
Ketika Zello sedang menjalani operasi kecil. Agar ia bisa menghasilkan keturunan. Dan mulai membuka hatinya untuk Dia. Di lain sisi saat ini, Dia sedang di rudung masalah lainnya. Wanita itu tidak tahu, Apa ia bisa membuat Zello bahagia atau tidak.
Arandia tahu, Zello akhir akhir ini sudah mulai banyak berubah. Dan semakin memperlakukan nya layaknya seorang istri yang sebenarnya. Namun, Ada hal yang membuatnya. Merasa tak layak untuk menjadi pendamping Zello. Apalagi, Zello selalu membahas masalah keturunan dengan nya.
"Apa aku mampu menjadi istri yang baik untuknya? _. Lirih Dia menggigit bibir bawahnya.
" Bukankah, Kau selama ini menunggu momen ini Dia? ". Andi tampak menatap wanita cantik . Yang sejak kecil selalu bersamanya. Andi, Memang sangat marah pada Dia. Karena Wanita itu telah menyembunyikan sesuatu hal darinya. Bahkan, Dari suaminya juga.
Orang sekelas Zello, Mampu ia bodohi. Hanya Karena Zello sudah mulai memberikan kepercayaan padanya. Dan Zello juga berharap Dia bisa nyaman. Tanpa pengawasan yang ketat darinya lagi. Namun, Sebenarnya apa yang di lakukan Zello. Hanya untuk keselamatan Dia sendiri. Meskipun itu membuatnya sangat tidak nyaman.
"Apa kau sudah mulai membuang perasaan mu sendiri. Hanya karena...
"Aku sangat mencintai nya, Ndi. Sungguh... Rasa cinta ini semakin lama semakin dalam saja untuknya". Potong Dia dengan sendu.
" Tapi...
Dia menyeka air matanya. Ia sungguh tak sanggup jika ia sampai kehilangannya Zello. Pria yang diam diam telah benar benar masuk di dalam hatinya. Menempati posisi paling dalam di sela hatinya. Yang mudah rapuh itu. Dia merasa lemah jika tidak bersama Zello. Pesona pria itu mampu membuatnya hilang akal. Namun, Untuk dekat dengan nya juga. Sangat membutuhkan waktu yang lama. Hingga kesabaran pun hampir pupus.
__ADS_1
"Kau sudah melewati banyak cobaan. Untuk menunggu nya, Dia. Dan aku harap kau juga bisa melupakan hal yang sudah terjadi padamu!! ".
" Bagaimana kalau Zello tahu? ". Dia menatap wajah Andi penuh sesal. Ia bahkan tak akan bisa selamat. Jika sampai ia membuat seorang Zello marah besar. Meskipun ini juga bukan murni kesalahan dirinya sepenuhnya.
Andi menghela nafasnya kasar. Sungguh ia juga tidak akan membiarkan. Siapapun menyakiti Dia, Namun dalam hal ini Andi juga tidak yakin. Jika mereka mampu menutupi hal sekecil apapun. Dari pria yang bernama Zello. Kekuasaan pria itu mampu menembus apapun. Sekali pun kutu yang bersembunyi di lubang cacing.
"Kau percaya padaku, Dia? _. Tanya Andi berusaha meyakinkan Dia.
" Apa yang akan kau lakukan, Ndi?. Aku mohon jangan korban kan dirimu lagi!. Hanya untuk kebahagiaan ku ini". Mohon Dia yang tak akan tega, Jika Andi selalu mengorbankan dirinya. Hanya untuk membuatnya bahagia.
Dia juga masih punya perasaan dan hati nurani. Lebih baik ia jujur dengan Zello. Meskipun ia tahu konsekuensi nya. Jika sampai Zello tahu yang sebenarnya. Daripada ia mengorbankan Andi. Sahabat nya yang telah ia anggap saudara sendiri selama ini. Sebab, Mereka tumbuh bersama sejak kecil. Saling menjaga dan melindungi satu sama lainnya.
" Bagaimana? . Kau hanya jawab setuju atau tidak? ". Tanya Andi dengan tegas.
" Apa ini tidak terlalu beresiko, Ndi? ". Dia masih saja ragu. Akan usaha yang akan Andi jalankan. Meskipun pria itu telah melakukan hal bodoh sebelum nya.
" Dia, Come on!!. Ini demi hidup mu juga. Aku harap kau mau mengikuti saranku ini! ".
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak. Akhirnya,Dia menganggukan kepalanya pelan. Meskipun ia sendiri tak yakin. Usahanya akan berhasil, Karena suaminya bukanlah orang sembarangan. Apalagi keluarga besar suaminya itu.
" Sisanya biar aku urus. Sekarang jalani saja, Apa yang sudah ada di depan matamu!. Jangan pernah goyah akan apapun!". Tegas Andi yang tak bisa melihat Dia menitik kan air matanya sedikitpun.
Kehidupan mereka sejak kecil. Sudah penuh duka, Dan sekarang waktunya untuk Dia meraup kebahagiaan nya. Bersama orang yang ia cintai. Meskipun Andi sendiri harus rela mengorbankan dirinya. Demi kebahagiaan Dia. Bohong, Jika Andi tidak memiliki perasaan apapun pada Dia. Meskipun Andi mati matian mengubur perasannya selama ini. Hanya untuk melihat Dia tersenyum ppenuh kebahagiaan nya.
Tetapi, Perasaan Andi begitu tulus. Dan ia juga rela melakukan apapun. Supaya Dia bahagia meskipun tak harus bersamanya.
"Aku bahkan rela, Kehilangan nyawaku sendiri. Agar kau bisa menemukan jalan kebahagiaan mu Arandia". Guman Andi dengan tersenyum saat melihat senyum tulus Dia padanya.
TBC
UDAH SENIN GUYYSS... BOLEH DONG MINTA VOTE NYA LAGIπππ
DAN BUAT YANG GAK BACA BAB NYA. TOLONG GAK USAH KASIH LIKE YA, TOLOONGG DENGAN SANGATππ KARENA ITU AKAN BERPENGARUH SAMA SISTEM NYA. DAN KALAU GAK MAU BACA JANGAN BUKA BAB NYA ATAUPUN YANG BUAT MAU NABUNG BAB. SAYA NULIS BUKAN HANYA NGANDELIN JARI. TAPI OTAK DAN JUGA WAKTU SAYA. HAMPIR TERSITA DISINI. JADI SAYA HARAP KALIAN JUGA BISA HARGAI KARYA ORANG πππ
SAYA GAK LARANG KALIAN BUAT NABUNG BAB. TAPI SAYA HARAPKAN BUAT YANG NABUNG BAB JANGAN KASIH LIKE NYA DULU!!!. NANTI SETELAH BACA BARU KASIH LIKE NYA. SEBAB, SETIAP EPISODE ITU SELALU DI NILAI OLEH SISTEM. DAN ITU BERPENGARUH JUGA PADA RETENSI NYAπ’π’π’
__ADS_1
MAAF YA GENGS, BUKAN MAU KOAR KOAR , TAPI SAYA HARAP KALIAN JUGA BISA MEMAHAMI KAMI SEBAGAI PEMBUAT KARYA. KARENA SAYA MASIH OTHOR ABAL ABAL DISINI, YANG MUNGKIN MASIH HARUS BANYAK BELAJAR JUGA πππ