WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Bertemu Juga


__ADS_3

Cahaya temaram bulan, Yang sedikit tertutup awan hitam. Dalam gelapnya malam ini. Membawa sosok pria tinggi tegap. Dengan aura mematikan, Serta kharismatik tinggi. Menuju ke sebuah dermaga, Yang telah lama tak di huni, Ataupun di jamah oleh semua orang.


Di sisi lain, Nampak beberapa pria bertubuh kekar. Dengan seragam yang sama. Yaitu warna hitam dan gelap. Yang merupakan pasukan elit, Dimana mereka telah terlatih dan juga telah lolos uji coba sebelumnya. Memperhatikan dan menjaga tuannya dari jarak yang tak dekat. Namun, Akan sangat mudah bertindak. Jika sampai ada sesuatu yang mencurigakan. Yang mana bisa mengancam keselamatan tuannya.


Dari arah yang berlawanan, Telah melangkah seorang pria yang tak kalah dari dirinya. Datang dengan membawa pasukan nya. Dan langkahnya begitu angkuh, Sepertinya ia juga telah mempersiapkan segalanya. Untuk melawan secara terang terangan. Seorang pria penguasa itu, Yang mana terkenal dan tersohor di Negara bagian Eropa sana.


Ya, Pria yang datang seorang diri. Namun, Dijaga ketat oleh banyaknya pasukan khususnya. Termasuk Jackson sang asisten nya. Yang tak akan pernah jauh dari bosnya itu.


Zello menatap dingin. Sosok pria yang saat ini datang menghampiri nya. Dimana Zello tengah duduk di salah satu tumpukan balok kayu. Yang telah lama tak terurus dan terawat.


Baju kaos warna hitamnya, Yang ia padukan dengan jaket warna senada, Serta Jean yang sama begitu pula dengan warna sepatunya saat ini. Betapa gagah dan juga berwibawa Zello saat ini. Namun, Tatapan pria itu sungguh menyerap nyali setiap orang yang ada di hadapan nya. Cahaya bulan yang nampak remang remang, Menambah kesan menyeramkan untuk para musuhnya. Wajah yang bisa berubah ubah, Layaknya perasaannya sendiri. Namun, Bagi klan nya wajah tampan itu begitu bengis dan juga menakutkan, Untuk sekedar di lirik sekilas.


"Tuan Zello". Seru seorang pria yang saat ini tengah menatapnya. Meskipun jarak mereka masih begitu jauh. Namun, Pria itu masih bisa merasakan energi dalam tubuhnya. Telah di serap dengan satu pandangan nya saja.

__ADS_1


" Kau masih ingat dengan ku?. Apa kau hanya pura pura lupa saja, Siapa aku sebenarnya? ". Pria itu kembali mengoceh, Karena Zello masih saja dengan gaya santainya. Bahkan, Zello sama sekali tak menggubris pria tersebut.


Sudut bibir Zello terangkat sebelah, Ia hanya menerbitkan senyum sinisnya saja. Lalu ia menaikan satu kakinya. Dan meletakkan tangannya di atas lututnya.


"Aku tidak punya waktu longgar, Hanya untuk mengingat seorang sampah". Jawab Zello dengan nada datarnya.


Jawaban Zello terang saja, Membuat pria itu langsung tersulut emosinya. Bahkan, Ia juga ssmpai mengepalkan tangannya kuat. Sungguh, Ia sudah tak sabaran lagi. Untuk melumpuhkan Zello saat ini. Namun, Pria itu berusaha menahan dirinya, Agar ia bisa menemukan titik kelemahan Zello yang sebenarnya.


Sayangnya, Apa yang telah ia lakukan sejauh ini. Sama sekali tak membuat Zello murka. Pria itu tetap tenang dan tak melakukan hal apapun. Selain, Menunjukkan aksi nya yang mengerikan, Pada orang orang yang menjadi bayangan untuknya.


" Diam, Kau!!! ". Bentak sang pria mulai menggertak kan giginya. Ia tak terima begitu saja, Saat ada orang yang berani menghina mendiang orang tuanya.


Terlebih lagi, Orang itu juga orang yang sama. Yang telah menghabisi semua keluarganya tanpa sisi. Meskipun, Pada saat itu ia masih kecil. Ia masih ingat, Bagaimana seorang Zello memulai pembantai nya. Bersama Daddy nya. Dan mereka juga menghabisi Ayahnya tepat di depan matanya.

__ADS_1


"Sampah kecil seperti mu, Mana mampu menandingiku. Kalaupun bisa, Itu mungkin karena kau sedang mujur saja". Zello kembali merendahkan pria itu.


Pria bernama Marco Ruber, Yang selalu mengganti identitasnya itu. Agar tidak ketahuan oleh Zello. Dan selalu merubah penampilan nya di depan umum. Semua yang ia lakukan, Hanya untuk mengelabuhi Zello.


"Kau tahu, Jika aku telah melihat semua lekuk tubuh istri mu itu. Bahkan, Aku pun telah menggunakan tangan ku ini, Untuk menyentuh... ". Pria itu sengaja memancing Zello. Agar Zello murka dan tak memperhitungkan kembali misi awalnya.


Marco pun memperlihatkan tangannya. Dan memperanggakan bak ia sedang menyentuh dan mengobrak-abrik milik Dia. Pada saat malam, Di mana istri Zello sedang tak sadarkan diri.


Di luar dugaan nya, Zello bukannya marah ataupun emosi. Pria itu malah tertawa terbahak-bahak. Menertawakan musuhnya. Yang sejak tadi dengan susah payahnya memancing amarahnya.


"Hahahha.... Kau pikir aku akan perduli? ". Seru Zello dengan lantangnya. Membuat Marco menautkan kedua alisnya bingung. Akan ekspresi wajaj Zello saat ini. Yang sama sekali tak terlihat marah ataupun cemburu sama sekali.


Zello mulai bangkit dari duduknya. Dan mulai melangkah mendekati Klan nya itu. Lalu Zello berkata sekali lagi. Dengan suara tegasnya. " Lakukan saja, Apa yang ingin kau lakukan padanya!. Karena, Aku sama sekali tidak akan terganggu". Seru Zello dengan nada bicara yang sangat penuh penekanannya.

__ADS_1


Deg...


__ADS_2