WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Hah?


__ADS_3

Satu Bulan kemudian...


Zello dan Dia sudah kembali ke mension. Kedua orang tua Zello pun telah kembali pulang ke Amerika. Dimana mereka pun, Tak bisa meninggalkan Cici sendiri disana. Apalagi, Cici dan Andes akan menikah beberapa bulan lagi. Setelah Cici selesai wisuda.


Sepasang suami-istri yang sudah kembali normal. Seperti pasangan pada umumnya. Kini, Makin hari makin terlihat mesra saja. Bahkan, Zello tak pernah absen untuk menggauli istrinya. Namun, Sampai saat ini Dia juga belum ada tanda tanda. Untuknya segera memberikan momongan pada Zello.


Selain itu juga, Zello sama sekali tak pernah membahas , Ataupun sekedar menyinggung masalah keturunan. Pria itu hanya tak pernah membuat Dia bersedih kembali. Ia layaknya para suami pada umumnya. memperlakukan Dia dengan sangat baik. Dan sesekali bersikap keluar dari jalur Zello sebenarnya.


Seperti hari ini, Dia yang masih berada di cafe miliknya. Karena, Ia juga telah kembali beraktivitas seperti sedia kala.Sedang sibuk berada di dapur. Untuk melihat para koki nya. Yang telah lama tidak pernah bersenda gurau dengan nya.


Sebab, Kebetulan sekali koki nya adalah seorang wanita. Yang memang di pilih khusus oleh Zello. Untuk menjadi koki di cafe istrinya, Dari pertama kalinya ia membuka usaha itu.


"Apa kamu, Ingin belajar masak juga sekarang?".


Dia sontak menoleh. Ketika ia mendengar bariton suara suaminya. Dan benar saja, Saat ini Zello tengah berdiri di bibir pintu. Antara dapur dengan ruangan khusus para karyawan istrinya.


" Kapan abang datang?". Dia mulai menghampiri suaminya. Dan mengulas senyum manisnya.


"Barusan saja". Jawab Zello singkat. Namun, Kedatangan Zello malah membuat para karyawan sedikit tegang.

__ADS_1


Aura Zello memang benar benar, Membuat nyali semua orang hilang dalam hitungan detik saja. Tak heran, Jika para musuhnya, Bisa menyingkir satu persatu. Dan lebih baik mundur. Daripada harus berhadapan langsung dengan nya. Sebab, Ketika jiwa iblisnya keluar. Tak akan ada satu orang pun. Yang akan selamat dari kejarannya.


Dia merangkul lengan kekar suaminya. Dan menggurita pria itu, Untuk menjauh dari daerah dapur. Agar, Para karyawan nya bisa bekerja dengan nyaman. Tanpa harus merasa deg degan. Oleh kehadiran pria kutub utara dengan aura mematikan itu.


"Huh". Sang koki menarik nafasnya lega. Saat Zello telah di bawa menyingkir oleh istrinya.


" Chef kenapa? ". Tanya salah satu karyawan. Saat melihat wajah sang koki, Terlihat tegang dalam beberapa saat.


"Nyonya Dia, Termasuk besar juga ya nyalinya". Ujarnya pelan.


" Maksudnya Chef?".


"Itu suami, Nyonya Dia. Aduh aku aja gak kuat lihat ketampanan nya. Tapi, Wajahnya juga membuat bulu kuduk merinding". Celetuknya setengah berbisik pada temannya.


"Ehem... hem... ". Suara deheman Jackson membuat. Para karyawan serta koki langsung bubar. Dan kembali melanjutkan pekerjaannya masing masing. Sebab, Pria yang saat ini berdiri di ambang pintu. Auranya tak kalah dingin dan juga berkharisma seperti suami atasan mereka.


" Apa kalian dibayar, Untuk sekedar bergosip saja disini? ". Tanya Jackson dengan suara tegasnya.


Semua karyawan menundukkan kepala mereka. Tanpa ada yang berani untuk sekedar wajah tampan. Pria yang saat ini tengah berdiri di ambang pintu itu.

__ADS_1


" Lanjut kan pekerjaan kalian!. Jangan cuma hanya bergosip yang tidak tidak! ".


" Ba... baik tuan". Jawab mereka gugup.


Jackson pun langsung pergi begitu saja. Saat ia telah menakut nakuti para karyawan nyonyanya. Sehingga mereka tak ada yang berani bersuara dengan bebas lagi.


Sementara Zello saat ini. Sudah duduk di sofa empuk. Yang ada di dalam ruangan kerja istrinya. Sambil terus memperhatikan wajah Dia, Yang sedang fokus pada layar laptopnya.


"Sayang".


" Iya, Ada apa bang? ". Dia langsung menatap wajah suaminya. Ketika Zello memanggilnya dengan panggilan, Yang sekarang telah mulai terbiasa, Keluar dari bibir Zello.


" Apa pekerjaan mu, Masih banyak? ".


" Tidak juga. Hanya memeriksa pembukuan keuangan beberapa bulan yang lalu saja". Jawab Dia jujur sambil tersenyum.


Zello pun bangkit dari sofanya.Dan melangkah menghampiri Dia. Menuju meja kerja istrinya itu. Dia hanya menatap suaminya saja, Tanpa berkedip sedikitpun.


"Ayo!!". Ujar Zello sambil mengulurkan tangannya. Membuat Dia menautkan kedua alisnya bingung.

__ADS_1


" Kita pulang sekarang! ".


" Hah??? ".


__ADS_2