
Tap... tap... tap...
Terdengar langkah kaki begitu tegap. Masuk kedalam ruangan khusus. Dan sepanjang perjalanan menuju ruangan itu. Cahaya lampunya tampak temaram. Hanya ada cahaya remang remang.
Ceklek...
Langkah itu berhenti, Tepat setelah ia pintu salah satu ruangan terbuka. Rahang tegas dan juga wajah yang begitu tampan rupawan. Bagai jelmaan dewa yunani. Namun, Sayangnya tak ada tampang ramah ramahnya sama sekali. Hanya tatapan tegas dan dingin , Yang mampu menyerap nyali seseorang. Selalu memancarkan aura menakutkan, Bagi orang orang merasa bersalah padanya.
Senyum iblisnya terbit. Kala ia melihat seorang wanita tengah tak sadarkan diri. Di atas ranjang di dalam ruangan sunyi nan senyap. Lampu remang remang, Namun tak membuat pria itu sulit mengenali sosok wanita yang sedang tak sadarkan diri tersebut.
"Kau beruntung, Karena janin itu masih ada di dalam perutmu. Jika tidak kau hanya tinggal nama saja". Guman Zello yang dengan senyum iblisnya.
" Mr Z, Semuanya sudah siap". Jackson datang menghampiri Zello yang saat ini tengah berada di dalam ruangan khusus. Dimana disana ada Ketty yang masih tak sadarkan diri.
"Pindahkan dia sekarang!! ". Titahnya dengan senyum iblisnya.
" Baik Mr".
Tak berselang lama, Beberapa orang pria datang. Dan mulai membawa tubuh Ketty. Dan entah apa yang akan di lakukan oleh Zello saat ini. Yang jelas, Pria itu akan tetap melancarkan aksinya. Dan tak akan pernah memaafkan kesalahan seseorang dengan mudah.
"Dimana mereka sekarang? ".
__ADS_1
" Ada di ruangan bawah tanah Mr". Jackson menjawab dengan jujur.
Zello pun segera melangkahkan kakinya lebar. Menuju ke ruangan bawah tanah. Dimana disana adalah ruangan khusus untuk penyiksaan. Dan yang mereka sebut dengan ruangan penembus dosa dosa.
🌿🌿🌿🌿🌿
Cepak... Cepakkk....
Cetassss....
Suara cambuk dan juga pekikan memilukan. Terdengar begitu menyayat hati. Saat dua orang pria tengah menjalani hukuman nya. Bahkan, Dua pria kekar tak kenal. Untuk membuat sanderanya saat ini meminta mati saja. Daripada harus hidup dengan siksaan menyakitkan seperti ini.
"Bu... Bunuh saja aku!!! ". Lirih Ferdy yang tak sanggup lagi untuk mampu bertahan lebih lama lagi.
" Hah... Apa?. Coba kau ulangi!!!". Perintah Bulan dengan tawa kejamnya. Bahkan suara tawa itu terdengar mengerikan daripada suara mahluk kasat mata.
"Tak semudah itu". Suara tegas penuh wibawa dan juga mampu menyerap energi tubuh seseorang. Tiba tiba terdengar nyaring dalam ruangan tersebut.
" Mr Z". Semua orang tampak membungkuk hormat. Ketika menyambut kedatangan Bos besarnya. Termasuk juga dengan Bulan dan juga anggota yang lainnya.
Kini tatapan Ferdy dan Sandi. Sayu sayu tampak sedikit buram. Lantaran rasa perih dan juga pedih di sekujur tubuhnya. Sudah sangat menyiksa diri mereka masing masing. Bahkan, Darah segar sudah ikut memenuhi tubuh Sandi dan juga Ferdy.
__ADS_1
"Kerja bagus Bulan". Puji Zello yang selalu bangga akan kinerja gadis cantik itu.
Jackson hanya mengikuti langkah Zello. Karena pria itu juga tak akan pernah menjauh dari bos nya. Jackson adalah orang pertama yang akan selalu mendampingi Zello. Dan juga mengetes setiap makanan yang akan ia makan. Jackson adalah orang pertama yang siap mati, Untuk melindungi Zello. Meskipun ia tahu, Jika Zello bukanlah orang yang patut untuk dilindungi.
"Perintah anda adalah tugas saya Mr". Jawab Bulan dengan tegas.
" Cek rekening mu!. Dan kau boleh pergi liburan untuk satu bulan kedepan! ". Zello tak akan tanggung tanggung memberikan bonusnya. Untuk para anggota nya, Jika misi mereka telah terselesaikan dengan baik.
" Terimakasih Mr Z".Bulan kembali membungkuk hormat. Dan mulai tersenyum mengejek pada Jackson. Membuat pria itu hanya bisa tersenyum sinis.
Zello melirik kearah Jackson. Dan langsung menggerakan jarinya. Kemudian, Jackson pun segera memerintahkan anggotanya untuk menjalankan. Apa yang sedang bosnya inginkan. Dua pria tinggi kekar, Mulai memencet tombol yang ada di sebelah ruangan. Hingga tak berselang lama. Dari arah samping sebuah oven berukuran besar. Muncul dari balik tembok, Yang ternyata sebuah brankas penyimpanan oven ukuran besar tersebut. Sandi dan Ferdy langsung terbelalak. Karena otak mereka terarah yang bukan bukan saat ini.
"Sepertinya, Aku tidak akan bertanya lagi. Untuk apa kalian mencoba membunuh Zein. Dan kalian telah salah ambil keputusan. Karena aku tidak akan tinggal diam saja. Ketika ada kutu seperti kalian mencoba menyakiti keluarga ku". Seru Zello dengan tegas.
" Tolong... Ampuni kami!. Ini tidak seperti yang tuan pikir. Tolong... Tolonggg...!! ". Ferdy berusaha untuk berontak. Agar ia bisa lepas, Namun sia sia saja.
Zello sama sekali tidak akan menggubris mereka. Dan pria itu malah langsung memberikan kode perintah untuk segera melenyapkan kedua pria itu. Dengan sangat mengerikan sekali. Tubuh Sandi dan Ferdy, Di masukan kedalam oven listrik. Dan akan di panggang dengan skala yang sangat tinggi. Hingga tubuh kedua nya akan hanya meninggal kan abu gosong saja.
"Hemmmpppp.... Hemppppp". Sandi dan juga Ferdy tampak berontak dengan tubuh yang di ikat rantai. Bahkan mulut mereka ikut di sumpal. Agar tak bersuara berisik.
Bulan hanya tertawa puas. Ketika melihat kedua pria tak berdaya sedang berusaha keluar dari oven tersebut. Hingga Zello mulai menjentikkan jarinya. Dan tegangan listrik Oven mulai di nyalakan. Senyum iblis Zello kembali terbit. Lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu. Di saat sudah melihat betapa tersiksa nya, Kedua manusia di dalam oven tersebut.
__ADS_1