
Zello duduk di kursi kerjanya. Sambil terus menatap layar komputernya. Sudut bibir nya mulai terangkat. Membentuk sebuah senyuman liciknya. Jackson datang menghampiri atasannya. Ketika jari tangan Zello terangkat, Memberikan isyarat nya.
"Apa semua nya sudah siap?". Tanya Zello pada Sang asistennya.
" Sudah Mr. Tinggal menunggu perintah dari anda saja".
"Baiklah, Siapkan mobil!. Kita ke Bandara sekarang juga!! ". Titahnya yang mulai mematikan layar komputernya.
Dimana Jackson hanya mengangguk patuh. Dan mulai meraih ponselnya. Memberikan intruksi nya, Agar anggotanya yang berada di bawah sana. Segera menyiapkan mobil untuk atasannya itu.
" Kau tahu Jackson, Jika hari ini adalah hari yang paling aku tunggu tunggu ". Ujarnya menyeringai iblis.
"Bagaimana, Dengan Nona Arandia Mr?. Apa tidak seharusnya, Kita beritahu Nona terlebih dahulu, Jika...
Jackson langsung menghentikan ucapan nya. Saat tangan Zello memberinya intruksi untuk diam.
__ADS_1
" Kelopak bunga Mawar yang telah gugur dan jatuh. Maka, Saat itulah wanginya sudah mulai memudar". Tutur Zello dengan raut wajah datarnya. Namun, Jackson bisa melihat ekspresi Zello yang memendam amarah nya saat ini.
Ia bukan marah, Karena Dia berani menyembunyikan masalah darinya. Melainkan marah karena, Orang itu telah berani mengkhianati istrinya. Dan menyusun rencana bersama klan nya. Hanya untuk menjatuhkan dirinya. Bahkan, Ia juga memanfaatkan kepolosan istrinya. Untuk melancarkan aksinya.
"Hubungi Dona!!. Dan suruh Dona untuk tetap tenang!. Sebelum mendapatkan intruksi dariku! _.
" Siap Mr".
Keduanya masih berada di Koridor Apartemen. Yang merupakan kantor tersembunyi bagi Zello. Sedangkan, Di dalam perusahaan nya. Hanyalah di isi oleh orang orang, Yang memang ia siapkan untuk menjadi boneka nya saja.
Zello hanya memainkan pupilnya saja. Saat ia merasakan ada sesuatu yang sejak tadi. Memang sedang mengawasi gerak geriknya. Dan Jackson segera paham akan kode dari atasannya itu.
"Arah, Jarum jam angka tiga!! _". Perintah Jackson dengan suara pelan nya. Bicara lewat earphone yang selalu terpasang di telinga. Setiap anggota Zello.
Benar saja, Tak memakan waktu lama. Anggota Zello telah bergerak dan menangkap seorang paparazi. Yang sengaja menyamar menjadi cleaning service. Di bagunan gedung pencakar langit milik Zello tersebut.
__ADS_1
Bahkan, Mata mata itu tak sempat untuk melaporkan informasi. Yang telah ia dapatkan sebelum nya. Karena, Tubuhnya tiba tiba lemas. Akan sebuah suntikan untuk menghilangkan kesadaran nya.
"Jangan sampai meninggalkan jejak!! ".Perintah Jackson lagi. Ketika mereka telah tiba di basement Apartment mewah itu.
"Sudah di bereskan Mr". Ucap Jackson memberikan laporannya.
" Mereka pasti akan selalu berkeliaran. Dan ini mungkin baru awalnya saja". Jawab Zello dengan seringai liciknya.
Ia sangat paham akan trik busuk seperti itu. Sebab, Zello adalah orang yang selalu teliti. Dan juga tidak ceroboh. Zello juga bukan tipe orang yang bisa di pancing. Atau pun bisa di ancam begitu saja. Namun, Zello akan menunjukkan gaya santainya. Saat ia sedang mengincar para musuhnya. Pria itu sangat pandai dalam memerankan aktingnya. Sehingga musuhnya saja menganggap nya lemah. Tetapi, Disaat musuhnya lengah, Maka, Saat itu juga Zello akan beraksi tanpa menyusahkan satu orang pun lagi. Karena, Tak ada kata ampun dan maaf baginya.
"Jalankan mobilnya!. Kita ke Bandara sekarang! ".
"Baik Mr".
Seringai Zello semakin terlihat jelas dimata Jackson. Apalagi saat Zello memberinya perintah. Pria itu berkata dengan lantang nya. Karena mereka tahu, Saat ini mereka sedang di awasi oleh seseorang.
__ADS_1