WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Gagal


__ADS_3

Keesokan harinya Dia mulai mengerjapkan matanya. Badan nya terasa sangat pegal sekali. Dan ia mulai mengedarkan pandangan. Rupanya ia masih berada di atas sofa sejak semalam. Bahkan, Ranjangnya saja masih sangat rapi. Sama seperti sebelumnya. Dan itu tandanya Zello tidak tidur di kamar ini semalam.


Dia tersenyum kecut. Karena apa yang telah siapkan semalam. Malah hanya sia sia saja. Bahkan, Zello sama sekali tak tidur di kamar. Mungkin pria itu memilih untuk tidur di ruangan kerjanya. Sebab di sana juga ada tempat istirahat nya.


Namun, Dia melihat selimut tebal yang membalut tubuhnya. Seketika senyum Dia terbit, Karena semalam ia mulai ingat tidak memakai selimut saat menonton televisi. Sebab, Ia sengaja memperlihatkan penampilan nya. Agar Zello menolehnya ataupun berharap, Pria itu mau menyentuh tubuhnya dan melakukan kontak fisik dengannya.


"Masih jam enam. Seperti nya bang Zello belum keluar dari ruangan kerjanya". Lirih Dia pelan. Yang langsung bangkit dari sofa.


Gadis itu langsung melangkah lebar, Menuju kamar mandinya. Untuk membersihkan tubuhnya dengan segera. Sebelum ia turun ke lantai satu, Berharap bisa sarapan bersama dengan suaminya pagi ini.


Setelah hampir lima belas menit. Dia telah selesai mandi dan juga mengganti pakaiannya. Ia sedikit memoles lipstik natural pada bibir tipisnya. Dan dengan wajah cerahnya, Dia mulai melangkah keluar kamar.


Ceklek...


Senyumnya masih saja terbit. Sebelum ia bertemu dengan seorang pelayan yang akan Membereeskan lantai atas. Dia langsung menghampiri pelayan itu. Dan menanyakan keberadaan suaminya.


"Apa suamiku masih belum keluar dari ruangan kerjanya?". Tanya Dia masih dengan senyum manis di bibir nya.


" Tuan muda sudah pergi sejak satu jam yang lalu, Nona ".

__ADS_1


"Satu jam yang lalu? ". Ulang Dia yang mulai menghitung mundur. Ia melirik arloji di pergelangan tangannya. Yang masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Dan itu artinya Zello telah meninggal kan mension masih sangat pagi sekali.


" Tuan berpesan, Jika nanti tuan akan pulang terlambat juga nona. Dan jangan menunggu nya untuk makan malam!".


Luruh sudah kepercayaan diri Dia. Penampilan nya tak ada gunanya di depan Zello. Bahkan, Ia rela mandi terburu buru. Hanya untuk menatap wajah suaminya. Dan mengharapkan bisa sarapan satu meja kembali. Seperti tadi malam. Namun, Zello malah telah meninggal kan mension. Saat dirinya masih tidur terlelap.


Dia langsung melangkah gontai, Meninggal kan pelayan itu. Dan mulai masuk kembali ke dalam kamarnya. Selang beberapa detik. Dia keluar dengan membawa tas dan ponselnya. Seperti nya ia akan pergi keluar juga.


Gadis itu menuruni anak tangga. Dengan sedikit tergesa gesa. Dan ia pun sama sekali tak menoleh ataupun menyapa para pelayan yang sedang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


"Nona muda. Sarapan nya sudah siap". Seorang kepala pelayan datang. Menghampiri Dia istri majikan nya.


" Bereskan saja meja makan nya!. Aku tidak akan sarapan". Jawab Dia tanpa menoleh sedikit pun.


"Ke Cafe". Sahut Dia sedikit kesal.


Membuat ketua pelayan itu. Langsung merogoh ponselnya untuk menghubungi asisten Jackson. Dimana ia pun akan selalu melaporkan. Apapun yang terjadi di mension. Selama tuan mudanya tidak berada di tempat. Termasuk semua kegiatan Dia.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


" Mr Z. Nona Arandia pergi ke Cafe sekarang".


"Hem". Jawab Zello hanya dengan deheman nya saja. Tanpa lepas dari layar tabletnya.


Jackson pun hanya diam. Karena ia tahu, Apa yang sedang di lihat oleh Zello saat ini. Dan sebagai orang kepercayaan nya, Jackson tak akan pernah mengkhianati Zello sedikit pun. Apapun resikonya nanti, Akan ia jalani dengan segala kemampuan nya.


"Tetap, Suruh anak buahmu untuk menjaganya dari jarak jauh saja! ".


"Baik Mr".


Zello pun kembali memfokuskan matanya pada layar tabletnya. Entah apa yang selalu ia lihat disana. Yang jelas moodnya selalu membaik, Saat ia menatap benda itu.


Saat ini mereka sedang berada di dalam lift. Menuju unit Apartment miliknya. Tempat dimana Zello selalu bekerja, Mengawasi kegiatan perusahaan nya. Karena pria itu sama sekali tak pernah menunjukkan wajahnya pada seluruh karyawan nya. Bahkan, Dewan direksi pun tak pernah melihat wajah atasannya.


Dan disinilah tempat Zello selalu menghabiskan waktunya. Apartment mewah dengan satu lantai khusus untuk dirinya saja. Tanpa ada penghuni lain. Ia juga naik ke lantai ini. Melewati lift khusus untuknya sendiri. Sehingga hampir semua penghuni tak mengenali dirinya sama sekali. Jika dia adalah pemilik gedung pencakar langit tersebut.


"Apa kau sudah memberikan hadiah kecil untuk Lucas, Jackson? ".


" Sesuai perintah dan juga permintaan anda Mr. Mungkin sebentar lagi tuan Lucas akan menerimanya ".

__ADS_1


" Good". Seringai licik itu kembali terbit. Membentuk sebuah senyuman sedikit menyeramkan.


TBC


__ADS_2