
Satu Minggu kemudian...
Dia melangkah kan kakinya dengan penuh semangat. Masuk kedalam bangunan mewah. Tepat nya sebuah cafe modern. Dengan interior dan desain mewah. Sebuah Cafe yang Zello dirikan untuk menyokong bisnis istri. Sejak beberapa bulan yang lalu.
Ya Cafe dengan nama " THE COUPLE ". Sebuah nama yang di pilih oleh Dia. Untuk usaha nya sendiri. Dengan manejer nya yang ia percaya kan pada Andi. Seorang pria yang sudah sangat ia kenal sejak ia kecil dulu. Karena keduanya tumbuh bersama.
Nampak nya setelah pulang liburan, Bersama suaminya satu minggu yang lalu. Kini Dia mulai berubah ceria. Mungkin apa yang mereka lakukan di sana, momen bulan madu yang ia idam idamkan telah terwujud.
"Selamat pagi Nyonya". Sapa karyawan nya. Yang bekerja di Cafe tersebut. Saat mereka melihat bos mereka pagi pagi sekali sudah datang.
" Pagi juga". Sahut Dia dengan senyum yang merekah sempurna. Bahkan wajahnya tampak begitu berbinar cerah. Tidak murung seperti sebelumnya.
"Oh ya, Tolong bantu ambil barang barang di dalam mobil ya!. Dan tolong kalian bagi ke semua karyawan! ". Titah Dia sambil terus tersenyum.
" Wah, Kita semua dapat oleh oleh nih dari Nyonya".
"Hanya hadiah kecil saja. Sebagai tanda terimakasih saya untuk kalian semua nya". Tutur Dia sangat ramah.
__ADS_1
Andi yang sejak tadi berdiri di depan meja kasir. Hanya menatap datar ke arah Dia. Pria itu melihat Dia dengan gaya yang berbeda pagi ini. Padahal wanita itu juga baru tiba semalam ke Jakarta. Tapi, Pagi ini ia malah tampak berbinar sekali.
"Andi, Ikut keruangan ku sebentar ya!!". Serunya sambil melirik ke arah Andi. Sahabat sekaligus orang kepercayaan nya.
Usahanya ini memang baru di berdiri sekitar kurang lebih tiga bulan. Namun, Karena letaknya yang sangat strategis, Belum lagi dukungan Zello dan keluarga besar Bagaskara. Yang membuat usaha Dia jadi berkembang dengan sangat mudah. Bahkan, Ia juga sudah mendapatkan investor lagi. Untuk membuka cabang di luar kota.
Mungkin dari sebuah Cafe, Kini Dia akan mencoba naik ke restoran. Antusias para pengunjung membuat wanita itu menjadi semakin semangat. Dan semua ini tak ada apa apanya. Jika bukan Zello yang mendukung dan melobi semua pengusaha Kuliner. Untuk turut bekerjasama dengan istrinya. Meskipun, Zello melakukan nya secara sembunyi sembunyi. Dan bahkan, Saat melobi Zello juga tak pernah memperlihatkan batang hidung nya.
Ceklek...
Andi mengikuti langkah Dia. Dan kini keduanya telah masuk kedalam ruangan kerja milik Dia. Selaku sebagai pemilik Cafe tersebut. Sedangkan, Ruangan Andi ada di sebelah ruangan kerja milik Dia. Hanya di terhalang tembok saja.
"Aku harap kau selalu memakai nya!". Ujar Dia sambil menyodorkan kotak bewarna hitam itu pada Andi.
" Apa ini? "..
Dia tersenyum dan ikut duduk di depan Andi. Ia memilih single sofa." Bukalah!!". Titahnya dengan seulas senyum bahagia nya.
__ADS_1
Andi pun segera membuka kotak itu. Namun, Ia langsung terkejut saat melihat sebuah jam tangan mewah. Dengan merk terkenal, Dan hanya ada tiga di dunia yang Brand itu keluar kan tahun ini.
"Ini... Asli Dia? ". Tanya Andi sedikit terkejut. Anggukan kepala Dia membuat Andi semakin tak karuan. Ia masih saja tercengang dibuatnya.
" Tapi ini harganya sangat mahal Dia. Kau dapat uang darimana membelinya? ".
" Kau itu masih belum sadar juga?. Jika aku memiliki suami yang kaya raya. Bahkan, Ia juga tidak keberatan saat aku minta izin membelinya untukmu". Jawab Dia jujur.
"Serius?".
" Sejak kapan aku pernah berbohong padamu Ndi? ".
Pria itu pun tersenyum tipis. Bukan ia tidak senang saat diberikan hadiah seperti ini. Apalagi yang memberinya adalah Dia. Wanita yang sejak dulu selalu bersamanya. Namun, Entah kenapa Andi malah merasa. Jika Zello belum sepenuhnya menyukai Dia.
" Andi, Kau tenang saja!. Sekarang hubungan kami berdua sudah ada kemajuan. Dan aku berharap, Jika kami akan segera diberikan seorang anak". Ucap Dia dengan senyum dibibirnya penuh harap.
"Semoga saja! ". Timpal Andi dengan senyum tipisnya. Ia tahu apa yang dimaksud Dia saat ini. Itu artinya Zello dan Dia telah menyatu. Dan sama sama telah menjalani hubungan yang lebih jauh. Layaknya pasangan suami istri pada umumnya.
__ADS_1
" Apa kau bahagia, Dia?". Lagi lagi wanita itu hanya mengangguk kan kepalanya. Dan tersenyum penuh kebahagiaan nya. Membuat Andi tak bisa berkata kata lagi.
Pria itu hanya berharap yang terbaik, Untuk Dia kedepan nya nanti. Karena, Sekarang Andi juga tak bisa berbuat apa apa lagi. Melarang pun percuma baginya.