
Pulang dari kampus, Arandia pun langsung kembali ke mension utama. Sesampainya di mension Arandia melihat mobil mewah. Yang sudah terparkir rapi, di halaman depan mension. Membuat gadis itu menatap bingung. Dengan tamu yang datang ke mension, Di saat sang pemilik mension sedang tidak ada di tempat.
Tetapi, Arandia yakin. Jika tamunya itu adalah keluarga Zello juga. Sebab, Tak ada satu orang pun, yang bisa masuk kedalam mension. Kecuali telah mendapatkan izin dari sang pemilik bangunan mewah tersebut.
Benar saja ketika Arandia masuk kedalam mension. Tampak seorang pria tampan. Dengan setelan jas mahal nya tengah duduk dengan santainya. Di ruang tamu dengan menyeruput secangkir kopi hangat. Pria yang tak kalah keren. Namun, Seorang maniak dan playboy kelas atas.
"Hei, Adik ipar. Kau sudah pulang rupanya". Sapa Alex dengan senyum smirk nya. Dan dari sini Arandia sadar, kenapa semua wanita bisa tergila gila pada Alex. Meskipun harus kehilangan kesuciannya. Mereka tak akan perduli sama sekali. Karena, Bagi mereka semua suatu kehormatan bisa di jamah oleh seorang Alex.
Pria blasteran Amerika dan Asia itu. Membuat wajahnya sangat tampan dan begitu menggoda bagi kaum hawa. Belum lagi, Bualannya yang selalu membuat para wanita klepek-klepek olehnya.
"Kemarilah!! ". Serunya lagi, Sambil melambaikan tangannya.
" Bang Zein tidak ada disini. Kenapa tuan kemari? ". Arandia berusaha menghindari Alex. Karena tidak mau membuat salah paham Zello padanya.
__ADS_1
" Hahaha... Siapa yang bilang?. Jika aku kemari untuk menemui sepupuku yang sableng itu?. Dan siapa tadi Zein? ". Ulang Alex sambil terus tertawa.
" Sudahlah, Jangan menipu ku seperti itu. Aku tahu dia bukan Zein. Tapi mafia gila dan seorang psikopat ". Serkah Alex dengan lantang.
" Tuan Alex, Apa anda tidak bisa menjaga lidah anda dengan baik? ". Seorang wanita cantik. Tiba tiba datang dan langsung menatap tajam kearah Alex.
" Waw... Bulan. Kenapa wajah mu tampak begitu bersinar di siang hari?. Bahkan cahaya matahari saja, Tampak kalah dengan kecantikan mu itu ". Seloroh Alex sambil tersenyum smirk. Untuk menggoda Bulan, Anggota kepercayaan Zello juga.
"Saya tidak akan tergoda akan rayuan basi anda itu tuan Alex yang terhormat". Ketus Bulan menatap sinis kearah Alex.
"Saya masih bisa mendengar gumanan anda tuan Alex".Kata kata Bulan, Sontak membuat Alex langsung bungkam. Ia tak akan membuat onar dengan para anggota Zello. Meskipun anak buahnya juga tak kalah banyak dan hebat. Namun, Pria itu lebih baik tidak memancing di air keruh.
Alex juga sadar, Siapa wanita cantik yang ternyata seorang iblis itu. Siapa lagi kalau bukan Bulan. Wanita itu penampilan nya sangat menipu publik. Sehingga semua orang, Tidak akan tahu. Jika dia adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Dan Bulan pun tak akan segan.
__ADS_1
Arandia pun hanya diam. Memperhatikan kedua manusia yang ada di hadapan nya saat ini. Tanpa, Ingin ikut campur. Sebelum ia paham, Apa yang akan kedua orang tua lakukan saat ini. Sehingga mereka ada di mension.
"Nona, Lebih baik anda segera siap siap sekarang!. Karena saya akan menemani anda untuk fitting gaun pengantin! ".
" Fitting gaun? ".. Ulang Arandia semakin terkejut. Anggukan kepala Bulan membuat Arandia membeku di tempat nya berdiri.
" Jangan buang waktu saya lebih lama lagi nona!. Dan saya harap anda bisa bekerjasama dengan baik. Agar saya tetap aman! ". Setiap kata yang penuh penekan oleh Bulan. Membuat Arandia hanya bisa menurut.
" Gadis yang polos". Alex menggelengkan kepalanya pelan. Saat melihat punggung Arandia mulai masuk dan di arahkan oleh pelayan untuk menuju ke kamarnya.
"Apa anda belum mau menikah tuan Alex?. Tidak sayang kah dengan beo anda yang selalu terbang kesarang yang salah? ". Sindiran dan juga ledekan yang sangat jelas dilontarkan oleh Bulan saat ini.
" Shittt...". Umpat Alex dan langsung beranjak pergi dari hadapan Bulan. "Kau tahu Bulan. Jika menikah itu membuat hidup orang menjadi rumit. Dan pernikahan hanya membuat hidupku sulit. Kenapa harus ada pernikahan, Jika single saja masih bisa merasakan liang kenikmatan para wanita". Alex mengedipkan matanya pada Bulan. Bulan pun hanya menarik sudut bibirnya saja. Tersenyum sinis.
__ADS_1
"Dan untuk masalah Beo ku. Kau harus tahu juga. Jika dia tidak akan sembarangan masuk sangkar nya. Sebab, Hanya sangkar emas yang bisa ia masuki ". Tawa Alex pecah seraya ia melangkah keluar mension lebih dulu.
TBC