WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Berkorban


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian...


Tak terasa waktu semakin cepat berlalu. Kini, Zello juga semakin melancarkan aksinya. Dimana tak hanya publik yang tertipu akan penyamarannya. Tetapi, Juga dunia entertainment tak menyadari. Bahwa dirinya bukanlah aktor yang sesungguhnya.


Namun, Di saat bersamaan Ketty terus mendesak nya untuk minta di nikahi. Namun, Sampai detik ini Zello juga belum ambil keputusan apapun.Sepertinya pria itu telah membuat rencana yang jauh lebih mengerikan lagi. Dari rencana awalnya. Apalagi saat ini ia semakin tenang dan tampak santai saja. Seolah dirinya benar benar pemain sesungguhnya.


Kedua orang tuanya pun telah kembali ke Amerika. Begitu pula dengan Cici. Yang harus menyelesaikan kuliahnya disana. Sedangkan Andes dan Zello masih menetap di Negara ini. Jika, Andes menetap untuk urusan bisnis. Namun, Zello hanya untuk sebuah misi yang belum ia perankan kembali.


Tok... Tok....


"Abang, Boleh aku masuk? ". Arandia memberanikan diri untuk mengetuk pintu ruang kerja Zello. Si saat semua penghuni mension tengah beristirahat dengan lelap.


Arandia pun tak bisa terus terusan menyembunyikan identitas nya. Yang kemungkinan juga telah di ketahui oleh Zello sejak awal. Karena tak ada satu pun orang, Yang bisa mengalahkan cerdasnya otak Zello. Mau orang sembunyi di lubang cacing pun, Zello tetap mencarinya hingga dapat.


"Masuklah!!! ".

__ADS_1


Arandia langsung membuka handle pintu. Ketika mendengar persetujuan dari Zello. Gadis itu tetap bersikap sopan. Meskipun ia yakin Zello sudah memgertahui siapa dia sebenarnya.


" Duduklah!!". Zello mempersilahkan Arandia untuk duduk. Karena Zello tak mau membuka identitas Arandia. Jika gadis itu tidak membukanya lebih dulu.


Arandia menyerahkan sebuah flashdisk pada Zello. Membuat Zello menautkan kedua alisnya bingung. Arandia juga belum mengatakan apapun padanya saat ini.


"Di dalam sana, Ada video dan juga bukti dimana bang Zein di jebak". Lirih Arandia mulai berkata jujur. Hidupnya benar benar tak tenang, Setelah ia tahu jika Zein masih tak sadarkan diri sampai saat ini. Karena Arandia juga mengira jika Zein telah tiada pada saat malam kecelakaan itu.


" Katakan!!. Apa yang kau inginkan dengan menyerah kan bukti ini padaku! ". Zello masih saja memasang wajah dingin dan datarnya.


Prakkk...


Zello melemparkan sebuah amplop bewarna coklat. Tepat di hadapan Arandia. Arandia pun langsung membuka isi amplop tersebut. Karena Zello memberinya kode untuk segera membukanya.


"Rai Raiden putri dari tuan Raiden dan Nyonya Naumi . Mempunyai saudara kembar bernama Rei Raiden. Yang meninggal karena pembantaian dua puluh tahun yang lalu. Dan hanya menyisakan satu anak perempuan nya. Selamat karena dibawa kabur oleh orang kepercayaan orang tuamu". Seru Zello mulai bangkit dari tempat duduknya. Berjalan mendekat kearah Gadis yang mengganti namanya menjadi Arandia. Dan kabur ke Negara Indonesia.

__ADS_1


"Jika kau ingin mencari tahu tentang kasus itu. Aku sarankan, Agar kau berhenti saja!. Jalani hidupmu yang sekarang dengan benar!. Masa lalu hanya akan membuka rasa sakit di hatimu saja. Dan aku yakin jika kau masih ingin memaksakan dirimu akan hal itu. Hidupmu tidak akan mempunyai ketenangan". Sambung Zello lagi.


Ia sebenarnya iba. Akan nasib kehidupan Arandia. Dimana ia harus kehilangan sosok orang orang penting dalam dirinya. Namun, Ia juga tidak tahu dan belum sadar juga. Siapa dalam dibalik pembataian keluarga besarnya. Tetapi, Zello tidak bisa untuk mengatakan nya dengan jujur. Sebab, Jika semuanya terkuak. Zello yakin keadaan nya tidak akan seperti sekarang ini.


Zello mulai mengingat kata kata kedua orang tuanya. Dan itu adalah keputusan yang sulit untuknya. Ingatan Arandia tak boleh kembali pulih. Karena nantinya pasti akan ada kesalahpahaman. Yang berakibat buruk untuk Arandia. Rasa dendam dihati gadis itu. Akan membuat kekacauan yang lebih besar lagi.


"Lupakan masa lalu keluarga mu!. Dan teruskan hidupmu!. Aku akan tetap ada, Jika kau membutuhkan apapun. Tapi, Jangan harap aku mau membantu membuka luka dan dendam lamamu itu". Sambung Zello lagi karena Arandia masih saja tetap diam.


Gadis itu sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata pun. Zello ingin sekali cuek dan tak ingin iba pada siapapun. Namun, Zello juga tak mau membuat kedua orang tuanya kecewa. Meskipun keputusan nya ini nanti akan membelenggu dirinya sendiri. Namun, Zello tidak akan membuat kecewa Daddy dan Mommy nya. Sebab, Zello adalah pria sejati yang pantang menyerah begitu saja.


"Hidupku sudah hancur sejak lama. Apa aku bisa hidup tenang?. Tanpa melakukan apapun disaat keluarga ku mati dengan cara yang sadis seperti itu?? ". Arandia mulai angkat bicara.


" Bahkan aku pun tak memiliki satu keluarga pun lagi di dunia ini. Tidak ada satu pun orang yang bisa mendengar semua jeritan hati ini". Sambung Arandia lagi sambil menitik kan air matanya.


"Menikalah denganku!".

__ADS_1


Deg...


__ADS_2