WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Kejujuran Arandia


__ADS_3

Keesokan harinya, Arandia melangkah gontai memasuki area kampusnya. Sejak semalam ia selalu di jaga ketat oleh orang orang Zello. Bahkan, Ke kampus pun gadis itu ikut di kawal oleh banyak anggotanya Zello juga. Semua itu jelas mendapatkan perhatian dari semua mahasiswa dan mahasiswi di kampus termasuk para dosen nya juga.


Seorang pria langsung datang menghampiri Arandia. Karena dialah sahabat serta orang yang dekat, dengan Arandia selama ini.


"Nona muda... Ada apa? ". Pria itu langsung mencecar Arandia dengan pertanyaan dan wajah bingungnya.


" Nanti aku ceritain Ndi. Ayo kita masuk kelas dulu! ". Arandia menarik tangan pria bernama Andi itu. Untuk segera meninggal kan area parkiran kampus.


" Kalian tunggu di depan kampus saja!. Aku akan kembali setelah jam kuliah selesai ". Bujuk Arandia pada dua orang pria berpakaian serba hitam. Yang sejak tadi, Terlihat selalu menempel pada nya.


" Maaf nona muda. Kami tidak bisa karena kami harus mengikuti kemana pun nona pergi". Jawab salah satu pria yang langsung membuat Andi melotot tak percaya.


"Terserah kalian saja!! ". Arandia akhirnya pusing sendiri.Sebab, Ia juga tak pernah mendapatkan perlakuan khusus seperti ini sebelumnya.


Terbiasa hidup mandiri, Dan membanting tulang sendiri, Bahkan, Bisa kuliah pun. Arandia mengandalkan beasiswa nya. Begitu pula dengan Andi. Yang merupakan anak dari asisten kepercayaan keluarga nya dulu. Namun, Kali ini sepertinya kehidupan nya, Akan segera berubah drastis dari sebelumnya.


Andi hanya menatap dengan tatapan penuh kebingungan saja. Karena ia juga tak tahu, Harus memberikan komentar apa saat ini. Dirinya saja, Hampir tak percaya jika Arandia. Harus mendapatkan perlakuan khusus seperti sekarang ini. Dimana, Andi juga bisa menebak siapa para bodyguard itu.

__ADS_1


*****


"Apa? ". Andi langsung melotot sempurna. Ketika mendengar penjelasan Arandia padanya saat ini.


" Pelan kan sedikit suaramu itu, Ndi!!. Mereka bisa mendengar obrolan kita ". Lirih Arandia setengah berbisik.


Andi pun segera duduk kembali, Pada kursi yang tadi ia duduki. Lalu pria itu kembali menatap Arandia dengan tatapan penuh selidik nya.


" Nona muda serius?. Jika Tuan Zello mengajak anda untuk menikah?. Anda tidak sedang berhalusinasi kan ? ". Tanya Andi memastikan kalau dia juga tidak salah dengar saat ini.


Arandia hanya menganggukan kepalanya jujur. Karena, Itulah yang ia rasakan. Ketika Zello tiba tiba mengajak nya untuk menikah semalam. Padahal, Sebelumnya tak ada kontak fisik. Maupun obrolan serius keduanya. Jangankan untuk dekat, Menatap wajahnya saja, Arandia tampak sedikit takut.


" Hah... ". Andi semakin terkejut saja. Bahkan, Kali ini pria itu malah tampak seperti susah menelan salivanya sendiri.


Ia makin melotot tak percaya. Dan lebih parah lagi. Pria itu saat ini tak berkedip sedikit pun. Rasanya, Hidupnya nano nano. Otaknya ngebleng tiba tiba. Dan mungkin ia sedang berada dalam sebuah drama kehidupan yang nyata adanya.


"Aku harus bagaimana Ndi?. Apa aku batalkan saja perjanjian itu? ". Arandia malah meminta pendapat Andi . Di saat ia sudah membuat keputusan lebih awal.

__ADS_1


Andi langsung menggelengkan kepalanya. " Tidak semudah itu nona Muda. Anda juah lebih tahu, Bagaimana sosok pria itu. Dan saya yakin, Jika anda menolak nya. Ia juga tidak akan pernah mau ikut campur dengan urusan anda lagi. Sebab, Dia adalah tipe pria yang konsisten dengan ucapannya".


"Aku sudah menandatangani, Surat perjanjian dengannya". Lirih Arandia menundukkan kepala nya. Sedikit menyesal karena ia tak pikir pikir lagi. Untuk membubuhkan tanda tangan di atas surat perjanjian. Yang telah Zello siapkan untuknya.


" Apa isi surat perjanjian itu? ". Selidik Andi, Yang sebenarnya tak mengerti. Kenapa mereka mesti membuat surat perjanjian segala.


"Salah satunya, Aku bisa meminta cerai jika aku sudah akan menyerah dengan pernikahan itu. Dan itu pun baru bisa berlaku. Setelah dia membantuku mengetahui motif pembantai keluarga besarku". Jawab Arandia jujur.


Andi tampak diam. Berusaha mencerna penjelasan Arandia padanya. Namun, Tetap saja otaknya buntu akal. Untuk memecahkan misi Zello sebenarnya. Karena, Tak mungkin tak punya alasan kuat. Bagi seorang penguasa itu. Si saat ia telah mengambil keputusan sulit seperti ini. Apalagi, Mereka juga tahu. Jika Zello adalah orang yang susah untuk di sentuh. Dan juga tak pernah melakukan kontak fisik dengan orang asing. Terlebih lagi seorang wanita.


"Apa anda menyukai nya? ".


" Maksudnya? ". Arandia sedikit gugup akan pertanyaan yang di layangkan oleh Andi.


" Jawab jujur nona!. Apa anda mulai menyukai tuan Zello? ". Anggukan kepala Arandia membuat Andi. Hanya bisa mengusap wajahnya kasar. Ia juga tak bisa memberikan nasehat apapun. Jika semuanya telah menyangkut dengan perasaan.


" Anda, Tahu resikonya mencintai pria dingin seperti dia. Nona muda". Andi tak bisa berkata kata lagi saat ini. "Anda harus siap dengan semua resikonya nona!. Karena, Aku sendiri tak yakin. Jika dia akan membalas cinta nona ". Lirih Andi pelan dan sangat hati hati.

__ADS_1


" Aku tahu semua nya akan beresiko Ndi. Tapi, Aku akan mencoba nya dan terus berusaha". Jawab Arandia sambil mengukir senyum dibibirnya. Meskipun dirinya belum mempunyai keyakinan apapun. Untuk mendapatkan balasan cinta dari Zello.


Ya, Arandia diam diam malah menaruh hati untuk Zello. Meskipun, Ia sejak awal sudah tahu. Jika pria itu tak akan pernah bisa di tahlukkan begitu saja. Apalagi tentang perasaannya. Mungkin akan sangat sulit Namun, Ia akan mencobanya sendiri.


__ADS_2