WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Orang Di Balik Layar


__ADS_3

Sebuah ruangan yang dengan desain monokrom. Dan identik dengan warna abu abu. Sedang duduk seorang pria tampan. Dengan gestur tubuh tinggi tegap dan kekar. Auranya begitu kental dengan kharisma memukau. Namun, Sayangnya ia terkesan dingin bak bongkahan es balok. Yang sangat susah mencair.


Ruangan itu tampak begitu rapi, Dengan banyaknya buku buku dan juga karya seni klasik. Berbagai lukisan banyak berjejer di dinding. Dengan tema dan arti di dalamnya.


Ceklek...


"Apa aku boleh masuk? ". Ucap seorang pria dengan gaya khas yang ia milik. Wajahnya masih sedikit memakai perban. Bahkan, Ia berjalan sedikit menyeret kakinya. Karena sebuah kecelakaan besar yang pernah ia alami beberapa bulan yang lalu.


" Ck.. Kau itu sudah masuk, Sebelum meminta izin ". Jawab sang pria yang sejak tadi tengah sibuk dengan kuas serta lukisan di depannya.


" Mau sampai kapan, Kau bersembunyi disini?. Aku tidak akan membantumu lagi, Jika sampai iblis itu menemukan dirimu ". Ujar sang pria dengan tanpa menoleh pada sepupunya.


Pria yang baru masuk. Segera mendaratkan bokongnya pada sofa empuk yang ada di dalam ruangan itu. Ia juga masih sempat menatap lukisan, Yang dibuat oleh sepupunya. Dan sekarang masih tahap pengerjaannya juga.


"Jangan biarkan dia menemukan ku sekarang!. Kau harus membantu ku, Sampai keadaan ku benar-benar pulih! ". Mohonnya sedikit memelas.


Pria itu meletakkan kuasnya. Dan kini langsung menatap wajah pria, Yang beberapa bulan yang lalu merengek padanya. Dan memintanya untuk membawanya kabur dari rumah sakit. Yang berada di Beijing. Kalau bukan karena pria itu sepupunya. Mana mau dia rela terbang ke Negara itu.

__ADS_1


Yang mana jarak Beijing dengan Italia bukanlah jarak yang dekat. Sedangkan, Dirinya juga sedang tidak bisa untuk membuang waktunya sia sia. Semua pekerjaan nya tidak bisa ia tinggal begitu saja.


"Apa kau pikir, Saudara kembarmu itu orang bodoh? ". Pria itu tersenyum sinis. " Dan aku tidak mau berurusan dengan iblis itu saat ini". Sambung sang pria penuh penekanan.


"Hei, Lucas. Come on!. Hanya kali ini saja. Aku janji setelah ini aku tidak akan merepotkanmu lagi".


"Aku juga ingin menebus semua kesalahan ku. Tolong bantu aku Lucas!! ".


"Berhenti merengek padaku Zein!. Kenapa kau tidak mati saja saat kecelakaan itu?. Hidupmu itu hanya menyusahkan saja. Tidak bisakah kau menjadi seorang pria yang cerdas?". Sentak Pria yang bernama Lucas itu.


Sedangkan Lucas ia sebenarnya juga sangat kesal, Akan sikap sepupu nya satu ini. Ia juga tahu, Apa yang sebenarnya terjadi. Hanya saja Lucas selama ini. Tidak mau ikut campur dengan urusan keluarga Uncle nya itu. Sebab, Mereka mempunyai kekuasaan masing masing. Dan Lucas pun masih sembunyi sembunyi dalam bisnis bawah tanahnya. Sebab, Kedua orang tuanya tidak akan pernah mengizinkan dirinya memasuki dunia itu.


Dia didik oleh Daddy nya. Hanya untuk bisnis keluarga nya saja. Dan caranya mengembangkan perusahaan. Namun, Ia tidak pernah di ajarkan untuk masuk dunia mafia. Oleh Daddy nya, Namun, Lucas memilih jalan nya sendiri. Meskipun ia tidak pernah jujur pada kedua orang tuanya.


Awalnya pria itu, Adalah pria baik baik. Dan tidak mau ikut campur urusan orang lain. Ia juga termasuk pria sepuluh betul. Dan hanya menjalankan perusahaan keluarganya saja. Menjabat sebagai seorang Ceo di perusahaan keluarga nya sendiri. Namun, Sejak ia kehilangan kekasihnya. Pria itu mulai sedikit menyimpang. Dan tak mengenal welas asih lagi.


Kekuatan yang ia sembunyikan selama ini. Kini ia munculkan. Meskipun, Ia juga tidak pernah menampilkan wajah aslinya. Dendam dan juga kemarahan nya. Membuat nya jauh lebih kuat dari sebelumnya.

__ADS_1


"Kau itu sama saja dengan Zello. Sama sama kejam dan tak berperasaan Lucas. Kau tahu jika aku sangat sedih sekarang. Karena orang...


" Orang yang kau cintai mungkin sudah mati sekarang. Dan kau itu. Sebab Zello tidak akan tinggal diam. Setelah tahu siapa dalang di balik kecelakaan yang menimpamu beberapa bulan yang lalu". Potong Lucas tanpa memperdulikan perasaan Zein saat ini.


"Baguslah, Kalau dia mati".


" What?. Kenapa kau tidak sedih?. Bukannya kau sangat cinta mati dengannya?". Ledek Lucas tersenyum mengejek.


"Berhentilah mengejekku seperti itu, Lucas!. Kau itu seharusnya menghibur ku!. Bukan malah meledekku". Pungkas Zein sedikit kesal.


Zein sedikit menyesal. Karena ia malah meminta bantuan Lucas. Dimana sepupunya itu sama persis dengan Zello. Saudara kembarnya sendiri. Sifat keduanya tak ada bedanya. Hanya saja, Lucas masih sedikit memiliki hati nurani. Dibandingkan dengan Zello. Buktinya Lucas masih mau membantunya. Untuk kabur dari Zello dan juga Daddy nya.


Zein menatap lukisan yang tadi dibuat oleh Lucas. Lalu ia melirik sepupunya itu. Dengan sebuah lirikan mencibir.


"Wajah siapa yang sedang kau lukis? ".Tanya Zein mulai jahil. Membuat Lucas langsung menutup lukisan itu dengan cara membalikkan nya.


" Bukan urusanmu". Timpal Lucas yang langsung keluar dari dalam ruangan itu. Ia juga ikut menarik tangan sepupunya. Agar Zein tidak mengacak acak ruangan kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2