WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Tanpa Welas Asih Lagi


__ADS_3

Marco nampak begitu emosinya. Lantaran Zello tidak menunjukkan reaksi apapun. Saat ia membahas masalah Arandia. Yang sudah jelas ia sentuh dan ia nikmati sebelum nya. Meskipun sebenarnya, Ia tidak sampai mencelupkan miliknya kedalam milik Dia.


Marco tidak tahu saja, Jika saat ini Zello sudah sangat geram. Dan sudah tak sabaran lagi. Ingin segera menghabisi Marco. Dan memberikan tubuh nya,Pada hewan peliharaan nya. Yang ia simpan di markasnya.


"Sepertinya, Memang seharusnya kita perang dari dulu". Seru Marco dengan suara penuh amarahnya.


" Ck.... Kau pikir aku takut?. Keluarkan semua yang kau punya!. Aku dengan senang hati membasminya". Zello lagi lagi merendahkan Marco. Sehingga pria itu benar benar tersulut emosi nya.


Tanpa banyak bicara lagi. Marco langsung mengerah kan semua anak buahnya. Untuk menghabisi Zello. Namun, Zello dengan cekatan dan juga gerakan cepatnya. Langsung berlari , Naik keatas tumpukan kayu. Yang sudah sedikit rapuh itu.


Membuat anak buah Marco, Pun mengejar langkah Zello. Tetapi, Di luar dugaan Marco sendiri. Beberapa anggotanya langsung mengeluarkan darah segarnya. Hanya dengan hitungan detik.


Dan itu semua karena ulah Zello. Dimana pria itu telah memegang sebuah pedang. Yang hanya dengan sekali tebas saja. Ia mampu melukai dan menghunus tubuh lawannya dengan sempurna.


Mata Marco melotot sempurna. Dan ia juga tidak tahu.Dariman Zello mendapatkan pedang itu. Yang jelas, Gerakan Zello sangat lincah dan juga tak terbaca. Marco mulai ketar ketir. Ia mulai mengeluarkan pistolnya. Dengan niat akan membidik tepat mengenai kepala Zello.


Dor...

__ADS_1


Bukannya Zello yang terluka. Namun, Salah satu anak buahnya sendiri, Yang langsung meregang nyawa. Saat satu peluru tepat mengenai kepalanya.


"Sial... ". Marco mengumpat. Dan mulai kembali mencari cela. Agar ia bisa melumpuhkan Zello.


" Apa yang kalian lakukan?. Ayo cepat habis dia! ". Perintah Marco pada anak buahnya. Dimana anak buah sebanyak itu. Langsung beringsut mundur. Saat melihat para rekan nya. Telah binasa satu persatu di tangan Zello.


Suara tembakan dan juga tebasan pedang Zello. Membuat suasana malam ini, Menjadi tegang dan juga membentuk kolam darah. Air di demarga pun sudah berubah warna. Menjadi warna merah dengan bau amis yang menyengat.


Sreppppp... Srettttttt...


Zello menarik sudut bibir nya saja. Saat melihat Marco sudah tak bisa bergerak. Karena, Jackson telah menodongkan pistolnya. Tepat di ujung pelipisnya.


Zello mulai mengayunkan pedangnya. Sambil terus matanya terfokuskan pada Marco. Sedang kan tangannya selalu tepat mengenai sasaran nya. Membelah dan merobek tubuh klan nya. Dengan pedang samurai yang sangat tajam dan berbisa itu.


"Sudah ku katakan dari awal, Bukan?. Jangan pernah kau tunjukan lagi, Wajahmu di depan ku!. Tapi, Sepertinya kau memang menginginkan mati dengan cara seperti ini". Ujar Zello yang tak mengenal welas asih lagi. Saat ia sudah berdiri tepat di hadapan Marco.


" Aaakkkk... K.. a... u... Aaakkkk".

__ADS_1


Marco bahkan, Tak bisa lagi bicara dengan jelas. Saat pedang panjang itu telah menembus dadanya. Dan keluar lewat punggung belakang nya. Tak hanya itu saja, Zello ikut memainkan pedangnya. Yang sudah tertancap di dalam organ vital Marco.


"Datang lah ke Neraka lebih dulu!! _. Ujar Zello dengan seringai iblisnya.


Sedangkan, Anak buah Marco yang masih tersisa. Mereka kocar kacir. Setelah melihat bagaimana sadisnya, Zello menghabisi Marco saat ini. Di saat anggota Zello akan mengejar. Zello memberikan kode untuk tetap diam di tempat.


" Mereka semua, Akan ikut menyusul bosnya juga". Seru Zello dengan suara lantang nya.


Boommmm... Daaarrrrr....


Benar saja, Kapal dan juga mobil mewah milik Marco. Sekarang meledak secara bersamaan. Saat Zello mengangkat tangannya di atas. Dan susana yang tadinya gelap. Hanya temaram sinar bulan di atas langit. Yang sudah nampak gelap gulita. Kini daerah itu telah di terangi oleh sinar api. Dari ledekan yang Zello ciptakan sendiri.


"Bereskan sisanya!. Dan jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun!". Perintah Zello pada anggotanya.


" Jackson, Siapkan mobil!. Kita berangkat ke kuningan sekarang juga!! _. Titahnya sambil melangkah pergi.


Jackson pun segera menyerah kan tubuh Marco. Pada anggotanya, Lalu ia pun segera beranjak pergi. Mengikuti langkah Zello. Yang saat ini sudah mulai menjauh dari rombongan nya.

__ADS_1


__ADS_2