WHO AM I Secret Mission

WHO AM I Secret Mission
Tak Ada Drama Amnesia


__ADS_3

"Hubungi Daddy!. Aku sudah menyetujuinya! ".


" Baik Mr". Jackson hanya menundukkan kepalanya. Karena ia tahu, Ini pasti sangat berat untuk Zello. Namun, Apalah daya, Adik dan kakaknya tak akan ia paksa untuk menggantikan posisinya.


Di kala Zein masih belum ia ketahui dimana keberadaan nya. Dan Andes juga tidak akan menggantikan nya. Bisa bisa Cici yang akan gila, Jika saja sampai Andes menikahi wanita lain lagi selain dirinya.


Zello mengambil sebatang rokoknya. Dan Jackson dengan cekatan langsung meraih korek api. Untuk membantu tuannya menyalakan rokoknya itu. Beberapa detik kemudian. Kepulan asap mulai mengudara. Jika sudah begini, Itu artinya Zello sedang bingung dan gundah. Namun, Jackson tak bisa berbuat apa apa. Karena Zello pun telah mengambil keputusan nya.


"Mr... Apa anda yakin dengan keputusan yang anda ambil sekarang?". Sebagai seorang asisten. Jackson juga tak ingin kalau bosnya itu selalu gelisah dan menanggung semua beban ini sendiri.


Meskipun, Zello bukanlah tipe pria yang lemah. Namun, Setidaknya, Zello juga berhak untuk bahagia. Dengan wanita pilihan hatinya kelak.


"Aku tidak punya pilihan lain lagi Jackson. Dan aku harap kau bisa merahasiakan semua ini. Dari Andes dan juga Zein nantinya. Jangan sampai Andes tahu apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Karena aku tidak mau membuat Cici bersedih untuk kedua kalinya. Sebab, Andes tidak akan tinggal diam. Jika ia mengetahui semua nya".


" Baik Mr". Jawab Jackson yang hanya bisa patuh.


Zello rela melakukan apapun. Asalkan orang orang yang ia sayangi, Bisa hidup bahagia dengan pilihannya masing-masing. Meskipun pada akhirnya, Ia akan menanggung semua ini seorang diri. Pria sepertinya pun tidak ingin mempunyai titik kelemahan. Selain pada keluarga nya.


Saat ini Zello dan Jackson sedang berada di balkon kamar Zello. Setelah keluar dari ruangan kerja nya tadi. Zello langsung masuk kedalam kamar nya. Dan ia pun ikut memanggil asistennya. Yang mana Jackson selalu siap siaga akan panggilan tuannya itu.

__ADS_1


" Bagaimana, Apa kau mendapatkan info terbaru tentang para bedebah sialan itu? _. Zello mulai mengalihkan pembahasan. Sebab, Zello ingin sebelum pernikahannya nanti dengan Arandia. Ia akan lebih dulu menyelesaikan misinya. Agar tak ada lagi penghalang untuk kehidupan nya. Dan Zello juga mulai muak akan penyamaran ini.


"Semuanya sudah jelas Mr. Dan para anggota kita tinggal menunggu perintah anda saja".


Zello menyeringai licik. Dan menatap puntung rokoknya. Lalu meremaanya sampai api di ujung puntung rokoknya padam Seketika. Senyum iblis di bibir nya mulai terbit. Dan Jackson sudah sangat paham. Jika senyum mengerikan itu sudah keluar. Maka, Tak ada satu orang pun yang bisa lari dari genggaman nya.


"Bagaimana dengan Bulan? ".


" Bulan pun telah berhasil dengan misinya Mr. Bahkan, Target pun telah masuk perangkap nya".


"Hahaha... Kerja bagus Bulan". Puji Zello dengan tawa mengerikan nya.


"Baik Mr".


🌿🌿🌿🌿🌿


Saat Zello tengah fokus pada rencana awalnya. Untuk menjalankan misi balas dendamnya. Atas segala perbuatan manusia manusia terkutuk dan serakah. Di belahan bumi yang berbeda pula saat ini. Seorang pria dengan wajah yang masih lebam lebam.


Selang dan kabel medis. Yang masih melekat di tubuhnya. Dijaga ketat oleh dokter dokter ternama. Dan handal dalam bidangnya. Seorang dokter paruh baya yang masih saja terlihat tampan. Tak pernah beranjak dari samping sang pria.

__ADS_1


Perlahan jari jemari pria dengan banyaknya alat alat medis itu. Mulai bergerak dan semakin lama. Kedua kelopak mata pun ikut terbuka perlahan. Senyum sang dokter pun terbit. Kala melihat pasien nya mulai sadarkan diri.


"Air... ". Lirih pria tampan itu pelan.


Dokter itu pun memberikan perintah pada susternya. Untuk memberikan air pada pasiennya itu.


" Saya periksa dulu tuan muda". Ucap sang dokter yang mulai melakukan tugasnya. Setelah pasien pria tampan dengan bola mata Hazel itu selesai meminum air yang diberikan oleh suster.


"Dimana aku? ". Tanya sang pria sambil mengedarkan pandangan nya.


" Anda berada di tempat yang aman tuan muda. Saya harap anda tidak menyulitkan saya disini! ". Dokter itu bicara seolah ia sangat paham. Bagaimana karakter pasien itu.


Pria itu hanya diam. Tanpa ingin menjawab ucapan dokter nya. Karena ia juga masih sangat lemah dan tak memiliki tenaga untuk banyak bicara saat ini.


"Saya tinggal dulu sebentar tuan muda. Jika perlu apa apa panggil saja suster!!. Dan saya harapkan anda benar benar menurut kali ini saja! ". Dokter itu kembali menekankan kata katanya.


" Ck... Akan aku ingat semuanya Samuel". Ketus sang pria. Yang ternyata masih mengingat namanya.


Dokter itu pun hanya menarik sudut bibirnya senang. Apa yang ia takutkan tidak terjadi. Karena pasiennya masih mengingat nya. Dan itu artinya tak ada drama amnesia dalam kasus ini.

__ADS_1


TBC


__ADS_2