
Ketika Oma Lea sedang berusaha menghibur Arandia. Di tempat yang berbeda juga saat ini. Zello tengah menatap layar laptopnya. Dengan sangat serius dan fokus. Ia saat ini sedang berada di Negara Singapura.
Namun, Pria itu bukan berada di perusahaan ataupun menjalankan misi dunia bawah tanahnya. Tapi, Saat ini Zello tengah berada di sebuah ruangan khusus. Tepat nya di dalam sebuah Apartemen mewah, Yang telah ia sewa untuk tempatnya kembali. Saat ia sedang di Negara ini.
Tok... tok...
"Masuk! ".
" Mr Z. Jet pribadi anda sudah siap. Begitu juga dengan...
Jackson menggantung kata katanya. Saat melihat gerakan tangan Zello. Yang menyuruhnya untuk tidak melanjutkan ucapannya.
"Pastikan, Tidak ada satu orang pun yang tahu!. Dan buat mereka tak mencurigai ku! ".
"Sesuai perintah anda Mr". Jawab Jackson yang sudah mengatur rencananya. Sesuai dengan cara yang di tegaskan oleh Zello sebelum nya.
Sebab, Jika mereka gagal. Maka, Seluruh keluarga Zello pasti akan tahu. Apa yang sebenarnya Zello lakukan selama beberapa bulan ini. Bahkan, Ia pun rela bolak balik Jakarta, Singapura hanya untuk masalah ini saja.
Langkah Zello terlihat lebar. Membuat Jackson hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Sebagai seorang asisten kepercayaan Zello. Jackson hanya bisa menurut akan titah tuannya itu. Bahkan, Jackson pun tak pernah menceritakan semua ini pada siapapun. Termasuk Andes sekalipun. Sebab, Saat ini Jackson juga di buat serba salah. Namun, Ia hanya akan buka mulut saat Zello yang menyuruhnya untuk jujur.
"Mr Z. Anda benar benar mempertaruhkan nyawa saya kali ini". Guman Jackson menghela nafasnya kasar.
__ADS_1
" Jangan mengumpat di belakang ku Jackson!".
"Siap Mr". Sahut Jackson merutuki kebodohan nya. Karena, Suara semut saja mampu di dengar oleh Zello. Apalagi hanya sekedar gumanannya saja.
Keduanya melangkah bersama dan mulai masuk kedalam lift. Menuju basement Apartment.Sepanjang perjalanan menuju keluar bangunan itu. Zello hanya diam begitu juga dengan Jackson. Hingga mereka tiba di lantai dasar, Menuju basement.
Satu mobil mewah mulai berhenti tepat di hadapan Jackson dan Zello. Ketika mereka berdua sudah keluar pintu lift. Dengan sigap Jackson segera membukan pintu mobil untuk bosnya itu. Lalu Zello pun langsung masuk begitu saja.
"Apa kalian telah mengurus semuanya? ".
" Sudah Mr. Dan sekarang tinggal menunggu anda saja".
Zello menarik sudut bibirnya. Tersenyum licik, Ia tahu jika anggota Daddy nya pasti akan selalu melacak dan juga mengawasi gerak geriknya. Namun, Zello telah lebih dulu licik dari Daddy nya. Sehingga, Semua kegiatannya tidak akan bisa di ketahui oleh Mark.
Zello meraih ponselnya untuk melihat siapa yang menelpon dirinya saat ini. Namun, Ketika melihat nomor ponsel Arandia. Zello langsung menautkan kedua alisnya bingung. Sebab, Tak biasanya Arandia menelpon dirinya.
"Ada apa? ". Tanya Zello tanpa basa basi. Ketika ia telah menggeser tombol hijau di layar ponsel nya itu.
" Kapan abang akan pulang?. Bukankah besok hari ulang tahun Oma?. Apa ti...
"Aku sudah menuju Bandara. Dan akan pulang ke Jakarta. Tunggu saja aku di mension! ". Potong Zello datar.
__ADS_1
" Baiklah, Aku menunggumu di mension bang. Hati hati! ".
" Hem".
Zello pun langsung melemparkan ponselnya asal. Setelah menerima panggilan telpon dari istrinya. Wanita yang ia nikahi tiga bulan lalu. Namun, Sampai saat ini hubungan mereka tak ada perubahan sama sekali.
Jackson hanya melirik sekilas. Tak berniat untuk melontarkan pertanyaan apapun. Ia juga tidak tahu mesti bilang apa saat ini. Hanya Zello yang bisa memutuskan, Apa yang akan ia lakukan kedepannya nanti.
"Shiittt.... ". Umpat Zello sambil memukul jok mobil di samping Jackson.
Sungguh bukan seperti ini. Yang Zello inginkan dulu. Namun, Sekarang semuanya sudah terlanjur terjadi. Ia hanya bisa membuat keadaan tak kacau. Karena dirinya sudah mulai goyah akan hubungan pernikahan nya sendiri. Yang nyatanya hanya menyulitkan posisinya.
Masalah Zein juga belum terselesaikan. Lantaran sampai detik ini. Zein sama sekali tidak temukan keberadaan nya. Orang orang bagaikan orang bodoh saja. Untuk melacak keberadaan Zein saja mereka tak mampu. Bahkan, Daddy nya sendiri juga ikut dibuat bingung.
"Mr Z". Jackson menyodorkan tablet pada Zello. Dan langsung Zello ambil alih.
" Dam it... . Kenapa aku bisa melupakan nya?".. Zello kembali mengumpat saat ia telah melihat informasi yang diberikan anggotanya.
Lalu Zello pun menyeringai licik.Banyaknya masalah yang sedang ia hadapi. Membuatnya malah hampir melupakan seseorang. Dan kali ini, Ia akan sedikit membuat perhitungan dengannya. Karena sudah berhasil membuat nya sedikit terkecoh.
"LUCAS KRISTIAN ZUU... Kau memang mencari gara gara denganku". Liriknya tersenyum licik.
__ADS_1
TBC