitu sangat tulus. Sampai sampai Andes pun. Bingung sendiri dengan cara apa, Ia bisa membalas kebaikan semua keluarga nya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Keesokan harinya, Dia bangun dengan senyum manis dibibirnya. Karena melihat Zello masih tidur di sampingnya. Kedua orang tua Zello sudah kembali ke rumah utama. Yaitu kediaman Opa dan Oma nya Zello. Sedangkan Andes, sejak semalam langsung pulang ke Apartemen nya sendiri.


"Morning suamiku". Lirih Dia masih sambil mengulas senyum manisnya. Memberanikan dirinya, Untuk mengecup pipi suaminya. Yang masih tertidur itu.


Setelah berhasil mengecup pipi suaminya. Dia pun segera beranjak dari ranjang nya. Ia akan membersihkan dirinya. Karena pagi ini ia juga akan bertemu klien penting. Di salah satu hotel. Dan wanita itu tak mau sampai dia telat di hari pertama pertemuannya dengan partner bisnisnya.


Sebisa mungkin Dia membuat kesan baik. Agar, Mereka bisa bekerja sama nantinya. Zello menyadari jika Dia mengecup pipinya. Hanya bisa menatap punggung istri nya. Yang saat ini telah hilang di balik pintu kamar mandi.


Drt... drttt....


Zello meraih ponselnya yang berdering tiba tiba. "Ada apa? ".


"Tak ada untungnya juga bagiku memberitahu mu. Tentang pernikahan ini". Zello masih saja ketus. Saat berbicara dengan Zein saudara kembarnya itu.


" Kau masih saja menganggap ku tak berguna Zello". Lirih Zein dari seberang telpon nya.


"Sebelum kau membuktikan, Apa yang bisa kau lakukan. Tanpa merepotkan orang orang di sekitarmu lagi. Maka aku tidak akan pernah mempercayai mu sama sekali".


Zello langsung menutup telpon nya sepihak. Dan melemparkan benda itu di samping tempat tidurnya. Lalu ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya.


Pria itu menyambar handuk yang ada di samping ruangan walk in closet. Dan dengan santainya mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


tok... tok... tok...


"Dia buka pintunya!!".


" Sebentar lagi aku selesai bang".


"Aku tidak ada waktu, Untuk menunggu mu sampai kau selesaikan mandimu". Jawab Zello tak mau mengalah.


Dan Zello terus saja menggedor pintu kamar mandinya. Sampai istri membukan pintu untuknya.


Ceklek...


" Tunggulah seben...


Dia tak bisa melanjutkan kata katanya lagi. Saat Zello malah langsung nyelonong masuk begitu saja. Beruntung Dia sudah memakai handuknya terlebih dahulu. Sebelum ia membuka pintu kamar mandinya. Meskipun kepala Dia masih berlumuran busa shamponya.


Brakkk...


"Aaa... ". Pekik Dia bersamaan dengan suara pintu kamar mandi. Yang di tutup oleh Zello.


TBC

__ADS_1


__ADS_2