
Di saat dia sedang menikmati nasi campur. Yang tiba tiba ia inginkan sejak bangun tidurnya. Dan dengan keahlian para koki akhirnya Dia bisa menikmati nasi campur. Sesuai yang ia inginkan. Zello ikut tersenyum, Kala melihat istri nya begitu menikmati makanannya.
”Abang mau? " Tawar Dia sambil menyodorkan satu sendok kearah mulut suaminya.
Namun, Beberapa saat Dia sadar jika suaminya tidak pernah ingin makan makanan. Yang belum di tes oleh Jackson. "Uppss... Maaf! Aku lupa" Lirih Dia yang mengurung kan niatnya. Untuk menyuapi suaminya.
Akan tetapi, Zello menarik kembali tangan istrinya. Dan melahab habis satu sendok penuh. Makanan yang tadi di sodorkan oleh istrinya.
”Tidak buruk” Ujar Zello sambil mengunyah makanan nya.
Dia tersenyum melihat suaminya. Yang mau makan satu piring dengannya. Meskipun ini untuk pertama kalinya. Selama mereka menikah. Walaupun keduanya sudah sering bertukar salivanya. Hampir dulunya setiap hari selama mereka berbaikan. Namun, Zello tetap saja anti akan makanan yang belum ia ketahui aman atau tidaknya.
Pria itu sungguh sangat teliti. Baik hal makanan ataupun hal apapun itu. Sehingga jika ingin memberikan racun dengan cara memberikan makanan atau minuman. Maka, Itu akan sangat sulit. Terlebih orang yang pertama sekali akan keracunan adalah asistennya sendiri.
__ADS_1
Namun, Bisa jadi juga sebelum mereka kabur untuk menyelamatkan diri. Zello telah lebih dulu mencabut nyawa mereka. Pria itu adalah jelmaan malaikat maut. Yang bisa kapan saja, Menghilang kan nyawa orang lain. Dengan cara apapun juga, Dan tak akan menunggu lama.
"Mr... " Jackson menyodorkan tablet miliknya. Dan segera Zello melirik kearah benda canggih itu.
Zello memberikan isyarat nya. Dengan hanya bahasa sandi nya saja. Dan hal itu membuat Jackson paham. Lalu bergegas permisi dari hadapan tuan dan nyonya nya. Sementara Dia masih asyik dengan makanan nya.
Setelah istrinya selesai sarapan. Zello ikut pamit pada Dia. Dan pergi keruangan kerjanya. Karena, Jackson juga telah lebih dulu masuk.
”Bang, Aku boleh pergi ke pantai? " Tanya Dia menyusul langkah Zello. Yang akan membuka pintu ruangan kerja nya.
"Oke " Dia begitu ceria seolah ia tidak dalam masalah apapun. Sepertinya wanita itu ingin benar benar menikmati hidupnya. Selagi ia masih bisa bernafas dengan tenang.
Dia sudah memantapkan hatinya, Jika ia tidak akan pernah bersedih, dengan apapun yang akan terjadi kedepan nya nanti. Meskipun ia juga harus kehilangan nyawanya sendiri. Demi menyelamatkan kedua bayinya kelak.
__ADS_1
*****
Dia berdiri tepat di bibir pantai. Dengan dokter Hana ada di samping nya. Bahkan, Bodyguard yang selalu siap siaga ada di samping wanita itu. Dengan memegangi payungnya. Agar istri tuannya tidak terkena paparan sinar matahari.
”Dokter Hana, Apa penyakit kandunganku akan baik-baik saja? " Tanya Dia dengan suara lirihnya. Namun, Dia sama sekali tak menampilkan wajah sedihnya. Meskipun, Ia tahu jika keajiban itu akan sulit baginya.
"Tentu saja Nona. Mr. Z tidak akan pernah menyerah untuk kesembuhan anda dan juga twins. Anda jangan khawatir nona! " Dokter Hana tersenyum, Agar Dia tetap optimistis melakukan pengobatan nya. Dan tak patah semangat untuk rutin meminum obatnya.
” Boleh aku minta tolong pada anda dokter Hana? "
Gadis cantik dengan rambut pirang itu. Hanya bisa menganggukan kepalanya. Lalu Dia pun ikut menatap kearah dokter cantik tersebut.
" Apa nona? "
__ADS_1
"Jika kau harus memilih mana yang akan di selamat kan. Maka, Aku mohon selamat kan saja twins!. Karena, Bagiku mereka adalah yang utama. Dan tolong rahasiakan permintaan ku dari suamiku! " Bisik Dia dengan suara pelan nya.
Hal itu malah menbuat Dokter Hana terdiam dalam kebingungan nya. Ia tidak tahu, Apa. yang harus ia lakukan saat ini. Namun, Menyetujui permintaan Dia kali ini, Akan jauh lebih baik untuk membuat Nyonya nya itu tenang.