WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Seperti Mimpi Yang Nyata


__ADS_3

Kadang dalam hidup ini, Kita akan di hadapkan oleh pilihan yang sulit. Dimana ketika hati ingin terus bersama, Dengan orang yang kita cintai. Namun, Takdir membuat kita malah menjauh dari cinta yang semestinya.


Sebuah kesalahan akibat keteledoran, Membuat masalah yang sudah ada sejak awal. Menjadi semakin rumit dan runyam saja. Dan mungkin itulah yang sedang Arandia alami saat ini. Ketika, Pria yang ia harapkan bisa membalas perasaannya suatu hari nanti, Namun Pada saat hari itu tiba. Ia malah telah membuat suatu kesalahan fatal. Meskipun itu bukan murni ia lakukan dengan sadar diri.


Langkah Dia terlihat gontai. Memasuki mension mewah tampat tinggalnya bersama dengan suaminya selama ini. Pria berkuasa yang sangat dingin dan datar. Dan nyaris tak tersentuh. Tetapi, Kini telah memutuskan untuk tetap bersamanya. Melanjutkan pernikahan yang tak pernah di dasari oleh Cinta.


"Anda baru pulang Nona? ". Sapa kepala pelayan, Yang bertugas menjadi penanggung jawab di mension ini.


Dia mendongakkan kepalanya. Dan tanpa mengucapkan satu kata pun. Ia segera beranjak pergi untuk masuk kedalam kamarnya.


" Tuan tidak akan pulang malam ini, Nona. Karena ada urusan yang harus beliau selesai kan secepatnya. Mungkin untuk waktu beberapa hari kedepan".


Dia menghentikan langkah kakinya. Dan kembali menoleh pada kepala pelayan itu. "Kemana bang Zello pergi? ". Tanya Dia


" Singapura Nona, Tuan ingin menghubungi anda. Tapi ponsel Anda tidak bisa dihubungi seharian ini".


Dia pun langsung merogoh tasnya. Dan mengambil ponselnya. Mencoba menghidupkan benda pipih itu. "Ponselku mati, Aku lupa charger". Seru Dia memperlihatkan ponselnya. Pada kepala pelayan itu.


" Baiklah, Nona. Sebaiknya anda membersihkan diri terlebih dahulu!. Saya akan menyuruh pelayan menyiapkan makan malam untuk anda".


Dia kembali melangkah pergi, Tanpa mengucapkan sepatah kata pun juga. Sedangkan kepala pelayan itu, Langsung merogoh ponselnya. Dan menelpon tuan nya kembali.

__ADS_1


"Halo, Mr. Nona Dia baru saja pulang. Dan sedang membersihkan diri".


" Baik Mr".


Setelah bicara beberapa detik, Bersama majikannya, Wanita setengah baya itu. Kini langsung melangkah menuju ke dapur. Dan memerintahkan para pelayan menyiapkan makan malam. Untuk nona mudanya. Sementara itu di dalam kamarnya. Dia malah merebahkan diri di atas kasur empuknya. Menatap langit langit kamar itu. Dengan helaaan nafas sedikit lega. Setidaknya, selama beberapa hari kedepan. Ia bisa sedikit leluasa mempersiapkan diri. Akan kemungkinan yang ada.


Wanita itu pun telah siap, Apapun konsekuensi yang akan ia terima. Seandainya Zello mengetahui kebodohan nya waktu itu.


"Hufff... ". Lagi lagi Dia menghembus nafas kasarnya.


Ingatan nya kembali pada malam dimana. Saat ia sedang berada di Bali beberapa pekan yang lalu. Pada saat itu Dia sedang melakukan perjalanan bisnisnya. Bertemu kolega bisnis barunya. Untuk membahas kerja sama. Dan membangun restoran di pulau dewata itu.


Flashback On...


Dia mengerjap beberapa kali. Untuk memastikan jika dirinya baik baik saja. Karena kulit tubuhnya terasa begitu dingin. Karena ia sudah tak memakai sehelai kain pun.


"Aww... Kenapa kepala ku, Sakit sekali? ". Lirih nya pelan. Sambil memegangi kepalanya.


" Tidak... Ini tidak mungkin". Wanita itu berusaha mengingat tentang kejadian semalam. Namun, Kepalanya malah tampak begitu pening.


"Tidak mungkin aku tidur dengan pria lain, Selain suamiku sendiri". Guman nya menyakinkan dirinya lagi. Berulang kali Dia menggelengkan kepalanya. Agar ia tidak salah duga.

__ADS_1


Namun, Area bawahnya sana terasa begitu berbeda. Sisa cairan kenikmatan masih begitu terasa menempel, Pada bagian intinya dan pangkal paha nya.


"Ya Tuhan, Apa yang harus aku lakukan sekarang? ". Tanyanya pada dirinya sendiri.


Dia yang panik, Hingga ia tidak bisa berpikir dengan benar. Hingga ia berusaha bangun, Dan mencari ponselnya. Dia pun segera menghubungi Andi. Dimana hanya Andi, Yang bersamanya sejak ia ada di pulau ini.


Wanita itu masih tampak panik. Dan tak berniat untuk memakai pakaian nya terlebih dahulu. Sampai Andi pun harus masuk, Kedalam kamar nya dengan lewat jendela. Dimana Jendela itu sudah terbuka sejak tadi.


"Arandia, Kau baik baik saja?". Tanya Andi yang langsung membungkus tubuh Dia dengan selimut tebalnya.


" Hiks... Andi, Aku.... Hiksss... ". Dia menangis tersedu sedu. Lantaran ia sama sekali tidak mengingat kejadian semalam. Sehingga ia bangun tanpa memakai sehelai benang pun begini.


" Apa yang terjadi?". Tanya Andi tak kalah bingungnya. Namun, Dia hanya menggeleng kan kepalanya saja.


Jujur saja ia juga tidak tahu apapun. Seingatnya, Dia kembali kekamarnya dalam keadaan sadar. Dan ia juga tidak melakukan hal bodoh sebelum nya.


"Apa Tuan Zello datang kemari? ". Tanya Andi berusaha menebak. Lagi lagi Dia hanya menggeleng kan kepalanya. Sambil terus terisak sedih.


Flashback Off...


Dia sangat malu pada dirinya sendiri. Karena, Ia merasa jika dirinya bukan istri yang baik untuk Zello. Sebab, tubuhnya telah disentuh pria lain, Selain suaminya sendiri. Meskipun Dia sendiri tak sadar dengan siapa ia melakukan nya. Namun, Bekas percintaan itu malah selalu membekas di ingatannya. Rasanya bahkan seperti mimpi. Sentuhan lembut dan juga kenikmatan yang berbeda.

__ADS_1


Hal itu juga yang kadang terbawa mimpi oleh Dia. Sampai sampai tadi pagi, Ia malah menikmati sentuhan Zello. Seperti sentuhan alam mimpinya. Hingga ia membuka mata, Ternyata ia mendapati Zello tengah bermain pada inti tubuhnya.


__ADS_2